5 Tips Menghadapi Pacar Defensif yang Tidak Pernah Mau Mengaku Salah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pertengkaran adalah hal yang lumrah dalam hubungan asmara. Hubungan Anda dan pasangan pada akhirnya akan kembali membaik setelah saling memahami dan memaafkan. Namun, bagaimana jika Anda menghadapi pasangan defensif yang tidak pernah mau mengaku salah?

Menghadapi pasangan yang tidak mau mengaku salah

Manusia secara alamiah akan membela dirinya saat menghadapi konflik. Meski begitu, sikap membela diri terkadang bisa berubah menjadi perilaku defensif.

Orang yang defensif menganggap kata-kata, kritik, dan saran dari orang lain sebagai suatu serangan. Ia merasa harus melindungi diri dari serangan tersebut. Caranya dengan menolak mentah-mentah, memberikan respons yang kasar, dan tidak mau mengaku salah.

Semua orang bisa menjadi sosok yang defensif, termasuk pasangan Anda. Jika pasangan Anda memiliki karakter tersebut, berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan:

1. Jangan menyalahkan

Semakin Anda bersikeras ia bersalah, semakin kecil kemungkinan pasangan Anda untuk mengaku salah. Walaupun pasangan Anda memang bersalah, hindari kata-kata seperti “tidak mau mengerti” atau “selalu merasa benar” saat terjadi konflik.

Kata-kata ini terdengar seperti kritik yang sangat tajam bagi seorang pasangan yang defensif. Akibatnya, satu-satunya respons yang muncul dalam pikiran pasangan Anda adalah bagaimana cara melindungi dirinya dari perkataan Anda.

2. Jangan berdiam diri

Pertengkaran tentu menimbulkan emosi negatif dan membuat suasana menjadi canggung. Anda bahkan bisa marah kepada pasangan hanya dengan melihat atau berbicara dengannya. Akhirnya, Anda dan pasangan malah memutuskan untuk saling berdiam diri.

Berdiam diri tidak akan menguntungkan siapa pun. Anda terus diliputi amarah, sedangkan pasangan Anda tetap defensif dan tidak mau mengaku salah. Cobalah menenangkan diri sejenak, lalu sampaikan dengan jelas apa yang Anda rasakan.

3. Ucapkan kata-kata positif

Anda tentu dipenuhi amarah, tapi membalas sikap pasangan dengan amarah hanya akan memperkeruh suasana. Walaupun sulit, cobalah mengawali dengan kata-kata positif seperti, “Kamu adalah pasangan yang baik dan aku mengatakan hal ini karena peduli….”

Jika pasangan Anda memperbaiki perilakunya, jangan lupa menunjukkan bahwa Anda menghargai hal tersebut. Ini merupakan hal positif yang berpotensi mengurangi sikap defensif pasangan Anda. Dengan begitu, ia bisa bersikap lebih baik saat terjadi konflik.

4. Memahami penyebabnya

Ada banyak faktor yang membuat orang dewasa sekalipun tidak mau mengaku salah, di antaranya trauma masa kecil. Bagi beberapa orang, pengalaman buruk semasa kecil bisa berdampak sangat besar terhadap kondisi emosionalnya.

Pasangan Anda akhirnya membangun dinding pertahanan dalam bentuk sikap defensif. Ia menolak semua hal yang mengingatkannya pada pengalaman pahit semasa kecil. Memahami penyebab pasangan Anda bersikap demikian akan memudahkan Anda untuk menemukan solusinya.

5. Ungkapkan perasaan Anda

Sekalipun ada sederet alasan yang menyatakan bahwa Anda benar, pasangan yang sulit mengaku salah akan tetap mempertahankan pendapatnya. Pada situasi ini, jangan terfokus untuk menyatakan alasan logis mengapa Anda benar. Sampaikanlah apa yang Anda rasakan.

Orang yang defensif terkadang terlalu fokus memenangkan perdebatan sehingga mengabaikan perasaan pasangan sendiri. Menyampaikan perasaan Anda akan membuatnya paham bahwa memenangkan debat bukanlah segalanya.

Menghadapi pasangan yang defensif adalah tantangan tersendiri dalam suatu hubungan asmara. Pasalnya, ikatan emosional yang seharusnya dibangun dengan prinsip saling memahami justru diwarnai dengan sikap mau menang sendiri.

Anda tidak dapat mengubah karakter pasangan seperti membalikkan telapak tangan, tapi cara di atas dapat membantu jalannya komunikasi menjadi lebih baik. Dengan begitu, Anda bisa menghadapi sikap pasangan sekaligus menjaga hubungan tetap langgeng.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sering Bertengkar dengan Pasangan, Wajar Tidak Ya?

Sering bertengkar dengan pasangan memang membuat suasana hati kurang baik. Tetapi, apa benar hal itu pertanda Anda sedang menjalani hubungan yang buruk?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Seks & Asmara 15 September 2019 . Waktu baca 6 menit

3 Hal yang Perlu Dilakukan Ketika Pasangan Mendiamkan Anda Saat Marah

Pasangan yang "hobi" diam seribu bahasa saat sedang marah lama-lama membuat Anda gerah dan bingung harus bagaimana? Intip di sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 14 September 2019 . Waktu baca 4 menit

Pacar Bau Badan? Begini Cara Bijak Memberi Tahu Tanpa Menyakiti Hatinya

Punya pasangan yang bau badan tentu bikin pusing tujuh keliling. Mau jujur rasanya sungkan, tapi kalau disimpan saja dalam hati jadi keki. Harus bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Seks & Asmara 23 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit

6 Langkah Tepat Menghadapi Pasangan Dengan Bipolar Disorder

Bukan Tidak mungkin hubungan tetap langgeng dan harmonis meski pasangan mengalami bipolar. Begini cara menghadapi pasangan yang mengalami bipolar.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Psikologi 19 Mei 2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab rasisme

Apa Penyebab Rasisme yang Masih Terjadi di Sekitar Kita?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 5 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Tidak Pernah Bertengkar dengan Pasangan

Tidak Pernah Bertengkar dengan Pasangan, Apakah Pertanda Hubungan Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 13 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
cara mengatasi pasangan ngambek

Hadapi Pasangan yang Ngambek dengan 5 Cara Ini

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 15 November 2019 . Waktu baca 4 menit
pasangan suka mengeluh

Kesal Pasangan Suka Mengeluh? Hadapi dengan 5 Tips Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit