Intip Cara Kerja Oksitosin, Hormon Cinta yang Bikin Anda Lengket Dengan Pasangan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kata siapa tidak ada penjelasan ilmiah bagaimana rasa cinta itu datang. Sebenarnya, di dalam tubuh Anda ada pengatur rasa cinta yang dikenal sebagai hormon oksitosin. Oksitosin adalah hormon yang berperan dalam sistem reproduksi, proses persalinan, menyusui, interaksi sosial, serta perilaku seseorang. Jumlah oksitosin akan meningkat ketika Anda berinteraksi dengan orang yang Anda sayangi, misalnya saat berpelukan atau berhubungan intim. Ini sebabnya oksitosin juga sering disebut sebagai “hormon cinta”.

Lalu, apa lagi peran hormon oksitosin dalam hubungan asmara Anda? Berikut penjelasannya.

Bagaimana hormon oksitosin memengaruhi hubungan asmara?

Ketika hormon oksitosin diproduksi, maka hal ini akan memengaruhi perilaku kognitif dan emosional Anda. Biasanya, saat oksitosin ini muncul, Anda akan merasa rileks, emosi lebih stabil, dan rasa cemas berkurang. Sebuah penelitian dalam jurnal Psychopharmacology bahkan menemukan bahwa oksitosin dapat menimbulkan sikap percaya, hangat, dan ramah dalam suatu hubungan.

Selain itu, oksitosin adalah komponen kimiawi otak yang membuat Anda dapat beradaptasi dalam situasi yang emosional. Misalnya ketika Anda melakukan aktivitas seksual dengan pasangan. Hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari ini akan meningkatkan rangsangan seksual dan membuat Anda merasa lebih dekat dengan pasangan saat berhubungan intim.

Uniknya, penelitian sejenis pada tahun 2013 menunjukkan bahwa oksitosin dapat meningkatkan kesetiaan laki-laki kepada pasangannya. Hormon cinta ini meningkatkan aktivasi sistem umpan-balik positif pada otak. Efeknya, persepsi positif laki-laki terhadap penampilan pasangannya kian meningkat sehingga ia beranggapan bahwa pasangannya lebih menarik dibandingkan wanita lain.

Melalui beragam efeknya, oksitosin membantu membangun ikatan emosional yang kuat antara Anda dan pasangan. Emosi positif yang timbul turut memperkuat ikatan tersebut dan menciptakan koneksi jangka-panjang. Inilah salah satu alasan mengapa pasangan yang telah menghabiskan waktu bersama selama bertahun-tahun bisa tetap langgeng walaupun tidak lagi merasakan luapan cinta seperti kali pertama bertemu.

Dampak jika jumlah hormon oksitosin tidak normal

Hormon cinta ini baru akan dilepas ketika tubuh mendapatkan stimulus alias rangsangan. Contohnya, kontraksi otot rahim saat persalinan akan merangsang produksi oksitosin. Hormon ini kemudian meningkatkan frekuensi dan intensitas kontraksi otot rahim sehingga mempermudah persalinan. Mekanisme serupa pun terjadi saat Anda berinteraksi dengan pasangan.

Namun, jumlah hormon oksitosin yang tidak seimbang juga dapat menimbulkan masalah kesehatan. Jumlah hormon oksitosin yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan prostat tumbuh membesar dan membengkak. Meski jinak dan tidak berbahaya, prostat yang membesar ini dapat membuat laki-laki sulit buang air kecil.

Sementara itu, hormon oksitosin yang terlalu rendah akan menghambat refleks pengeluaran ASI pada payudara dan disinyalir berhubungan dengan munculnya gejala depresi. Hubungan antara oksitosin dan gejala depresi belum banyak dibuktikan dalam penelitian. Jadi, temuan ini masih membutuhkan lebih banyak penelitian pendukung.

Oksitosin adalah faktor biologis yang penting untuk menjaga hangatnya hubungan asmara, tapi hormon cinta bukanlah satu-satunya penentu keharmonisan hubungan Anda dengan pasangan. Ada begitu banyak faktor yang dapat memengaruhinya, dan faktor-faktor ini bisa berbeda-beda pada setiap pasangan.

Komunikasi yang baik dan efektif tetap memegang peranan penting untuk menjaga hubungan Anda tetap harmonis. Bangunlah hubungan yang sehat dengan saling memberikan perhatian dan rasa menghargai antara satu sama lain. Atasi konflik-konflik yang terjadi dengan baik agar tidak berlarut-larut. Ungkapkan pula rasa terima kasih Anda pada pasangan atas berbagai hal positif yang ia berikan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Psst, Cowok Humoris Katanya Lebih Jago di Ranjang Lho!

Cowok humoris tidak hanya menjauhkan Anda dari kata bosan dalam hubungan, tapi juga dapat memberikan kepuasan seksual yang lebih besar. Bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 Maret 2019 . Waktu baca 3 menit

Harus Berapa Kali Berhubungan Seks dalam Seminggu Agar Tetap Intim?

Seks adalah salah satu fondasi utama untuk menjaga rumah tangga tetap awet. Lantas harus berapa kali berhubungan seks dalam seminggu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Seks & Asmara 23 Desember 2018 . Waktu baca 5 menit

Tips Bercinta Tanpa Rasa Sakit untuk Wanita yang Punya Endometriosis

endometriosis bisa menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seks. Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Baca tipsnya di artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Seks & Asmara 26 September 2018 . Waktu baca 4 menit

Tidak Gonta-ganti Pasangan Tetap Bisa Kena Penyakit Kelamin. Kenapa?

Salah satu cara mencegah penyakit kelamin adalah tidak bergona-ganti pasangan seks. Namun, itu bukan jaminan Anda terbebas dari penyakit ini. Kok bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Seks & Asmara 15 September 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencuri waktu untuk berhubungan seks

Tips Mencuri Waktu Berhubungan Seks Setelah Punya Anak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14 September 2020 . Waktu baca 3 menit
bdsm dan kekerasan seksual

Seks BDSM Tidak Sama dengan Kekerasan Seksual

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2020 . Waktu baca 6 menit
seks setelah bertengkar

Setelah Bertengkar Hebat, Dapatkah Seks Menyelesaikan Masalah?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
cara agar pria tahan lama di ranjang

Khusus untuk Pria, Ini 5 Cara Agar Berhubungan Intim Tahan Lama

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 17 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit