Punya Trauma Masa Kecil Akan Sulit Mempertahankan Hubungan Asmara yang Harmonis?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pacar terlalu cemburuan hingga rasanya Anda bikin gerah dan naik pitam? Tunggu. Tahan dulu amarah Anda. Besar kemungkinan ada alasan tertentu di balik semua sifat dan karakter si dia yang Anda anggap menyebalkan. Bisa jadi segala kelakuannya itu merupakan cerminan dari efek trauma masa lalu. Bagaimana efek trauma masa lalu bisa memengaruhi hubungan asmara saat dewasa?

Efek trauma masa lalu pada hubungan asmara saat dewasa

Efek pernah menjadi korban kekerasan rumah tangga (KDRT) atau trauma masa lalu lainnya, seperti menjadi anak broken home sejak usia sangat belia, tidak hanya sebatas berdampak pada kestabilan emosi si anak tersebut.

Meski sudah bertahun-tahun lamanya, ternyata ingatan akan pengalaman buruk tersebut tidak lantas hilang begitu saja dari memori. Mungkin ada potongan ingatan yang sangat membekas dan terpatri dalam benak, yang kemudian terwujud pada kemunculan karakter atau sifat tertentu.

Dilansir dari Psychology Today, orang yang punya trauma masa kecil cenderung menyembunyikan perasaan, minderan, hingga sulit mengendalikan emosi. Para ahli berpendapat, trauma pengalaman buruk semasa kecil khususnya juga dapat membuat seseorang jadi sulit percaya pada orang lain.

Dampaknya pun bisa merambat pada kemampuan si anak tersebut untuk menjalin hubungan asmara di masa mendatang. Hal ini bukan hanya akan memengaruhi diri sendiri, tapi juga akhirnya pada hubungan asmara Anda dan pasangan kelak. Kenapa?

Trauma masa kecil membuat seseorang mudah cemburuan atau malah posesif

mengatasi pasangan suka mengekang

Pakar berpendapat bahwa orang yang memiliki trauma hebat semasa kecilnya cenderung selalu merasa insecure. Insecure itu sendiri diartikan sebagai rasa takut berlebihan dan tidak wajar yang menghantui diri sendiri.

Nah, maksud dari rasa insecure dalam hubungan asmara adalah lebih kepada rasa takut akan kehilangan atau ditinggalkan pasangan. Maka, orang-orang yang insecure bisa menjadi sangat protektif atau posesif karena mereka takut kehilangan orang yang dicintainya. Kecenderungan ini mungkin berdasar pada pengalamannya dulu sebagai anak broken home dari orangtua yang bercerai karena perselingkuhan.

Mungkin juga orang tersebut jadi sebaliknya. Efek trauma masa lalu mungkin membuat dirinya jadi seseorang yang pasif, atau malah memiliki kecenderungan main kasar; entah itu secara fisik, psikologis, atau verbal.

Efek trauma masa lalu dirinya pun lama-lama akan memengaruhi kejiwaan pasangannya kelak. Ketika Anda memiliki pasangan yang posesif karena punya trauma (diketahui atau tidak), tentu Anda akan merasa capek sendiri menghadapinya, bukan?

Semua efek negatif akibat trauma masa kecil ini akan menular pada pasangan dan hubungan asmara yang sedang dijalaninya. Akibatnya, akan sulit bagi dirinya untuk mempertahankan sebuah hubungan.

Oleh sebab itu, trauma masa kecil tidak bisa dibiarkan begitu saja dan perlu ditangani agar hubungan asmara Anda juga tak kena imbasnya.

Lantas, apa yang harus dilakukan?

membantu pasangan depresi

Untuk mengatasi trauma pada diri sendiri sampai tuntas, Anda butuh bantuan pihak ketiga yang dalam hal ini psikolog atau psikiater.

Tak perlu khawatir karena sekelam apa pun ingatan tersebut, efek trauma masa lalu bisa dihilangkan. Meski luka di masa kecil telah mengubah Anda, masih ada kemungkinan untuk memperbaikinya. Mungkin Anda tidak bisa 100 persen sembuh, tetapi setidaknya bisa mengurangi beban di hati Anda selama ini

Mengubah cara berpikir dengan lewat terapi misalnya sedikit banyak bisa membantu diri Anda untuk pulih dari trauma. Ketika trauma masa kecil dipulihkan, secara perlahan Anda juga bisa mulai membangun hubungan asmara yang lebih sehat dan bahagia.

Namun, Anda juga perlu jujur menceritakan pengalaman semasa kecil Anda pada pasangan. Tidak perlu langsung menjabarkan secara detail. Di awal mungkin akan sulit untuk menceritakan trauma yang selama ini Anda kubur dalam-dalam.

Meski begitu, ingatlah bahwa pasangan berhak tahu pengalaman trauma masa kecil Anda demi sana-sama berusaha mempertahankan hubungan asmara yang dijalani.

Terlebih ketika pasangan tahu apa pemicu sifat Anda, dirinya juga akan tahu bagaimana caranya bersikap dan menghadapi Anda dengan bijak. Tidak menutup kemungkinan dirinya pun akan membantu Anda dengan caranya sendiri.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Selain Hubungan Seks, Ada Masalah Hubungan Asmara pada Penderita ADHD

Selain kehidupan seks, penderita ADHD juga memiliki sejumlah tantangan dalam menjalani hubungan asmara mereka dan berasal dari gejala yang dialami.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Racial Trauma, Stres Berat Akibat Menjadi Korban Rasisme

Racial trauma adalah dampak jangka panjang dari perilaku rasisme. Kondisi ini bisa memicu berbagai gangguan psikologis, dari stres berat hingga depresi.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Psikologi 11 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Setiap orang pernah mengalami stres. Tapi tidak semua orang mengalami depresi atau gangguan kecemasan. Lalu, apa bedanya stres dan depresi serta kecemasan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Psikologi 9 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Selain untuk PDKT, Inilah Alasan Seseorang Menggoda atau Flirting ke Orang Lain

Flirting atau menggoda adalah bagian dari komunikasi, tetapi terkadang menjadi ambigu. Pahami apa saja alasan orang menggoda (flirting) ke orang lain, yuk!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 6 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cepat jatuh cinta

Psst, Jangan Buru-Buru Jatuh Cinta Nanti Jadi Cepat Benci!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 16 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
fenomena bucin budak cinta

‘Bucin’ Alias Budak Cinta, Fenomena Ketika Cinta Menjadi Candu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit
jual mahal berhasil

Tidak Selamanya Gagal, Ini Alasan Mengapa Jual Mahal Kadang Berhasil

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 21 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
hipnoterapi

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit