4 Hal yang Perlu Anda Cek Sebelum Membeli Obat

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 12/04/2017
Bagikan sekarang

Ketika Anda membutuhkan obat-obatan, ke mana biasanya Anda beli obat? Apakah ke apotek, ke warung, atau toko terdekat? Saat ini memang Anda bisa membeli obat dengan mudah, bahkan dengan aplikasi online sekalipun. Akan tetapi, bukan berarti Anda bisa sembarangan pakai obat-obatan yang dijual bebas. Pastikan Anda sudah cek obat tersebut, apakah sudah dinyatakan aman atau belum.

Namun, apa saja yang sebaiknya harus diperiksa sebelum mengonsumsi obat-obatan, baik yang dijual bebas maupun yang tersedia secara terbatas? Ini dia teknik cek obat yang dianjurkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia.  

Mengenal cek obat dengan KLIK BPOM

Sebagai konsumen, Anda harus cerdas dan teliti saat memilih obat-obatan. Pasalnya, salah minum obat bisa menimbulkan berbagai jenis efek samping yang berbahaya. Apalagi saat ini sudah banyak produsen obat yang sebenarnya belum terdaftar resmi. Anda juga perlu memerhatikan apakah obat yang Anda beli benar-benar asli dari pabriknya, tidak dicampur bahan-bahan asing oleh pihak tertentu.

Untuk memastikan konsumen bisa memilih dengan bijak, BPOM menganjurkan cek KLIK. KLIK di sini merupakan singkatan dari Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa. Empat hal inilah yang wajib diperiksa sebelum Anda beli obat di apotek atau toko.

Yang harus diperiksa sebelum beli obat di toko

Metode cek obat dengan KLIK ini bisa mencegah Anda mengonsumsi obat-obatan palsu, tidak resmi, atau yang sudah lewat masa berlakunya. Simak panduan memeriksa obat-obatan berikut ini, ya.

1. Kemasan

Yang pertama harus diperiksa adalah apakah kemasan obat masih layak dijual. Sebagai contoh, kalau boksnya sudah usang dan berlubang, itu berarti obat tidak disimpan di tempat yang layak. Kemungkinan besar isinya pun sudah rusak dan tidak layak konsumsi. Perhatikan juga kalau kemasannya sudah pudar, tampak luntur, atau robek. Sebaiknya jangan dibeli dan dikonsumsi. Obat ini mungkin umurnya sudah terlalu lama.

2. Label

Selalu baca lagi label obat yang akan Anda beli, meskipun Anda sudah berulang kali beli obat yang sama di toko. Setiap obat seharusnya mengandung label atau informasi yang berisi hal-hal berikut ini.

  • Nama produk
  • Komposisi atau bahan aktif (misalnya paracetamol atau aluminium hidroksida)
  • Kategori obat (misalnya analgesik, antihistamin, atau dekongestan)
  • Kegunaan obat (misalnya meredakan gejala seperti pilek, hidung tersumbat, gatal karena alergi, batuk berdahak, atau mual)
  • Peringatan bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu
  • Dosis obat
  • Informasi lain, misalnya anjuran penyimpanan

3. Izin edar

Pastikan obat-obatan yang Anda konsumsi sudah mengantongi izin edar dari Badan POM Indonesia. Obat-obatan yang sudah memiliki izin biasanya akan mencantumkan nomor registrasi. Bila Anda masih ragu, silakan unduh aplikasi cek obat resmi BPOM melalui ponsel dengan sistem operasi Android. Anda juga bisa langsung memeriksa izin edarnya di Internet dalam tautan ini.

4. Kedaluwarsa

Selalu cari tanggal kedaluwarsa obat sebelum Anda beli. Ingat, mengonsumsi obat yang sudah lewat dari tanggal kedaluwarsanya berisiko tinggi. Selain karena khasiat obat telah berkurang atau hilang, obat mungkin mengalami perubahan komposisi kimia tertentu yang berbahaya. Jadi, kalau obat sudah melewati tanggal kedaluwarsanya, buang saja dan jangan diminum.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
minum madu saat sahur

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
buah untuk berbuka puasa

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
fit saat puasa

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 09/05/2020