3 Hal yang Harus Anda Tanyakan Pada Diri Sendiri Ketika Mulai Ragu Dengan Si Dia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Ketika Anda dan pasangan sudah cukup lama menjalani hubungan asmara, akan ada masanya di mana Anda mulai meragukan hubungan Anda berdua. Entah itu meragukan ketulusan pasangan, atau ragu mau dibawa ke arah mana hubungan ini. Wajar saja untuk sesekali merasa ragu dengan pasangan, meski Anda yakin benar-benar mencintai dirinya.

Namun, bukan berarti keraguan tersebut harus dibiarkan sampai menggerogoti batin Anda. Keraguan, ketakutan, dan ketidakyakinan yang dipendam sendiri malah bisa mengancam harmonisnya hubungan asmara Anda berdua. Bahkan menurut Gail Grace, LCSW., seorang terapis rumah tangga Amerika, keraguan tersebut juga bisa merusak kehidupan pribadi Anda. Sebelum membicarakannya terus terang dengan pasangan Anda, baiknya tanyakan dulu tiga hal ini pada diri sendiri.

Ketika mulai merasa ragu dengan pasangan, tanyakan ini dulu pada diri sendiri

Mungkin saat ini Anda sedang merasa ragu dengan pasangan dan yakin benar ada yang salah dalam hubungan Anda berdua, meski Anda sendiri tidak tahu alasan pastinya. Namun, cobalah luangkan sedikit waktu untuk merenung.

1. Apakah rasa cemas itu hanya terpusat pada hubungan Anda saat ini, atau berasal dari sumber lain?

Jika Anda tidak pernah merasa sampai secemas ini semasa menjalani hubungan-hubungan Anda yang sebelumnya, cari tahu kenapa hubungan yang sekarang bisa menyebabkan hal ini. Mungkin, Anda merasa sikap pasangan Anda yang sekarang tidak begitu serius atau sulit dipercaya. Mungkin juga rasa waswas dan khawatir muncul karena hubungan Anda berdua masih seumur jagung, sehingga butuh waktu lebih untuk bisa lebih mengenal masing-masing pribadi luar-dalam.

Namun, apabila keraguan dan kecemasan itu terus-terusan muncul bahkan semenjak hubungan yang dulu-dulu, mungkin masalahnya ada pada diri Anda sendiri. Misalnya, Anda adalah tipe orang yang ingin diasuh atau diperhatikan oleh orang lain. Nah, ketika pasangan Anda adalah pribadi yang cuek, maka bukan tidak mungkin Anda merasa ragu dan tidak aman selama menjalani hubungan tersebut karena merasa tidak diperhatikan.

Atau mungkin sebaliknya: Anda adalah orang yang cenderung mendominasi hubungan dan merasa pasangan Anda yang sekarang lebih sulit dikendalikan dibanding dengan pasangan sebelumnya. Pasangan yang “berontak” ini membuat Anda merasa ragu dan cemas tentang posisi Anda dalam hubungan tersebut.

Setelah Anda memahami sumber kecemasan Anda, Anda akan lebih siap untuk mengatasi masalah. Jelaskan bagaimana perasaan Anda mengenai keraguan tersebut untuk sama-sama berkompromi mencari solusi yang lebih baik.

2. Bagaimana perasaan Anda terhadap pasangan?

Coba tanyakan pada diri sendiri: apa yang anda rasakan ketika berada di dekat pasangan, dan menurut Anda pribadi, pasangan Anda itu adalah orang yang seperti apa? Misalnya, apakah Anda menyukai cara dia memperlakukan Anda, atau apakah Anda merasa nyaman setiap kali mengobrol dengannya, atau justru Anda merasa ada yang aneh saat melihatnya bergaul dalam kehidupan sehari-hari.

Jika jawaban Anda atas keduanya mengandung kesan negatif, tanyakan lagi pada diri Anda: benarkah itu yang tulus Anda rasakan, atau hanya karena terbutakan emosi sesaat? Cobalah untuk benar-benar obyektif dalam memikirkan jawabannya.

Jika sudah menemukan jawabannya, kemudian tanyakan pada diri apakah Anda bisa menerima pasangan dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ia miliki. Pertimbangkan baik-baik apakah hal-hal yang selama ini menganggu pikiran Anda dan menjadi penyebab keraguan Anda masih bisa terselesaikan atau justru sebaliknya?

membantu pasangan depresi

3. Apakah Anda dan pasangan mengekspresikan rasa cinta dengan cara yang berbeda?

Setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk mengekspresikan rasa cinta mereka pada pasangannya. Meski begitu, ini bisa mengundang keraguan.

Misalnya, Anda menunjukkan rasa cinta Anda dengan rutin mengirim pesan “I love you” setiap pagi sebelum berangkat kerja dan sebelum tidur malam. Sementara itu, pasangan Anda justru mengungkapkan cintanya lewat tindakan halus (yang kadang mungkin Anda lewatkan) tanpa berkata-kata. Ketika Anda mengirim pesan tersebut, Anda tentu mengharapkan balasan yang serupa tapi pasangan Anda menganggapnya terlalu gombal, sehingga mungkin membalasnya sekadar formalitas “U too” atau bahkan tidak membalasnya sama sekali.

Ini bisa memupuk keraguan dalam diri Anda tentang ketulusan pasangan “Dia sayang sama aku tidak, sih?” yang ujung-ujungnya bisa berakhir pada pertengkaran sengit — padahal sih tidak perlu. Beda bahasa cinta tidak masalah. Anda hanya perlu saling mengerti bahwa setiap orang memiliki cara spesialnya sendiri untuk mengungkapkan rasa cinta. Semuanya kembali pada Anda apakah bisa menerimanya atau tidak.

Saat Anda berhasil mencari tahu apa yang menyebabkan Anda merasa ragu dengan pasangan, Anda bisa mempertimbangkan langkah apa yang akan diambil: Apakah melanjutkannya dengan melakukan perubahan (baik pada diri sendiri, pasangan, dan juga hubungan tersebut) atau justru mengakhirinya dengan segala pertimbangan matang yang telah Anda berdua diskusikan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Tips Hadapi Pasangan LDR yang Sedang Marah

Menghadapi pasangan LDR yang sedang marah tentu tidak semudah langsung menemuinya. Lantas, apa yang bisa dilakukan agar hubungan kembali hangat?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 2 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit

Codependent Relationship, Ketika Anda Terlalu Banyak Berkorban Demi Pasangan

Mengutamakan kebahagiaan pasangan memang baik. Namun, selalu berkorban demi pasangan juga tidak dianjurkan. Mengapa begitu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 22 November 2019 . Waktu baca 4 menit

Hadapi Pasangan yang Ngambek dengan 5 Cara Ini

Pasangan yang merajuk tiba-tiba tanpa sebab memang bikin bingung. Supaya tidak salah langkah, cari tahu cara mengatasi pasangan ngambek di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 15 November 2019 . Waktu baca 4 menit

Inilah 4 Tanda Bahwa Anda Menjalin Pertemanan yang Buruk

Tidak semua hubungan pertemanan itu memberi kebaikan. Ada juga yang berdampak buruk. Simak tanda-tanda hubungan pertemanan yang buruk berikut ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Psikologi 16 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

waktu bercinta terbaik

Waktu Bercinta Terbaik Bagi Pasangan Usia 20, 30, dan 40-an

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
hubungan asmara penderita adhd

Selain Hubungan Seks, Ada Masalah Hubungan Asmara pada Penderita ADHD

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Biasakan Tidur Bersama Pasangan Anda agar Lebih Nyenyak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 6 April 2020 . Waktu baca 5 menit
Tidak Pernah Bertengkar dengan Pasangan

Tidak Pernah Bertengkar dengan Pasangan, Apakah Pertanda Hubungan Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 13 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit