“Minum Antibiotik Harus Sampai Habis”, Anjuran Minum Obat yang Sudah Basi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18/09/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anjuran minum obat antibiotik yang paling umum adalah “diminum sampai habis”. Namun kini beberapa penelitian terbaru menyatakan hal yang sebaliknya. Minum obat antibiotik sampai habis justru bisa menyebabkan tubuh jadi kebal terhadap antibiotik. Maka bila suatu saat nanti Anda memiliki infeksi atau luka lain, tubuh jadi makin sulit sembuh walaupun sudah minum antibiotik. Kok bisa?

Terlalu lama minum antibiotik meningkatkan risiko resistensi antibiotik

Sebuah penelitian baru yang dipublikasi oleh British Medical Journal (BMJ) mengumpulkan pendapat dari 10 pakar kesehatan yang mengatakan bahwa minum antibiotik tetap harus sampai habis, tapi penggunaannya harus sambil dievaluasi dokter — termasuk apakah kondisi Anda sudah membaik atau belum. Jika menurut dokter lama waktu minumnya sudah dirasa cukup sementara kondisi Anda juga sudah cukup OK, Anda dibolehkan untuk berhenti minum antibiotik meski “deadline” habis dosisnya masih lama.

Aturan minum antibiotik sampai habis selama durasi tertentu haruslah dibawah pengawasan ketat dari dokter yang bersangkutan. Pasalnya, kelamaan minum antibiotik dapat menghadirkan risiko resistensi antibiotik.

Antibiotik pada umumnya berfungsi untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri dengan cara membunuh atau menghambat proses pertumbuhan organisme penyebab penyakit (seperti parasit, jamur, dan bakteri). Saat pasien mengonsumsi antibiotik, jenis bakteria yang berbahaya dapat tumbuh di kulit dan usus. Bila penggunaan obat semakin panjang, dikhawatirkan dapat terjadi resistensi antibiotik.

Ketakutan Lleweylyn didorong berdasarkan penjelasan Alexander Fleming, bapak penemu antibiotik penisilin, yang mana dikatakan kalau penggunaan antibiotik bisa memicu penyakit yang lebih berbahaya. Dalam pidato Fleming pada penerimaan hadiah Nobel tahun 1945 pun, ia mengatakan untuk menggunakan penisilin secukupnya saja, tidak berlebihan.

Apa akibatnya kalau minum obat antibiotik terlalu lama?

Seperti yang telah dijelaskan di atas tadi, kalau terlalu lama minum antibiotik atau durasi minum obatnya dibuat terlalu panjang, dikhawatirkan efek sampingnya akan memicu resistensi obat. Resistensi antibiotik alias kekebalan terhadap antibiotik, adalah kemampuan bakteri untuk melawan efek dari obat dan justru semakin menguat. Akibatnya bakteri tidak mati setelah pemberian antibiotik.

Selain itu, dalam artikel BMJ para ahli berpendapat bahwa ketika seorang pasien mengonsumsi antibiotik, kemungkinan akan muncul bakteri berbahaya yang tumbuh di kulit dan usus. Di mana bakteri ini dapat menyebabkan masalah kesehatan lain nantinya. Parahnya lagi di Inggris, diperkirakan ada 12.000 orang meninggal akibat resistensi antibiotik. Lebih mematikan daripada kasus kematian akibat kanker payudara.

Minum antibiotik harus sesuai durasi yang dianjurkan

Namun demikian, bukan berarti Anda bisa seenaknya menghentikan penggunaan antibiotik tanpa sepengetahuan dokter. Salah-salah malah resistensi antibiotik malah terjadi karena durasi minum antibiotik yang terlalu pendek.

Professor Helen Stokes-Lampard, ketua perhimpunan dokter umum di UK (Royal College of GPs) mengatakan bahwa penentuan durasi minum antibiotik bukanlah tanpa dasar. Perbedaan durasi minum antibiotik memang berbeda-beda berdasarkan jenis dan tingkat keparahan penyakit. Contohnya, untuk infeksi saluran kemih sering kali meminum antibiotik selama 3 hari cukup untuk membunuh bakteri. Namun untuk infeksi tuberkulosis yang disebabkan bakteri tahan asam, enam bulan merupakan durasi pemakaian antibiotik yang minimal dan selanjutnya perlu evaluasi sebelum memutuskan pemberhentian antibiotik.

Baiknya,  jika Anda diberi antibiotik coba tanyakan kepada dokter, seberapa lama durasi minum antibiotik yang diperlukan. Jangan lupa juga tanyakan, apabila kondisi Anda mulai membaik, apakah obat antibiotik harus tetap diminum atau dihentikan. Karena pada dasarnya, konsumsi antibiotik tiap orang berbeda-beda, tergantung pada riwayat dan kondisi kesehatan masing-masing.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil yang Mengganggu

Poliuria membuat Anda sering buang air kecil sehingga bisa mengganggu kegiatan sehari-hari. Ini cara mudah mengatasi sering buang air kecil akibat poliuria.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

Anyang-anyangan alias infeksi saluran kencing membuat Anda sering kebelet dan terasa sakit saat buang air kecil. Apa saja penyebab infeksi saluran kencing?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Urologi Lainnya 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Nokturia, Penyebab Sering Buang Air Kecil pada Malam Hari

Nokturia adalah kondisi yang membuat Anda sering kencing pada malam hari. Pelajari gejala, penyebab, dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Hati-hati, tidak menjaga kesehatan kandung kemih membuat Anda rentan kena berbagai gangguan sistem kemih seperti infeksi saluran kencing hingga kanker.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bibir gatal

7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
rileksasi tubuh

5 Cara Sederhana untuk Relaksasi Sehabis Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit
mengobati infeksi saluran kencing obat cefixime antibiotik

7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit
cara menghilangkan varises dengan skleroterapi

Sering Menggoyang-goyangkan Kaki Saat Tidur? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 3 menit