Gangguan Kecemasan GAD Vs. Kecemasan Sosial, Apa Bedanya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Cemas sebenarnya merupakan respon normal sebagai bentuk ekspresi diri akan suatu hal. Sayangnya, tidak semua orang bisa mengendalikan rasa cemas yang menyelimutinya hingga akhirnya muncul gangguan kecemasan. Apalagi bila tidak ditangani dengan tepat. Gangguan kecemasan terbagi menjadi beberapa jenis, dua di antaranya adalah gangguan kecemasan umum (GAD) dan kecemasan sosial (SAD). Lantas, bagaimana cara membedakannya?

Apa itu gangguan kecemasan umum (GAD)?

kebiasaan buruk saat stres

Generalized anxiety disorder (GAD) atau gangguan kecemasan umum adalah kondisi kecemasan yang berlebihan hingga cenderung tidak terkendali. Orang dengan GAD bukan merasakan kecemasan biasa, ia bahkan bisa sangat gelisah meskipun sedang tidak berada dalam situasi yang menegangkan alias ketika tidak ada apa-apa.

Itu sebabnya, GAD sering disebut sebagai kecemasan kronis. Bagi mereka, rasa cemas ibarat musuh yang bisa dengan mudah menyerang dalam kondisi apa pun.

Meski sulit untuk menenangkan diri, orang yang sedang mengalami GAD umumnya hanya bisa merasakan kekhawatirannya sendiri tanpa mampu mengungkapkannya pada orang lain. Nantinya, kecemasan berlebihan tanpa alasan ini hanya akan menghambat aktivitas sehari-hari.

Apa itu gangguan kecemasan sosial (SAD)?

apa itu social anxiety disorder

Kecemasan sosial alias fobia sosial, yang juga dikenal sebagai social anxiety disorder (SAD) adalah rasa ketakutan ekstrem yang sering hadir ketika berada di tengah-tengah orang banyak atau lingkungan sosial. Berbeda dengan rasa malu atau gugup yang datang silih berganti, kecemasan sosial dapat berlangsung terus-menerus dalam waktu lama.

Orang dengan kecemasan sosial ini memiliki kekhawatiran akan mempermalukan dirinya sendiri. Ketakutan tidak masuk akal ini biasanya berawal dari rasa takut akan diperhatikan, diamati, serta dinilai oleh orang lain karena kesalahannya.

Dengan kata lain, orang yang mengalami fobia sosial takut kalau orang lain akan berpikiran buruk tentang dirinya. Kecemasan sosial akan sangat merusak perkembangan dan kehidupan seseorang, karena secara langsung memengaruhi rasa percaya diri dan harga diri.

Jadi, apa perbedaan jelas antara keduanya?

Jika dilihat sekilas, gangguan kecemasan umum dan kecemasan sosial memang terlihat hampir sama. Meski begitu, keduanya memiliki beberapa hal mendasar yang membedakannya.

Beda pola pikir

beda stres akut dan ptsd

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, orang dengan GAD bisa sangat amat khawatir terhadap apa pun. Mulai dari masalah kecil yang sebenarnya bisa segera diselesaikan dengan tenang seperti lupa meletakkan kacamata, hingga masalah besar yang menyangkut kehidupan seperti masalah kesehatan dan keuangan.

Sementara orang dengan kecemasan sosial (SAD) punya ketakutan yang lebih spesifik terhadap lingkungan sekitarnya. Mereka akan diserang rasa cemas berlebih saat akan bertemu orang baru, melakukan presentasi, memimpin rapat atau kegiatan lainnya yang melibatkan diri dan orang lain.

Beda dengan GAD yang cemas akan apa pun, SAD hanya khawatir tidak mampu berperilaku, bekerja, dan berpenampilan sebaik atau setara dengan orang lain. Mereka berpikir bahwa kesalahan sekecil apa pun akan membuat mereka diejek, dipermalukan, hingga ditolak oleh orang lain di depan umum.

Uniknya, orang GAD juga bisa merasakan kecemasan sosial, tapi rasa cemas ini lebih menitikberatkan pada hubungan yang sedang berlangsung saat ini daripada takut dinilai oleh orang lain seperti pada kasus SAD.

Ambil contoh, seorang pria dengan GAD sangat mencemaskan hubungannya dengan pasangan usai bertengkar hebat.

Beda perilaku

stress akibat masalah keuangan

Kecemasan, baik yang wajar maupun berlebih, melibatkan peran emosi dan pikiran di saat yang bersamaan. Ini yang sering membuat gangguan kecemasan umum dan kecemasan sosial sulit dibedakan. Mudahnya begini, keduanya memang akan sama-sama menghindari situasi yang memicu timbulnya rasa cemas parah. Namun, alasan di balik perilaku tersebut jelas berbeda.

Ibaratkan ada seorang wanita yang mendadak sakit di hari-H presentasi pekerjaan dengan klien. Jika ia memiliki GAD, mungkin ia akan menghindari pertemuan tersebut dengan alasan materi presentasinya belum matang.

Lain halnya bila ia mengalami SAD, pilihannya untuk menghindari pertemuan adalah karena khawatir akan dicap buruk oleh klien, tidak mampu menjelaskan dengan baik, tampak gugup, hingga merasa tidak akan ada yang setuju dengan idenya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Merokok Menyebabkan Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder)?

Masyarakat secara umum merokok untuk membantu meredakan rasa cemas atau stres. Padahal, ternyata merokok menyebabkan gangguan kecemasan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 20 Maret 2020 . Waktu baca 3 menit

Teknik Meditasi yang Ampuh Membantu Atasi Gangguan Kecemasan

Penelitian menunjukan meditasi dianggap mampu meringankan gangguan kecemasan. Khususnya teknik meditasi perhatian penuh yang bisa dilakukan sendiri.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Tips Sehat 19 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Orang yang Gampang Cemas Malah Suka Nonton Film Horor?

Menonton film horor seringkali membuat takut. Namun bagi segelintir orang yang mudah cemas, nonton film horor justru membuat hati lebih lega. Kenapa, ya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Fakta Unik 24 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

Atarax

Atarax adalah obat gatal sekaligus obat penenang. Cari tahu informasi tentang fungsi, dosis, efek samping, dan interaksi obat ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 1 November 2019 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perbedaan stres dan depresi, gangguan kecemasan

Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 9 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit
cemas tidak selera makan

Alasan Perasaan Cemas Bikin Seseorang Tidak Selera Makan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 9 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
postnatal anxiety

Postnatal Anxiety, Ketakutan Berlebih Ibu Baru Saat Merawat Bayi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 6 April 2020 . Waktu baca 4 menit
overthinking

Ini yang Terjadi pada Tubuh Anda Ketika Overthinking

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 1 April 2020 . Waktu baca 5 menit