Masturbasi Dulu Sebelum Bercinta, Benarkah Bikin Cepat Klimaks?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18/08/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Masturbasi merupakan seks solo yang yang identik dilakukan oleh orang yang belum memiliki pasangan. Meski begitu, melakukan masturbasi setelah menikah, yang berarti Anda sudah aktif secara seksual, ternyata menyimpan berbagai manfaat baik. Nah bagaimana kalau melakukan masturbasi sebelum berhubungan seks, bisakah menjamin Anda jadi makin tahan lama di ranjang?

Benarkah masturbasi sebelum seks bikin makin menggairahkan?

masturbasi turunkan berat badan

Pria dan wanita sama-sama memiliki hormon testosteron di dalam tubuhnya, meski dalam jumlah yang berbeda. Kadar hormon testosteron yang meningkat biasanya diiringi dengan melonjaknya hasrat seksual Anda, khususnya bagi pada pria.

Kadar hormon testosteron ini dapat meningkat naik secara alami ketika Anda melakukan masturbasi dan hubungan seksual. Baru setelah orgasme tercapai, kadar hormon testosteron akan menurun dengan sendirinya.

Oleh karena itu, melakukan masturbasi sebelum seks mungkin dianggap sebagai “pembuka” agar sesi bercinta nantinya makin intim. Di sisi lain, masturbasi juga diyakini dapat membantu melepaskan ketegangan sebelum masuk ke sesi seks yang sesungguhnya.

Dengan begitu, nantinya klimaks akan lebih mudah tercapai dan tentu saja lebih nikmat. Pasalnya, beberapa orang mungkin memilih untuk melakukan masturbasi terlebih dahulu sebelum seks, karena merasa perubahan kadar hormon di dalam tubuhnya dapat menghambat gairah seksualnya.

Itu sebabnya, rasanya butuh usaha ekstra untuk mendapatkan orgasme dengan mudah saat berhubungan seks. Alasan lainnya, masturbasi dipercaya bisa membantu melumasi vagina bagi wanita, sehingga lebih nyaman ketika nantinya berhubungan seks dengan pasangan.

Terlepas dari berbagai alasan tersebut, nyatanya sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang cukup kuat untuk meyakini efek dari masturbasi sebelum seks. Entah itu memberikan efek ke arah yang baik atau buruk.

Melakukan masturbasi meski sudah berpasangan memang dianggap bisa membantu meningkatkan gairah seks. Sayangnya, belum ada penelitian yang bisa menjamin kebenaran hal ini.

Tubuh butuh waktu “istirahat” sejenak setelah masturbasi

cara pakai vibrator

Sebelum melakukan masturbasi menjelang seks, pahami dulu mengenai ‘fase pemulihan’. Semua orang, baik itu pria atau wanita, akan mengalami periode periode refraktori atau fase pemulihan setelah mencapai klimaks.

Selama fase pemulihan berlangsung, tubuh biasanya akan berhenti merespon rangsangan untuk sementara waktu. Bukan hanya bertujuan untuk mencegah ketidaknyamanan.

Hal ini juga dilakukan agar tubuh lebih mudah untuk kembali ke kondisi awal seperti sebelum mencapai klimaks atau orgasme. Nah, fase pemulihan yang dialami setiap orang tidaklah sama.

Umumnya dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, maupun sensitivitas atau kepekaan terhadap rangsangan seksual. Contohnya, mungkin pria yang berusia muda biasanya memiliki fase pemulihan yang lebih singkat ketimbang pria yang lebih tua.

Sementara fase pemulihan pada wanita umumnya terhitung sebentar. Itulah mengapa wanita biasanya lebih mudah untuk mengalami orgasme berkali-kali (multiple orgasme) dalam satu periode seks.

Singkatnya, melakukan masturbasi sebelum seks tidak selalu menjadi tolak ukur sesi bercinta yang lebih tahan lama.

Bukan sebelum, sebaiknya coba lakukan masturbasi selama seks

seks pagi hari

Alih-alih melakukan masturbasi sebelum seks, Anda bisa mencobanya dengan pasangan selama seks jika ingin lebih cepat mencapai klimaks. Ya, sah-sah saja untuk meminta bantuan pasangan melakukan masturbasi guna meningkatkan hasrat seksual.

Agar lebih mudah, lakukan masturbasi di sela-sela sesi foreplay atau pemanasan sebelum masuk ke sesi seks. Bantu pasangan untuk melakukan masturbasi di area sensitif tubuh Anda, sehingga nantinya klimaks lebih cepat tercapai.

Sumber foto: Recovery Ranch

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hubungan Seks Secara Rutin Bisa Mencegah Pikun, Benarkah?

Penelitian menemukan bahwa ubungan seks secara rutin tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tapi juga membantu mencegah pikun. Mengapa demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Seks & Asmara 15/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Rutin Berhubungan Seks Bisa Memperlambat Datangnya Menopause

Menurut penelitian, lebih sering berhubungan seks bisa membantu perempuan memperlambat datangnya masa menopause. Bagaimana penjelasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Konten Bersponsor
seks memperlambat menopause
Hidup Sehat, Seks & Asmara 03/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Jenis Pekerjaan Ini Bisa Menurunkan Gairah Seksual

Anda tidak lagi bergairah saat melakukan hubungan seksual? Mungkin pekerjaan jadi faktornya. Berikut ini pekerjaan yang bisa menurunkan gairah seksual.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 10/03/2020 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Berpikiran Mesum Bisa Bikin Hidung Mimisan?

Dalam film anime Jepang, tokoh yang sedang terangsang akibat berpikiran mesum bisa tiba-tiba mimisan. Namun, bisakah ini terjadi dalam kehidupan nyata?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Seks & Asmara 05/01/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat ginseng buat pria

Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit
nafsu seks

Nafsu Seks Siapa yang Lebih Besar? Pria atau Wanita?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit
nafsu seks ibu hamil

Kenali Perubahan Gairah Seks Ibu Hamil di Trimester Ketiga, Plus Tips Seks yang Aman

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 15/07/2020 . Waktu baca 4 menit
Perubahan gairah seksual pasangan paruh baya

4 Perubahan Gairah Seksual yang Terjadi di Usia Paruh Baya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . Waktu baca 4 menit