Tips Menolong Teman yang Mengalami KDRT

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Maret 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda memperhatikan setiap memar yang terdapat pada tubuh teman Anda? Apakah pacar atau pasangan mereka bersifat agresif dan kasar? Meskipun Anda mungkin tidak ingin mempercayainya, namun ada kemungkinan bahwa teman Anda sedang mengalami kekerasan. Reaksi pertama Anda mungkin mengabaikannya tetapi sebagai teman Anda harus mengetahui tanda-tanda sehingga Anda dapat menolong korban KDRT dari kemungkinan adanya bahaya di masa depan.

Bagaimana mengenali tindak kekerasan

Ketika seseorang ingin menguasai dan mengontrol seseorang dengan menakuti dan mengintimidasi, mereka akan berperilaku kasar atau agresif di rumah. Perilaku ini disebut kekerasan dalam rumah tangga. Istilah lain untuk kekerasan dalam rumah tangga termasuk kekerasan intim, pemukulan, atau kekerasan keluarga, yang melibatkan kekerasan fisik, kekerasan seksual, kekerasan psikologis, dan pelecehan emosional.

Anda mungkin tidak yakin jika apa yang teman Anda alami adalah “tindak kekerasan.” Dalam kebanyakan kasus, mereka bisa menjadi takut terhadap orang yang menyiksanya atau selalu khawatir jika tidak bisa menyenangkan mereka. Mereka berhenti menemui teman-teman atau keluarganya, atau berbicara singkat di telepon ketika pelaku ada di dalam ruangan. Mereka sering dikritik atau dipermalukan oleh pelaku di depan orang lain. Mereka juga mengaitkan perilaku pelaku sebagai sikap “cemburu,” “temperamen buruk” atau “posesif.” Jika teman Anda adalah korban kekerasan dalam rumah tangga, mereka mungkin menjadi cemas atau depresi, kehilangan kepercayaan diri mereka, atau menjadi pendiam, dibarengi dengan luka fisik (memar, patah tulang, keseleo, dll)

Bagaimana cara membantu teman yang mengalami kekerasan

Bicaralah dengan mereka ketika pelaku tidak ada

Anda perlu memastikan bahwa percakapan dengan teman Anda bersifat rahasia dan aman. Mulailah berbicara ketika teman Anda sedang sendiri tanpa ditemani pelaku. Hal ini bertujuan untuk melindungi teman Anda dan diri Anda sendiri, serta memberi ruang kepada teman Anda untuk berbicara tentang masalah mereka. Anda juga harus memilih lokasi yang aman untuk berbicara dengan mereka dan adanya waktu yang cukup bagi teman Anda untuk membicarakan masalahnya. Korban mungkin bersedia untuk berbicara jika mereka merasa aman dan percaya Anda bahwa Anda akan menjaga rahasia ini hanya untuk diri Anda sendiri. Pertanyaan seperti, “Saya khawatir dengan kamu karena saya tidak bisa sering bertemu kamu lagi,” atau, “Kamu tampak tidak bahagia akhir-akhir ini” adalah ide yang baik untuk memulai percakapan Anda.

Percaya apa yang mereka katakan

Pada banyak kasus kekerasan dalam rumah tangga, Anda biasanya mengenali korban dan pelaku. Anda mungkin merasa sulit untuk membayangkan seseorang yang Anda kenal bisa bersikap kasar. Tetapi orang yang kasar mungkin akan menunjukkan perilaku yang sangat berbeda dengan apa yang dialami oleh korban. Jadi, penting bagi Anda untuk percaya apa yang teman Anda katakan sebagai cara untuk menolong korban KDRT. Mereka cenderung menganggap perilaku kekerasan ini sebagai hal yang tidak terlalu berarti daripada membesar-besarkannya. Hal ini berlaku terutama pada wanita. Seseorang biasanya tidak percaya saat seorang wanita mengungkapkan tindak kekerasan, yang membuat mereka ragu untuk berbagi dengan orang lain.

Bantulah ia, bukan mengkritiknya

Jangan menghakimi atas apa yang dikatakan teman Anda. Jangan memberi tahu mereka apa yang harus dilakukan, tetapi bantu mereka untuk mengeksplorasi pilihan yang tersedia. Juga jangan memaksa mereka untuk meninggalkan pasangan atau mengkritik mereka saat memilih untuk bertahan. Meskipun Anda mungkin ingin mereka pergi meninggalkan pasangannya, mereka harus membuat keputusan tersebut sendiri. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa korban kekerasan mudah diserang pada saat berpisah atau segera setelah meninggalkan pelaku.

Beri tahu mereka tentang yayasan yang dapat membantu

Anda harus memberi tahu adanya organisasi yang dapat menolong korban KDRT seperti teman Anda, termasuk layanan untuk membantu mereka dalam menghindari kekerasan jika itu adalah yang mereka inginkan. Dalam keadaan darurat, Anda perlu mencari bantuan profesional dan mendorong teman Anda untuk melakukan ini demi dirinya sendiri.

Beri tahu teman Anda jika Anda berpikir mereka mungkin perlu mencari nasihat profesional dengan bantuan Anda. Anda perlu meyakinkan mereka bahwa Anda dapat mendiskusikan situasi dengan organisasi profesional tanpa mengungkapkan nama mereka atau rincian identifikasi lainnya. Beri tahu bahwa mereka memiliki hak untuk hidup bebas dari tindak kekerasan sangat disarankan. Jika mereka ingin pergi ke tempat perlindungan atau tempat yang aman, dukunglah mereka untuk melakukannya dan hubungi polisi jika teman Anda sedang dalam keadaan bahaya!

Sering dipercayai bahwa kekerasan dalam rumah tangga adalah masalah pribadi, harus ditangani di balik pintu tertutup. Padahal, bertentangan dengan itu, kekerasan dalam rumah tangga adalah kejahatan yang mempengaruhi seluruh masyarakat dan itu tidak bisa diterima. Jika Anda tahu bahwa teman Anda sedang menghadapi situasi seperti itu, sangat penting bagi Anda untuk mendukung, membantu, dan menolong korban KDRT seperti mereka dengan cara yang benar.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

    Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

    Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

    Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

    Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

    Setiap orang pernah mengalami stres. Tapi tidak semua orang mengalami depresi atau gangguan kecemasan. Lalu, apa bedanya stres dan depresi serta kecemasan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hidup Sehat, Psikologi 9 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    mengatasi patah hati

    5 Gangguan Kesehatan Akibat Patah Hati

    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    minum antidepresan saat hamil

    Minum Antidepresan Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    apa itu depresi

    Penyakit Mental

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 9 menit
    psikoterapi

    Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit