Kenali Ciri-Ciri Pria yang Sedang Cemburu dalam Suatu Hubungan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Rasa cemburu memang sangat umum terjadi dalam sebuah hubungan. Perasaan ini dapat muncul pada pria maupun wanita. Akan tetapi, terdapat beberapa tanda yang muncul khusus pada pria yang menandakan bahwa ia sedang cemburu berat. Apa saja, ya?

Bagaimana rasa cemburu muncul?

Sebelum mengetahui apa saja tanda-tanda pria sedang cemburu berat, mari simak terlebih dahulu mengapa rasa cemburu bisa muncul dalam sebuah hubungan.

Cemburu bukanlah suatu perasaan yang bisa Anda atur. Perasaan ini muncul secara alami dan dapat terjadi pada semua orang.

Kecemburuan muncul karena adanya keinginan untuk menutupi perasaan dan sikap orang lain yang dianggap menyakitkan oleh Anda.

Biasanya, hal ini terjadi akibat adanya rasa malu, tidak aman, dan kepemilikan yang hadir di dalam sebuah hubungan. Oleh karena itu, Anda sering merendahkan dan membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Ketidakpercayaan diri sering menjadi akar dari munculnya perasaan cemburu, baik di dalam hubungan asmara maupun hubungan lainnya.

Walaupun tidak berbahaya, perasaan yang sering dinilai sebagai bentuk kasih sayang ini bisa berpengaruh besar terhadap hubungan Anda.

Itu sebabnya, mengetahui ciri-ciri pria yang sedang cemburu merupakan langkah yang baik sehingga Anda dapat mengatasi masalah yang muncul akibat rasa cemburu.

Tanda bahwa seorang pria sedang cemburu berat

1. Suka menuduh tidak jelas

saat bertengkar dengan pasangan

Salah satu pemicu munculnya rasa cemburu adalah rasa cemas dan takut. Jika seorang pria merasa tidak aman dan takut dalam hubungan asmaranya, kebiasaan menuduh pasangannya menjadi sering dilakukan.

Hal tersebut terjadi karena pria tersebut merasa tidak berdaya dan menyebabkan mereka membuat tuduhan yang tidak berdasar.

Misalnya, Anda sering bepergian dengan rekan kerja yang memang masih dalam satu tim dan harus sering bersama-sama. Menurut pasangan Anda, Anda terlalu banyak menghabiskan waktu dengan teman Anda tersebut.

Nah, dari sinilah kemudian muncul berbagai spekulasi dan tuduhan tidak jelas, seperti kemungkinan Anda berbohong sampai selingkuh.

Oleh karena itu, pria yang suka menuduh macam-macam tanpa bukti yang jelas biasanya akan minta untuk terus diyakinkan bahwa Anda hanya mencintai dirinya.

Jika tanda ini sudah muncul, bisa jadi memang pria tersebut sudah mulai terbakar cemburu.

2. Muncul sifat posesif

pacar posesif

Sadarkah Anda bahwa pria yang posesif terhadap pasangan juga merupakan tanda cemburu?

Posesif merupakan sifat seseorang yang senang membatasi gerak-gerik pasangannya. Ke mana pun Anda pergi dan bersama siapa saja, Anda harus selalu melapor. Jika diamati dengan saksama, sifat posesif ini sering menjadi sumber masalah dari pertengkaran Anda berdua.

Tentu saja Anda pastinya lama-lama akan merasa gerah memiliki pasangan posesif. Akibatnya, Anda pun akan sering bertengkar karena memperjuangkan kebebasan Anda.

Walaupun terlihat tidak berbahaya, Anda juga harus waspada bahwa sifat ini bisa menjadi awal mula hubungan yang tidak sehat.

Apabila pria yang Anda cintai mulai suka mengatur cara berpakaian, dengan siapa Anda harus bepergian, hingga membatasi komunikasi dengan teman Anda, waspadalah. Batasan memang berguna untuk menciptakan kenyamanan di antara Anda dan pasangan, tetapi jika berlebihan tentu hal ini membuat Anda merasa terkekang.

3. Mengasingkan Anda dengan orang lain

pasangan yang pasif agresif

Salah satu tanda bahwa pria sedang cemburu berat adalah mulai menjauhkan Anda dengan orang lain, khususnya lawan jenis.

Para pria ini biasanya tidak ingin Anda menghabiskan waktu dengan siapa pun, termasuk keluarga dan teman. Mereka menginginkan Anda hanya untuk diri mereka saja.

Misalnya, pasangan Anda mulai melarang untuk bertemu dengan teman-teman atau keluarga Anda. Jika Anda sudah menikah, ia bahkan mungkin tidak memperbolehkan Anda untuk sering-sering berkunjung ke rumah orangtua atau sekedar berkumpul dengan sahabat.

Perilaku tersebut dilakukan agar Anda tidak lagi memiliki tempat bernaung selain dirinya. Jika Anda bertengkar dengan pasangan, tentu saja Anda akan mencari orang lain untuk dimintai saran.

Hal yang paling pria takutkan adalah adanya orang lain yang menyarankan untuk meninggalkan dirinya.

Oleh karena itu, ‘pengasingan’ ini dilakukan agar pasangan Anda memiliki kontrol penuh atas diri Anda. Anda pun tidak lagi memiliki orang yang bisa diandalkan, selain dirinya.

Kecemburuan pada pria dapat diatasi secara perlahan-lahan

Ketiga tanda yang menunjukkan bahwa pria Anda sedang cemburu memang sulit untuk dideteksi sebagai suatu bahaya. Bisa saja ia mengatakan bahwa begitulah caranya menunjukkan kasih sayang.

Oleh karena itu, berikut adalah beberapa cara yang mungkin bisa Anda lakukan untuk memperbaiki hubungan yang tidak sehat akibat rasa cemburu.

1. Membicarakan masalah dengan baik dan tenang

salah paham dengan pasangan

Salah satu cara untuk keluar dari masalah ini adalah membicarakannya dengan tenang. Hal ini dilakukan agar ada salah satu pihak yang pikirannya masih jernih dan bisa memecahkan masalah bersama-sama.

Hindari pertengkaran dan jangan bersikap defensif terhadap perilaku yang Anda perbuat. Oleh karena itu, menyelesaikannya dengan kepala dingin adalah kunci untuk mengatasi pria yang suka cemburu.

2. Membuat aturan bersama

pasangan berpegangan tangan

Hubungan dilakukan berdua, bukan Anda atau pasangan berjalan sendiri. Oleh karena itu, bersama-sama mencari jalan keluar dari masalah ini merupakan langkah yang baik.

Cobalah untuk membuat beberapa aturan yang saling menguntungkan bagi Anda dan pasangan. Hal ini bertujuan agar Anda berdua tidak merasa ‘terkecoh’ oleh situasi, apalagi pria yang mudah cemburu sering merasa tidak aman.

Oleh karena itu, membuat aturan setidaknya dapat membangun sebuah jaminan di antara kalian berdua untuk menyelamatkan hubungan ini.

Pada dasarnya, cemburu memang wajar terjadi dalam sebuah hubungan. Akan tetapi, jika dilihat dari tanda yang sudah dijelaskan, tentu saja hal tersebut bisa menjadi awal mula dari hubungan yang tidak sehat.

Membicarakan baik-baik memang menjadi kunci, tetapi jika sudah tidak bisa diperbaiki dan kekerasan fisik serta verbal sudah dimulai, Anda mungkin harus berpikir ulang. Apakah hubungan ini memang harus diakhiri atau masih bisa diselamatkan. 

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juli 1, 2019 | Terakhir Diedit: Juni 26, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca