Serba-serbi Efek Plasebo (Obat Kosong)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Plasebo adalah sebuah pengobatan medis yang tampak nyata, namun sebenarnya bukan obat sama sekali. Ini bisa berupa pil, suntikan, atau beberapa jenis lain dari pengobatan “palsu”. Kesamaan semuanya adalah bahwa “obat” ini tidak mengandung zat aktif dan tidak dapat mempengaruhi kesehatan, inilah mengapa plasebo disebut sebagai obat kosong. Para ilmuwan sering menggunakan plasebo selama penelitian untuk membantu mereka memahami efek obat baru dan membedakan mana efek obat yang memang sesungguhnya terjadi, dan mana yang sebenarnya hanya sugesti belaka.

Misalnya, beberapa orang dalam sebuah penelitian mungkin diberikan obat baru untuk menurunkan kolesterol, sedangkan yang lainnya mendapatkan obat kosong atau plasebo. Tak satupun orang dalam studi ini akan tahu apakah mereka mendapatkan obat nyata atau obat palsu. Para peneliti kemudian membandingkan efek dari obat dan obat kosong pada seluruh peserta studi. Dengan cara itu, mereka bisa menentukan efektivitas obat baru dan memeriksa efek samping.

Apa itu efek plasebo?

Kadang-kadang seseorang bisa memiliki respon terhadap plasebo. Respon bisa positif, bisa juga negatif. Ada orang yang memiliki kemajuan pemulihan, ada juga yang memiliki efek samping. Respon inilah yang disebut sebagai efek plasebo. Ada beberapa kondisi di mana obat kosong dapat membuat hasil yang positif, bahkan ketika seseorang tahu bahwa obat yang diminumnya sebenarnya hanya plasebo. Studi menunjukkan bahwa efek plasebo dapat terjadi pada kondisi seperti:

Dalam satu penelitian yang melibatkan asma, orang yang menggunakan inhaler plasebo tidak memiliki efek yang baik pada tes pernapasan dibandingkan dengan duduk dan tidak melakukan apapun. Tapi, ketika peneliti meminta tanggapan mereka mengenai apa yang mereka rasakan, inhaler kosong tersebut dilaporkan efektif sebagai obat yang dapat memberikan bantuan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi efek plasebo

Beberapa faktor yang mempengaruhi efek plasebo, meliputi:

  • Karakteristik obat kosong. Jika pil terlihat asli, orang yang meminumnya lebih mungkin untuk percaya bahwa itu mengandung obat. Penelitian lain menunjukkan bahwa pil berukuran lebih besar memiliki dosis yang lebih kuat daripada pil kecil, dan mereka yang meminum dua pil akan lebih cepat bereaksi dibandingkan hanya menelan satu. Umumnya, suntikan memiliki efek yang lebih kuat dibandingkan dengan pil.
  • Sikap seseorang. Jika seseorang mengharapkan pengobatan berhasil, kemungkinan efek plasebo akan lebih tinggi. Beberapa studi menunjukkan bahwa efek plasebo mungkin masih berlangsung bahkan jika orang tersebut skeptis pada keberhasilan. Kemungkinan besar, kekuatan sugestilah yang bekerja di sini.
  • Hubungan antara dokter dan pasien. Jika seseorang percaya pada dokter mereka, mereka lebih cenderung untuk percaya bahwa obat kosong tersebut akan bekerja.

Kalau plasebo hanya obat kosong, kenapa bisa menimbulkan efek?

Mekaniske fisiologis yang sebenarnya tetap misterius. Beberapa teori yang berusaha menjelaskan efek plasebo, meliputi:

  • Gangguan yang dapat sembuh dengan sendirinya. Banyak kondisi seperti flu biasa yang dapat sembuh sendiri. Mereka akan menyelesaikannya sendiri pula, dengan atau tanpa obat kosong dan obat. Sehingga berakhirnya gejala hanyalah kebetulan.
  • Penyembuhan. Gejala yang berupa gangguan, seperti multiple sclerosis dan lupus, dapat mengalami kemajuan secara bertahap. Penyembuhan selama penggunaan obat kosong mungkin hanya kebetulan, dan itu terjadi bukan karena plasebo sama sekali.
  • Perubahan perilaku. Obat kosong dapat meningkatkan motivasi seseorang untuk merawat diri sendiri lebih baik. Perbaikan diet, olahraga teratur, atau istirahat mungkin adalah penyebab pengurangan gejala mereka.
  • Perubahan persepsi. Interpretasi seseorang pada gejala mereka dapat berubah dengan harapan merasa lebih baik. Misalnya, rasa sakit yang menusuk dapat ditafsirkan sebagai perasaan kesemutan yang tidak nyaman.
  • Pengurangan kecemasan. Minum obat kosong dan berharap untuk merasa lebih baik dapat menenangkan sistem saraf otonom dan mengurangi tingkat kimia stres, seperti adrenalin.
  • Kimia otak. Obat kosong dapat memicu pelepasan bahan kimia penghilang rasa sakit dalam tubuh, bahan kimia otak ini disebut sebagai endorfin.
  • Perubahan kondisi otak. Penelitian menunjukkan bahwa otak merespon gambaran keadaan yang sama seperti pada keadaan sebenarnya. Sebuah plasebo dapat membantu otak dalam mengingat waktu sebelum timbulnya gejala, dan kemudian membawa perubahan fisiologis. Teori ini disebut sebagai “kesehatan yang teringat”.

BACA JUGA:

Yang juga perlu Anda baca