Perhatikan Penggunaan Disinfektan yang Baik Agar Aman dan Efektif Cegah Penyebaran Virus

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Cairan atau larutan disinfektan mungkin tidak terlalu banyak dikenal orang sebelum pandemi virus corona atau COVID-19. Sebagian orang juga mulai menggunakan disinfektan sebagai salah satu upaya pencegahan untuk menghambat penyebaran virus. Sayangnya, pengetahuan mengenai disinfektan itu sendiri dan cara menggunakan yang aman masih belum benar-benar dipahami oleh semua orang. Untuk itu, simak penjelasan berikut ini!

Apa itu disinfektan dan bagaimana cara kerjanya?

Sebelum membahas cara menggunakan disinfektan yang aman, sebaiknya ketahui dulu apa itu sebenarnya disinfektan.

Disinfektan biasanya adalah bahan kimia yang dirancang untuk menonaktifkan atau menghancurkan mikroorganisme pada permukaan benda mati. Disinfektan tidak selalu membunuh semua mikroorganisme, karena memang ada beberapa organisme yang biasanya kebal terhadap bahan disinfektan.

Produk desinfektan dapat dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu disinfektan untuk rumah sakit dan penggunaan umum.

Disinfektan jenis rumah sakit adalah yang paling penting untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran infeksi. Cairan ini dapat digunakan pada peralatan medis, lantai, dinding, seprai, dan permukaan lainnya. Sementara disinfektan umum adalah sumber utama produk yang digunakan keperluan di rumah tangga, kolam renang, dan larutan untuk menjernihkan air pemurni air.

Cara menggunakan disinfektan yang aman bagi penggunaan umum

cara membuat disinfektan sederhana

Salah satu hal yang perlu diingat adalah peran disinfektan memang penting dalam mencegah penyebaran virus atau bakteri, contohnya seperti pandemi COVID-19 ini. Namun, efeknya tidak boleh dilebih-lebihkan sehingga memberikan “false-sense-of-security” atau kecemasan yang sebenarnya tidak perlu.

Hal terpenting adalah mengetahui cara aman dan efektif dalam menggunakan disinfektan untuk membersihkan sebuah permukaan dengan benar.

Agar tidak keliru, Anda dapat mengikuti panduan cara menggunakan disinfektan berikut ini:

  • Pakailah sarung tangan sekali pakai sebelum membersihkan dan menggunakan cairan disinfektan. Sarung tangan ini berguna untuk mencegah iritasi pada kulit.
  • Bersihkan permukaan menggunakan sabun dan air terlebih dahulu, lalu gunakan disinfektan.
  • Membersihkan dengan sabun dan air membantu mengurangi jumlah kuman dan kotoran (seperti debu dan lumpur) di permukaan. Penggunaan disinfektan setelahnya dapat lebih efektif membunuh kuman di permukaan.
  • Lakukan pembersihan rutin terhadap permukaan atau objek yang sering disentuh di lingkungan keluarga. Contohnya: meja, gagang pintu, remote TV, sakelar lampu, meja dapur, telepon, keyboard, toilet, keran, wastafel, dan lainnya.
  • Ikuti instruksi pada label disinfektan untuk memastikan penggunaan produk yang aman dan efektif.
  • Setelah selesai melakukan proses disinfeksi, lepas sarung tangan dan cuci tangan dengan benar terlebih dahulu menggunakan air dan sabun minimal selama 20 detik.
  • Usahakan untuk mengurangi kontak langsung cairan disinfektan dengan permukaan tubuh.

Apa saja hal yang tidak boleh dilakukan saat akan menggunakan disinfektan?

penanganan COVID-19 di Indonesia

Dengan fungsinya yang dapat membantu melawan penyebaran virus, bukan berarti Anda dapat dengan bebas menggunakannya. Disinfektan termasuk bahan kimia yang tidak boleh digunakan secara sembarangan.

Ingat beberapa hal ini sebelum dan sesudah menggunakan disinfektan:

  • Jangan sampai cairan disinfektan terkena ke permukaan kulit yang terbuka seperti mulut, hidung, dan mata.
  • Jauhkan cairan disinfektan dari makanan atau minuman dan jangkauan anak-anak.
  • Simpan disinfektan di tempat dengan suhu ruangan sekitar 20-22°C (room temperature)
  • Jangan pernah memasukkan cairan disinfektan ke dalam tubuh melalui mulut dan/atau hidung.

Ada pula anggapan bahwa disinfektan dapat 100% membunuh kuman jahat. Padahal, ada beberapa kuman yang justru kebal terhadap zat disinfektan.

Oleh karena itu, walaupun permukaan sebuah benda mati sudah dibersihkan menggunakan cairan disinfektan, bukan berarti Anda bisa sepenuhnya merasa aman.

Terutama sekarang saat pandemi COVID-19, jika sebuah tempat sudah dibersihkan dengan disinfektan, bukan berarti Anda boleh berada di situ tanpa menggunakan masker dan melupakan kebiasaan untuk mencuci tangan.

Apa yang perlu diperhatikan jika ingin membeli atau membuat disinfektan sendiri di rumah?

Saat akan membeli disinfektan, perhatikan kandungan zat aktif yang dapat membunuh kuman seperti

  • Benzoalkunium chloride,
  • Ethanol alcohol (60%-90%),
  • Hydrogen peroxide,
  • Isopropyl alcohol (60%-90%),
  • Quaternary Ammonium,
  • Sodium hypochlorite.

Sampai saat ini belum ada kandungan spesifik atau yang dinilai lebih efektif untuk melawan COVID-19. Namun, ada baiknya memastikan bahwa zat dalam disinfektan yang hendak dibeli memiliki zat aktif dengan properti antimikroba.

Jika Anda tertarik untuk membuat disinfektan sendiri, CDC (Centers of Control and Diseases Prevention) Amerika menyatakan, cairan pemutih rumah tangga yang diencerkan dapat digunakan sebagai cairan disinfektan jika sesuai untuk permukaan yang dituju.

Sebelumnya, pastikan juga untuk:

  • Memeriksa label untuk melihat apakah pemutih yang Anda punya dirancang untuk disinfektan, dan pastikan produk tidak melewati tanggal kedaluwarsanya.
  • Pemutih rumah tangga yang tidak kedaluwarsa akan efektif melawan virus corona bila diencerkan dengan benar.
  • Ikuti instruksi pada label untuk penggunaan. Jangan sekali-kali mencampur pemutih rumah tangga dengan amonia atau pembersih lainnya karena ini dapat menghasilkan zat kimia berbahaya.
  • Membiarkan larutan di permukaan selama minimal 1 menit.

Tahapan pembuatannya cukup sederhana yaitu dengan mencampur 4 sendok teh pemutih per satu liter air (atau sesuai dengan label tertera).

Cairan pemutih akan efektif untuk disinfeksi hingga 24 jam. Sementara untuk campuran lainnya, Anda juga bisa menambahkan 70% alkohol ke dalamnya.

Penggunaan disinfektan memang tak kalah penting dengan tindakan pencegahan lain seperti penggunaan masker, cuci tangan, dan social/physical distancing yang merupakan prioritas mutlak untuk memutus rantai penularan COVID-19. Namun, pahami terlebih dahulu fungsi atau cara kerja disinfektan. Lalu, gunakan secara teliti agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Artikel dari ahli dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

Perhatikan Penggunaan Disinfektan yang Baik Agar Aman dan Efektif Cegah Penyebaran Virus

Sebelum menggunakan disinfektan, ada baiknya Anda memahami cara menggunakan larutan tersebut dengan baik dan benar agar efektif dan tidak memberbahayakan.

Ditulis oleh: dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
cara menggunakan disinfektan
Hidup Sehat, Tips Sehat 2 Juni 2020

Apakah Semua Pasien DBD Perlu Transfusi Ketika Trombosit Turun?

Dalam kondisi tertentu, pasien DBD memerlukan transfusi darah karena trombosit turun. Adapun cara untuk meningkatkan trombosit dengan cara yang alami.

Ditulis oleh: dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
transfusi darah dbd

Yang juga perlu Anda baca

Apa Saja Penyebab Orang Tidak Percaya Keberadaan COVID-19?

Luasnya penyebaran COVID-19 di Indonesia terkait dengan banyak faktor, termasuk persoalan sebagian warga yang tidak percaya keberadaan COVID-19.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Porsi Olahraga Setelah Sembuh dari COVID-19

Olahraga setelah sembuh dari COVID-19 memiliki potensi bahaya. Oleh karena itu harus porsi olahraga harus disesuaikan dengan kondisi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Resepsi Pernikahan di Masa Pandemi, Bagaimana Risiko Penularannya?

Mengadakan resepsi pernikahan di tengah pandemi tetap memiliki risiko penularan COVID-19. Lalu bagaimana cara untuk mengurangi risikonya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Cara Kerja Obat Anti Komplemen untuk Menangani COVID-19?

Para ilmuwan melakukan studi pada obat anti komplemen untuk pasien COVID-19. Kemampuannya menghambat peradangan dipercaya dapat meringankan gejala.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 23 November 2020 . Waktu baca 5 menit