Tips Mencuri Waktu Berhubungan Seks Setelah Punya Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 14 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bagi para pasangan suami istri yang telah memiliki anak, pasti sulit mencuri waktu untuk berhubungan seks. Berhubungan seks menjadi tidak semudah sewaktu Anda dan pasangan masih baru menjalin cinta atau atau di masa bulan madu. Mau tahu, bagaimana tips dan trik mencuri waktu untuk berhubungan seks saat telah memiliki buah hati? Simak penjelasannya di bawah ini.

Tips mencuri waktu untuk berhubungan seks

1. Lakukan seks di tempat lain selain kamar tidur

Masalah utama para orangtua yang memiliki anak untuk berhubungan seks adalah waktu. Ketika si kecil sudah mulai tak terpisahkan dari orangtuanya, Anda pasti bingung bagaimana memulai sebuah keromantisan di ranjang bersama pasangan. Cara yang bisa Anda gunakan sebetulnya berbeda-beda, tergantung berapa usia anak. Misalnya, untuk yang masih memiliki bayi, Anda bisa melakukan hubungan seks setelah anak tertidur.

Bagaimana kalau anak masih tidur dengan orangtuanya? Bercinta tidak harus dilakukan di kamar atau kasur, kan? Anda bisa mencoba tempat dan sensasi baru bercinta, seperti di sofa ruang tamu, di dapur, atau bahkan di kamar mandi ditemani sensasi basah air mengalir, yang akan membuat aktivitas seks Anda dan pasangan semakin beda dan menantang.

2. Lakukan saat anak tidak sedang di rumah

Bila buah hati Anda sudah menginjak usia sekolah, mengapa harus pusing mencuri waktu untuk behubungan seks? Bercinta, sejatinya tidak harus dilakukan malam hari menjelang tidur.  Dengan aktivitas sekolah anak yang berjalan di kala hari masih terang, kenapa tidak menggunakan momen ini sebagai waktu yang pas untuk bercinta?

3. Samarkan suara dengan musik atau suara air

Rasanya kurang nikmat, kalau bercinta tanpa suara erangan atau rintihan antara Anda dan pasangan. Di mana hal tersebut, nyatanya menjadi momok ketakutan sendiri bagi Anda yang tidak mau suara bercintanya terdengar oleh anak sendiri.

Anda masih tetap bisa mencuri waktu untuk berhubungan seks di malam hari, dengan meminimalisir suara-suara yang timbul nantinya. Mudah saja, cukup nyalakan musik atau televisi di tempat anak tidur. Pasang volume secukupnya, jangan terlalu keras dan jangan terlalu samar suaranya. Setidaknya, Anda bisa mengira-ngira sejauh mana suara televisi atau musik yang dipasang, bisa meredam suara bercinta Anda dengan pasangan.

4. Mencegah suara-suara yang timbul

Jangan lupa untuk melakukan pengecekan pada kasur tempat Anda memadu kasih. Pilih dan usahakan untuk tidak menggunakan ranjang yang berdecit saat melakukan aktivitas di ranjang. Nah selebihnya, jika pilihan Anda melakukan hubungan seksual di kamar mandi, nyalakan air sebagai penyamar suara bercinta Anda dan pasangan.

5. Menitipkan anak pada kerabat

Tidak salah, jika para pasangan suami istri membutuhkan waktu berdua untuk membangun kasih yang lebih erat. Salah satu caranya, dengan menitipkan anak mereka sebentar pada kerabat. Pilih orang yang mau dan bisa dipercaya untuk menjaga buah hati. Contohnya, Anda bisa menitipkan anak ke rumah nenek dan kakeknya. Atau juga, Anda bisa menyewa pengasuh dalam beberapa jam, sembari Anda dan pasangan berkencan di luar. Dengan berkencan di luar, hal tersebut akan menambah nostalgia dan keintiman Anda dan pasangan selanjutnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Lama-lama, seks bisa jadi membosankan. Apakah artinya sudah tak saling cinta lagi? Bisakah hubungan suami istri terasa nikmat seperti dulu lagi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Anda sering melihat bullying tapi tidak tahu harus berbuat apa? Anda ingin menolong korban tapi takut? Cari tahu di sini apa yang harus Anda lakukan!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Psikologi 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit