Kenapa Kita Tak Perlu Percaya Iklan Pembesar Penis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Tidak diragukan lagi, banyak pria yang prihatin dengan ukuran penis mereka akhirnya memutuskan untuk turun tangan mencoba beragam trik dan metode unik untuk membantu mereka mencapai impian “penis besar” mereka.

Kebanyakan pria saat ini percaya bahwa satu-satunya cara untuk benar-benar meraih ukuran penis dambaan adalah dengan menggunakan pompa penis atau operasi pembesaran medis di rumah sakit, alias phalloplasty. Tidak ada satupun dari cara-cara ini merupakan keputusan yang tepat untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Inilah alasannya…

Tidak peduli apapun prosedurnya, ukuran penis tetap tidak akan berubah

Entah itu suplemen atau perangkat fisik, tidak ada cara yang terbukti efektif untuk membesarkan penis.

“Sampai saat ini tidak pernah ada pil, krim, atau cara apapun yang telah terbukti bermanfaat meningkatkan ukuran penis, “ tandas Thomas J. Walsh, MD seorang profesor urologi dan direktur dari University of Washington Men’s Health Center, mengutip Men’s Health.

Alasannya, penis terdiri dari pasangan corpora cavernosa dan corpus spongiosum tunggal, yang menjadikan ukuran penis sedikit banyak lebih ditentukan secara genetik. Penis merupakan silinder berserat yang terpasang permanen pada tulang panggul, sehingga akan sulit untuk dimanipulasi. Tidak seperti payudara atau hidung, penis bukanlah organ statis. Penis Anda mengandung jaringan ereksi mirip seperti spons yang dapat mengembang terisi darah dan kemudian kembali mengempis, dari waktu ke waktu. Dan bagi kebanyakan pria, panjang penis yang mereka capai setelah melalui pubertas akan menjadi panjang maksimum penis mereka sepanjang usia.

Oleh karena itulah, prosedur operasi pun tidak akan berhasil karena tidak ada material cangkokan yang cocok untuk kebutuhan spesifik seperti ini. Terlebih lagi, penis merupakan salah satu organ tubuh manusia yang tidak memiliki otot, sehingga segala olahraga fisik dan latihan apapun yang difokuskan pada penis tidak akan membuahkan hasil yang diinginkan.

Banyak pria yang merasa penisnya kecil, sebenarnya normal

Hampir 90 persen pria di dunia melaporkan ketidakpuasan terhadap ukuran penis yang mereka anggap terlalu kecil. Satu studi tahun 2005 terbitan Journal of Urology menemukan bahwa dari 92 pasien yang mengeluhkan kasus “penis kecil” ternyata hampir semuanya memiliki ekspektasi berlebihan terhadap sebesar apa seharusnya penis yang normal itu. Ironisnya, masalah ini mungkin dapat dikaitkan dengan sumber yang sama dari begitu banyak wanita yang merasa tidak cukup percaya diri atas kondisi organ seksualnya: pornografi.

Di sisi lain, banyak penelitian menunjukkan bahwa ternyata pada umumnya kasus “penis kecil” yang dilaporkan oleh pria sebenarnya masih jatuh dalam ukuran “normal” dan tidak perlu dikhawatirkan.

Jadi, bagaimana seorang pria bisa tahu apakah miliknya termasuk normal, super besar, atau justru benar kecil? Yang jelas, bukan dengan mengetahui ukuran sepatu, mitos klasik yang kini terbantahkan tentang memperkirakan besar-kecil ukuran penis seseorang. Secara teknis, sebuah penis bahkan tidak dianggap kecil kecuali terentang kurang dari 8 centimeter saat ereksi.

Pengukuran penis yang paling dapat diandalkan disebut SPL (Stretched Penis Length), alias panjang bentangan penis. Prinsipnya, semakin tinggi angka SPL yang Anda dapat saat mengukur penis “layu”, akan semakin panjang prediksi ukuran bentangan penis saat ereksi.

Untuk mengukur SPL, posisikan penggaris berdempetan rapat di sepanjang permukaan batang penis layu Anda. Untuk pengukuran yang lebih akurat, mulai dari tulang kemaluan di pangkal alat genital Anda dan jangan hanya mengukur dari persimpangan di mana buah zakar terpisah dari penis. Selanjutnya, tarik enis dengan lembut sejauh yang Anda mampu. Angka SPL anda adalah angka di penggaris yang paling mendekati ujung kepala penis.

Apakah angka yang Anda dapat 12 cm? Jika demikian, Anda normal. Kebanyakan pria Indonesia dewasa berada dalam jangkauan toleransi sekitar kurang atau lebih 1,5 cm dari patokan dasar di atas, menurut statistik Palmer dikutip dari WebMD.

Ukuran penis kecil mungkin hanya tampak kecil, padahal…

Penis memang terlihat lebih kecil jika Anda melihatnya dari atas. Saat seseorang memiliki perut buncit, kelebihan lemak ini bukan hanya akan semakin membatasi pandangan Anda ke penis, namun juga “menghisap” sebagian penis ke dalam perut sehingga terlihat lebih pendek..

Pria yang berkonsultasi ke dokter atas kekhawatiran kondisi penis kecil yang mereka miliki pada umumnya dilaporkan masih dalam masa pra-pubertas (jika masih berusia remaja) dan/atau memiliki obesitas. Dalam kasus seperti ini, seringnya setelah melalui pemeriksaan, mereka memiliki ukuran penis normal berdasarkan angka SPL, dan kekerdilan penis mereka adalah kondisi sekunder akibat penumpukan lapisan kulit dan lemak di sekitar area genital (penis terkubur/buried penis) — bukan berasal dari penyebab primer penis kecil: genetik.

Namun, jika Anda memang menyadari bahwa organ genital Anda benar-benar mengalami penyusutan, hal ini bisa menandakan masalah kesehatan. Ada beberapa hal yang menyebabkan cedera pada penis sehingga menyebabkan penyusutan panjang dari waktu ke waktu, termasuk kurang penggunaan (baca: masturbasi) yang dikaitkan dengan disfungsi ereksi dan penuaan akibat usia.

Dua cara efektif membuat penis terlihat lebih besar

Sementara Anda tidak dapat berbuat banyak untuk membuat perbedaan besar pada ukuran penis Anda, Anda dapat melakukan beberapa trik sederhana yang benar ampuh untuk membesarkan penis tanpa harus repot beli produk sana-sini:

  • Menurunkan berat badan. Ubah gaya hidup, pola makan sehat, dan olahraga— atau cara cepatnya, sedot lemak. Aturan umumnya, setiap 15 kg ekstra tumbunan lemak dalam tubuh seseorang akan menutupi 2,5 cm dari panjang penis sebenarnya. Menjaga kebugaran tubuh tidak hanya membuat Anda semakin percaya diri dengan tubuh dan penis Anda, juga meningkatkan kualitas performa anda di tempat tidur.
  • Cukur rambut pubis. Rambut pubis yang lebat bisa memberikan persepsi visual bahwa penis seseorang terlihat lebih pendek dari yang seharusnya

BACA JUGA:

Share now :

Direview tanggal: September 2, 2016 | Terakhir Diedit: Februari 9, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca