4 Alasan Kenapa Pria Perlu Tahu Soal Menstruasi Pasangannya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kebanyakan perempuan sampai saat ini masih merasa risih untuk membicarakan menstruasi karena alasan tabu. Tidak cuma dengan teman laki-laki atau pasangannya, bahkan juga dengan sesama perempuan — entah itu ibunya sendiri, saudara, atau sahabat. Padahal, menstruasi sejatinya adalah reaksi tubuh alami tubuh manusia layaknya berkeringat atau buang air kecil. Jika ada suatu masalah dengan tubuh Anda, Anda tentu tidak segan-segan untuk membicarakannya, bukan? Nah, keengganan membicarakan menstruasi ini membuat banyak perempuan lebih memilih diam dalam penderitaannya.

Mungkin para pembaca pria sedang sibuk bertanya-tanya, “Lalu, apa hubungannya dengan kami? Toh, menstruasi, kan, urusan wanita” — meski tak jarang pula kita yang menjadi target sasaran “amukan” mereka. Eits tunggu dulu.

Walau menstruasi bisa menjadi sebuah topik yang sedikit canggung, blak-blakan dengan pasangan tentang menstruasi bukannya tanpa manfaat. Misalnya, terbuka tentang menstruasi Anda dapat mempermudah Anda dan pasangan untuk berdiskusi tentang topik-topik terkait seks dan kesehatan reproduksi lainnya, sekaligus juga mengukuhkan rasa saling percaya dalam hubungan.

Kenapa suami perlu membicarakan menstruasi dengan istri?

Berikut adalah empat alasan kenapa pasangan (entah pacar atau suami) harus mulai terbuka untuk membicarakan menstruasi sebagai topik obrolan sehari-hari.

1. Anda jadi tahu kapan gejala PMS muncul

Siklus menstruasi seorang wanita berlangsung rata-rata 28 hari. Ovulasi (periode ketika telur dilepaskan dari ovarium) terjadi pada hari ke 14 dari siklus ini. Menstruasi terjadi pada hari ke 28. Gejala PMS bisa dimulai sekitar hari ke 14 dan berlangsung hingga tujuh hari setelah dimulainya menstruasi. Rasa sakit PMS adalah rasa sakit nyata, mungkin tak ubahnya rasa sakit yang dikeluhkan pria saat selangkangannya terus dihujam tendangan bola tanpa henti.

Menstruasi bagi kebanyakan wanita, bukanlah pengalaman yang menyenangkan. Saat PMS, beberapa perempuan cenderung lebih moody dan temperamental menjelang menstruasinya. Sementara yang lain mungkin lebih cepat lelah dan terus mengeluhkan rasa nyeri luar biasa di perut atau punggungnya.

Dengan mengetahui kapan pasangan Anda menstruasi dan apa saja gejala yang biasanya muncul, Anda dapat bersiap sedia untuk mengerahkan bala bantuan demi meringankan rasa sakitnya. Anda juga dapat mengetahui apa yang ia suka dan tidak suka lakukan selama masa-masa ini agar ia bisa lebih nyaman menjalankan rutinitas harian selama menstruasi.

2. Anda bisa tahu mana gejala yang normal, mana yang harus diwaspadai

PMS adalah kondisi yang sangat umum. Hampir 80 persen wanita melaporkan mengalami gejala PMS ringan hingga sedang. Di sisi lain, 20 hingga 32 persen perempuan mengalami gejala yang berat hingga memengaruhi aktivitas kesehariannya. Tingkat keparahan gejala dapat bervariasi menurut individu dan bulan, meskipun biasanya hilang begitu menstruasi dimulai.

Jika menstruasi merupakan topik obrolan yang umum dibicarakan dalam hubungan Anda berdua, pasangan Anda dapat memberi tahu apa saja gejala yang biasa menjadi langganannya dan bagaimana cara mengatasinya. Sehingga begitu Anda mengamati ada pola yang beda dari biasanya, atau gejala yang tidak kunjung membaik, Anda dapat menyarankannya untuk berkonsultasi dengan dokter.

Namun demikian, banyak pula gejala PMS berat yang mungkin tidak disadari oleh si pemilik tubuh. Waspadai jika pasangan Anda mengalami perubahan mood drastis yang menjurus ke gejala depresi atau gangguan kecemasan, atau berpikir untuk melukai diri sendiri. Efek terburuk dari PMS dapat menimbulkan masalah ini, dan pasangan Anda harus segera mendapatkan pertolongan.

Begitu pula dengan periode menstruasi yang berjalan lama, selalu sakit luar biasa, atau terjadi perdarahan berat dalam satu siklus. Kehilangan darah dalam jumlah banyak dapat menyebabkan anemia (darah rendah) yang membuatnya mudah lelah dan lesu. Penting untuk mendiskusikan gejala ini dengan dokter.

3. Anda tahu kapan harus berhubungan seks kalau ingin hamil

Jika Anda dan pasangan sedang mengusahakan kehamilan, maka Anda pasti paham benar sulitnya mencocokkan jadwal yang pas untuk berhubungan seks. Hamil merupakan masalah waktu. Dengan mengetahui kapan pasangan Anda biasanya menstruasi, ini bisa memberikan Anda petunjuk seputar masa suburnya.

Secara umum, masa subur wanita adalah saat masa ovulasi (ketika ovarium melepaskan sel telur), yaitu sekitar 12 sampai 14 hari sebelum menstruasi dimulai. Sebagian besar wanita memiliki siklus menstruasi selama 28 hari, dari mulai hari pertama menstruasi hingga hari pertama menstruasi di bulan berikutnya. Masa subur wanita adalah antara hari 10 sampai 17. Lima hari sebelum ovulasi merupakan masa paling subur wanita.

Berangkat dari hitung-hitungan ini, Anda dan pasangan dapat merencanakan kapan waktu yang paling tepat untuk berhubungan seks. Teorinya, Anda dapat meningkatkan peluang untuk sukses hamil jika Anda berhubungan seks satu kali setiap 1-2 hari dalam sebulan. Terutama bila Anda tidak tahu persis kapan ovulasi pasangan Anda terjadi. Bila Anda dapat memperkirakan hari ovulasi pasangan Anda, maka sebaiknya Anda berhubungan seks satu kali sehari, di 3-4 hari sebelum dan di hari-H ovulasinya. Tapi periode menstruasi dan masa subur bisa berbeda-beda tiap perempuan, maka Anda berdua harus terlebih dulu berdiskusi untuk mencari tahu kapan waktu paling subur Anda.

4. Meningkatkan keintiman dan rasa saling percaya

Sampai sejauh mana Anda rela kalang-kabut berkorban demi kenyamanannya (misalnya, pergi ke apotik untuk beli obat nyeri haid atau pembalut baru) dapat menunjukkan bahwa Anda adalah pasangan yang suportif — baik di saat suka maupun duka. Plus, jika mereka melihat bahwa Anda tidak panik saat terjadi sesuatu yang “memalukan” terjadi pada mereka, ini akan memberikannya jaminan lebih bahwa Anda adalah orang yang tepat dan dapat diandalkan untuk dimintai pertolongan dengan sesuatu yang bahkan berpotensi lebih memalukan di lain waktu.

Meskipun si dia mungkin merasa tidak nyaman berbagi pengalaman menstruasinya dengan orang lain — mengajaknya terbuka untuk menceritakan pengalaman puber masing-masing bisa menjadi cara yang baik untuk lebih mengenal satu sama lain di tingkat yang lebih dalam. Berbagi pengalaman puber yang Anda dan pasangan tempuh di masanya dapat memberi wawasan mendalam tentang kekhawatiran, masa kanak-kanak, dan momen berharga dalam hidup masing-masing.

Memulai percakapan ini bisa jadi sulit, tapi jika Anda dan pasangan berani untuk mengangkat menstruasi sebagai topik obrolan sehari-hari, ini mungkin akan mempermudah jalannya hubungan Anda.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca