Mengatasi Trauma Memulai Hubungan Baru Setelah Bercerai

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Perceraian kadang bisa menyebabkan seseorang trauma untuk memulai hubungan baru. Trauma ini wajar terjadi. Pasalnya, perpisahan bukannya mustahil membentuk luka yang mendalam dalam diri dan sulit untuk “disembuhkan” sendiri. Namun, tidak perlu khawatir. Berikut adalah beberapa cara mengatasi trauma bercerai, agar Anda tidak perlu lagi ragu memulai hubungan baru.

Cara dasar untuk mengatasi trauma setelah bercerai

Mengatasi trauma pasca perceraian membuat Anda berani membuka hubungan baru setelah sebelumnya sempat gagal. Dengan mengatasi trauma, Anda pun dapat belajar banyak dari kegagalan masa lampau dan menjadikannya kesempatan untuk berkembang lebih baik lagi. 

Berikut ini adalah cara mengatasi trauma setelah bercerai.

1. Mengakui bahwa bercerai membuat trauma

Pertama, Anda bisa mengakui pada diri sendiri, bahwa perceraian merupakan hal traumatis yang pernah Anda alami. 

Dengan mengakui ini setidaknya Anda masuk ke tahap penerimaan diri. Penerimaan diri yang baik dapat membuka pintu pikiran dan perasaan Anda untuk bisa ikhlas dan melanjutkan kehidupan ke depannya. 

2. Silakan bersedih

Mengalami rasa kecewa, dikhianati, atau patah hati bisa membuat seseorang selalu ingin menangis. Tidak perlu malu untuk menangis. Pasalnya, menangis adalah sebuah ekspresi perasaan Anda atas kekecewaan apa yang Anda pernah alami . 

Dengan mengekspresikan perasaan Anda yang sedang bersedih setidaknya itu bisa membuat hati lega dan Anda bisa mengambil langkah selanjutnya untuk mengatasi trauma setelah bercerai. 

3. Pergi ke psikolog

Untuk mengatasi trauma setelah bercerai selanjutnya, Anda bisa konsultasi ke psikolog. Seseorang seharusnya tidak pernah berduka sendirian. Anda bisa menceritakan kisah trauma Anda dan menyelesaikan masalah tersebut dengan psikolog.

Nantinya psikolog akan mendengar dan membantu mencari cara, misalnya terapi, agar trauma Anda bisa sembuh dan tidak semakin parah. 

4. Bergabung ke support group

Selama mengalami masa-masa stres sehabis bercerai ini, Anda butuh bantuan dari orang-orang yang setidaknya punya pengalaman sama dengan Anda.

Dukungan dari kelompok atau circle yang tepat dapat menenangkan sembari menyadarkan Anda bahwa Anda tidak sendirian mengalami perceraian.

Saat berkunjung ke psikolog, minta saran dan rekomendasi organisasi atau kelompok pendukung mana yang bisa Anda coba masuki untuk mencari tempat rasa tenang sementara.

Ini bisa menjadi cara mengatasi trauma setelah bercerai dan membantu Anda melewati hari-hari yang berat.

Lalu, bagaimana tips untuk memulai hubungan baru?

Setelah dapat mengatasi trauma yang Anda alami karena bercerai, Anda bisa memutuskan untuk mau menjalin hubungan baru lagi atau tidak.

Meski telah bercerai dan gagal dalam berumah tangga, bukan berarti kesempatan Anda untuk merasakan cinta dan bahagia akan sirna selamanya. Berikut adalah beberapa tips singkat untuk memulai hubungan baru:

1. Tunggu dulu sampai Anda resmi bercerai

Pastikan dulu Anda telah resmi bercerai dari pasangan Anda. Pasalnya, status hubungan yang jelas akan mempermudah Anda untuk hidup mandiri atau berpasangan lagi ke depannya.

Ini juga menghindari pasangan baru Anda agar nantinya tidak disangka sebagai perusak rumah tangga Anda dan mantan pasangan. 

2. Cari tahu alasan kenapa butuh punya hubungan baru lagi

Setelah bisa mengatasi trauma akibat bercerai, kini Anda punya tugas untuk menanyakan pada diri sendiri. Cari tahu alasan kenapa Anda butuh punya hubungan baru lagi.

Apabila Anda merasa butuh berpasangan karena marah, sedih, kesepian, dan butuh orang lain untuk mengobati trauma Anda, itu salah.

Anda belum bisa berdamai dengan masalah dan juga trauma Anda. Anda tidak bisa menggantungkan atau berharap orang lain bisa memperbaiki luka di hati Anda. Sedangkan apabila Anda merasakan bahwa Anda mau berbagi kasih sayang dengan orang lain, mau menerima sayang dari orang lain tanpa membandingkan dengan masa lalu, tandanya Anda siap untuk hubungan baru.

3. Pelan-pelan asal pasti

Usai berdamai dengan diri sendiri dan bisa mengatasi trauma yang Anda alami setelah bercerai, ada baiknya tidak perlu buru-buru punya pasangan lagi. Tidak disarankan untuk memaksakan diri dekat orang lain tanpa pertimbangaan perasaan yang pasti.

Biarkan perasaan Anda mengalir dan insting atau naluri Anda menentukan seseorang mana yang baik dan cocok untuk menjadi teman hidup Anda selanjutnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Telat haid memang bisa jadi ciri hamil, tapi bisa juga tidak. Jadi berapa lama sejak telat datang bulan bisa menjadi pertanda kehamilan. Cek di sini ya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Setiap orang memiliki intuisi, sebagian mempercayai intuisinya dan sebagian lagi tidak. Sebenarnya, apa itu intuisi? Dan kenapa kita perlu mengikutinya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
efek samping imunisasi

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
obat sakit gigi

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit
cara masturbasi wanita

Panduan Masturbasi Aman untuk Perempuan, Bagaimana Caranya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit