Jangan Pernah Melakukan 4 Hal Ini ke Orang dengan Kepribadian Narsistik

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Orang yang memiliki kepribadian narsistik umumnya cenderung menganggap dirinya lebih penting dibandingkan orang lain. Maka itu, ketika Anda menghadapi orang narsistik, tidak jarang Anda merasa kesal karena mereka kurang menghargai perasaan orang lain. 

Ketika bertemu dengan mereka, cobalah untuk menghindari beberapa hal yang mungkin akan memperparah ego dan membuat Anda kesal. Simak ulasannya di bawah ini. 

Tips menghadapi orang dengan kepribadian narsistik

Seseorang yang memiliki kepribadian narsis biasanya memiliki aturan yang berbeda ketika bersosialisasi dengan orang lain. Jika Anda dapat memahami aturan tersebut, kemungkinan besar Anda lebih bisa menghadapi orang-orang seperti ini lebih baik. 

1. Hindari berargumen tentang salah dan benar

orang narsis

Pada saat Anda sedang membuka pembicaraan dengan orang yang narsis, cobalah untuk tidak terlibat dalam perdebatan mengenai siapa yang salah dan yang benar. Apalagi, mencari hal yang bisa disalahkan tidak akan menyelesaikan masalah. 

Orang yang memiliki kepribadian narsistik cenderung selalu merasa benar dan mengedepankan ego mereka. Mereka selalu ingin menjadi sempurna untuk menutupi harga diri mereka yang rapuh tersebut. 

Misalnya, ketika berdebat tentang politik dengan teman yang narsistik, mungkin Anda akan cepat kesal karena mereka seolah-olah ingin memenangkan argumennya dengan alasan yang tidak masuk akal.

Anda mungkin tahu celah mereka, tapi hal itu tidak akan menghalangi mereka untuk tetap membuat Anda sebagai pihak yang kalah. 

Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari argumen yang mempersoalkan tentang mana yang salah dan benar saat menghadapi orang narsistik. 

2. Tidak membenarkan perilaku mereka

lupa ingin membicarakan apa

Salah satu hal yang juga harus dihindari saat mengadapi orang dengan kepribadian narsistik adalah membenarkan perilaku tidak baik mereka.  

Anda mungkin sudah lelah menghadapinya sehingga cenderung bersikap masa bodoh, bahkan saat mereka bertindak tidak baik. Namun, ingat tindakan tidak baik tetap tak bisa dibenarkan.

Mereka melakukan hal ini biasanya karena keinginannya yang selalu merasa lebih baik dibandingkan dengan orang lain. Orang narsistik senang mempermalukan dan memanipulasi orang lain untuk mendukung kepercayaan diri dan ego mereka. 

Oleh karena itu, memanfaatkan kesalahan orang lain sering dijadikan senjata oleh orang narsistik agar mereka selalu terlihat baik dan positif.

Memang mendiamkannya untuk menghindari argumen adalah salah satu jalan terbaik, tetapi tidak dengan membenarkan perilaku mereka. 

3. Jangan mengharapkan kesetiaan

cara orang tertawa

Jika Anda berteman dengan orang yang memiliki sifat narsis, cobalah untuk tidak terlalu berharap bahwa sifat loyal juga tumbuh di dalam diri mereka. 

Mereka yang menderita gangguan kepribadian narsistik biasanya dengan mudah menyingkirkan orang yang menurut mereka sudah tidak lagi berguna untuk kepentingannya.

Orang narsistik melihat orang lain sebagai sumber kepuasan, alias tidak sederajat dengan mereka. 

Orang seperti ini menggunakan orang lain sebagai tameng untuk diri mereka sendiri dan membangun harga diri yang sebenarnya rapuh. Mengharapkan kesetiaan dari mereka sama saja seperti Anda berharap sesuatu yang mustahil. 

Maka itu, jangan coba-coba menaruh simpati dan berharap mereka akan loyal kepada Anda, demi melindungi diri Anda dari rasa sakit. 

4. Tidak menyepelekan orang narsistik

menghadapi pasangan narsis

Kunci utama dari menghadapi orang dengan kepribadian narsistik adalah jangan menyepelekan mereka.

Orang yang memiliki kepribadian narsistik cenderung selalu mencari segala cara agar keinginan mereka terpenuhi. Mereka memiliki rasa ‘lapar’ yang tidak pernah terpuaskan karena ada gangguan di dalam pola pikir tersebut. 

Hal tersebut mungkin terjadi karena dipengaruhi oleh masa lalu mereka. Misalnya, perilaku orangtua yang terlalu keras terhadap anaknya atau bahkan selalu memanjakan mereka.

Anak tersebut akhirnya tumbuh dengan kepribadian narsistik karena dulunya terlalu ditekan tentang keistimewaan dan sering dikritik tentang kegagalan.

Akibatnya, ketika mereka disepelekan, perasaan tersebut hanya akan membuat mereka semakin menjadi-jadi dan semakin ingin merasa istimewa.

Menghadapi orang yang narsistik sebenarnya tidak terlalu sulit, asalkan Anda mempunyai hati yang kuat, mengingat mereka akan berusaha untuk terus menang dari Anda.

Jika Anda merasa bahwa tak ada alasan lagi untuk terus menjalani hubungan dengan mereka, cobalah untuk menjauh sejenak dan merenungkan hubungan ini. Tak ada salahnya untuk berpikir ulang mengenai hubungan Anda. Hal ini juga berguna untuk kesehatan mental Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca