Mengenal Fungsi Pankreas Pada Tubuh (dan Gangguan yang Sering Muncul)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Bila Anda diminta untuk menyebutkan berbagai organ tubuh, Anda mungkin langsung ingat jantung, otak, ginjal, dan hati (liver). Sedangkan pankreas, yaitu salah satu organ tubuh yang juga penting, sering dilupakan. Padahal seperti organ tubuh lainnya, pankreas manusia juga harus dirawat dengan baik dan dijaga kesehatannya. Karena itu, mari pelajari apa saja fungsi pankreas dan berbagai gangguan yang paling sering menyerang organ ini.

Apa fungsi pankreas bagi tubuh?

Fungsi pankreas yang utama ada dua, yaitu menjalankan fungsi eksokrin dan endokrin. Eksokrin adalah kelenjar yang mengeluarkan cairan berupa enzim. Contohnya seperti kelenjar air liur, kelenjar keringat, kelenjar air susu (ASI), kelenjar lendir, kelenjar sebasea (minyak), dan kelenjar air mata.

Enzim berguna untuk memecah makanan agar bisa dicerna dan diserap oleh tubuh. beberapa enzim yang dihasilkan pankreas adalah lipase, kemotripsin, tripsin dan amilase. Enzim tersebut memiliki fungsinya masing-masing.

Lipase berfungsi untuk menguraikan lemak menjadi kolesterol dan asam lemak. Kemotripsin dan tripsin untuk mencerna protein, dan amilase berfungsi untuk menguraikan karbohidrat.

Sedangkan endokrin berperan dalam menghasikan hormon insulin. Insulin bertugas untuk mengubah glukosa (gula) jadi sumber energi.

Gangguan kesehatan pada pankreas

Pankreas yang sehat akan memproduksi zat-zat yang tepat dalam jumlah dan waktu yang tepat pula. Namun, pankreas yang memiliki gangguan tidak mampu memproduksi enzim pencernaan secara optimal sehingga penyerapan makanan juga terganggu.

Akibatnya, Anda mungkin mengalami masalah pencernaan seperti diare atau penurunan berat badan yang cukup kentara.

Tidak hanya diare atau penurunan berat badan, gangguan yang dialami oleh pankreas juga bisa menyebabkan beberapa penyakit berbahaya lainnya. Berikut ini adalah beberapa jenis gangguan kesehatan yang paling sering menyerang pankreas.

1. Diabetes tipe 1 dan tipe 2

Pada kondisi diabetes tipe 2, insulin tidak bekerja semestinya sehingga gula darah naik. Pankreas juga kehilangan kemampuan memproduksi dan melepaskan insulin sesuai dengan kadar normal tubuh.

Sedangkan pada diabetes tipe 1, sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel-sel pankreas yang menghasilkan insulin sehingga pada penderita diabetes tipe 1 dibutuhkan suntikan insulin seumur hidupnya.

2. Pankreatitis

Penyebab utama dari penyakit ini masih belum diketahui. Namun, adanya batu empedu dan kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol berlebihan bisa menjadi salah satu pemicunya. Jika Anda memiliki pankreatitis, pankreas jadi rusak dan meradang karena zat pencernaan itu sendiri. Pankreatitis bisa menyebabkan kematian jaringan pankreas itu sendiri.

3. Fibrosis kistik

Penyakit ini disebabkan oleh adanya gangguan genetik yang menimbulkan kelainan pada pankreas dan paru-paru. Kondisi ini bisa menyebabkan diabetes atau masalah pencernaan.

4. Kanker pankreas

Kanker pankreas bisa dikatakan sebagai penyakit yang diam-diam mematikan. Ini karena gejala awalnya sedikit dan bahkan tidak terlihat.

Pada pankreas ada beberapa macam sel yang berisiko berkembang jadi tumor. Sel yang terdapat pada saluran pankreas adalah yang paling sering menjadi tempat berkembangnya kanker.

5. Pankreas pseudokista

Rongga berisi cairan yang disebut dengan pseudokista dapat terbentuk setelah terjadinya serangan pankreatitis. Penyakit ini dapat diatasi dengan melakukan operasi bedah drainase atau pada sebagian penderita dapat sembuh dengan sendirinya.

6. Gangguan lainnya

Gangguan kesehatan pada pankreas yang lainnya adalah tumor sel islet. Pada kondisi ini, produksi hormon meningkat tajam dan pankreas yang membesar. Namun, kondisi ini juga bisa menandakan penyakit lainnya.

Bagaimana cara menangani gangguan pankreas?

Sebenarnya tidak sulit untuk menjaga fungsi pankreas. Pastikan Anda menjalani gaya hidup sehat, berhenti merokok, dan membatasi konsumsi minuman beralkohol. Selain itu, untuk menghindari kanker pankreas, sebaiknya Anda juga menjaga berat badan tetap ideal dan rajin berolahraga.

Namun, jika Anda sudah telanjur mengalami gangguan pada fungsi pankreas, Anda dapat mengatasinya dengan melakukan perawatan yang disesuaikan dengan gangguan yang dialami. Berikut penjelasan lengkapnya.

  • Suntik insulin. Suntikan insulin biasanya diberikan pada orang dengan diabetes tipe 1 atau tipe 2 yang sudah tidak bisa diobati dengan obat minum. Gunanya adalah untuk mengendalikan kadar gula darah.
  • Pemberian enzim. Pemberian enzim pankreas ini diberikan jika Anda yang mengalami fibrosis kistik. Pemberian enzim biasanya dilakukan melalui suplemen enzim.
  • Drainase. Drainase ini dilakukan pada penderita pseudokista dengan memasukkan jarum dan selang ke dalam pseudokista melalui kulit, dan selang dihubungkan dengan rongga perut atau usus. Ini untuk mengeluarkan atau mengeringkan kista.
  • Reseksi kanker pankreas. Operasi ini dilakukan dengan menghilangkan kantong empedu, sebagian kepala pankreas, dan bagian pangkal usus halus.
  • Operasi pseudokista. Teknik operasi pseudokista yang dilakukan antara lain laparotomi atau laparoskopi. Laparotomi adalah dengan sayatan yang memanjang di perut. Laparoskopi adalah operasi melalui beberapa sayatan kecil.
  • Transplantasi pankreas. Transplantasi ini dilakukan pada orang yang memiliki fibrosis kistik dan diabetes dengan menggunakan pankreas pengganti dari pendonor.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Anda sering melihat bullying tapi tidak tahu harus berbuat apa? Anda ingin menolong korban tapi takut? Cari tahu di sini apa yang harus Anda lakukan!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Psikologi 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Kencing dengan posisi berdiri kerap dilakukan pria, tapi mereka yang mengidap gangguan saluran kemih justru dilarang. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Kandung Kemih 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat psoriasis alami

Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit
obat cacing kremi

Obat Paling Ampuh untuk Menghilangkan Cacing Kremi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit
ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan suami istri terasa hambar

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit