Dunning-Kruger Effect, Ketika Seseorang Kerap Bersikap Sok Pintar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 8 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Menghadapi orang yang sok pintar mungkin membuat Anda merasa tidak nyaman, atau bahkan kesal. Dalam dunia psikologi, orang-orang yang merasa dirinya pintar adalah mereka yang sedang mengalami Dunning-Kruger Effect.

Orang-orang yang terkena efek ini merasa unggul akan pengetahuan dan  kemampuan yang dimilikinya. Padahal, mereka tidak menyadari bahwa tingkat pengetahuan dan kemampuannya masih berada jauh di bawah orang lain.

Mengapa seseorang bisa terkena Dunning-Kruger Effect?

Sumber: Luvze

Pada tahun 1999, dua orang psikolog bernama David Dunning dan Justin Kruger mengadakan serangkaian penelitian mengenai kemampuan logika, tata bahasa, dan selera humor.

Mereka menemukan bahwa peserta dengan hasil yang rendah justru menilai kemampuan mereka di atas rata-rata.

Pada penelitian mengenai selera humor contohnya, beberapa peserta menunjukkan kemampuan yang rendah dalam menentukan seberapa lucu suatu objek.

Uniknya, kelompok peserta inilah yang merasa bahwa selera humornya sangat baik.

Dunning-Kruger Effect adalah fenomena saat seseorang keliru menilai kemampuannya. Mereka merasa lebih hebat, pintar, dan superior.

Pada saat yang sama, mereka mungkin mengganggap pendapat orang lain bodoh, tak beralasan, dan seutuhnya salah.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, orang yang mengalami Dunning-Kruger Effect sebenarnya berhadapan dengan dua masalah.

Pertama, kesimpulan mereka mengenai suatu informasi belum tentu benar, atau bahkan sepenuhnya keliru.

Kedua, pengetahuan yang terbatas membuat mereka tidak menyadari kekeliruan tersebut. Akibatnya, mereka tidak berinisiatif mengecek ulang kebenaran atas opininya sendiri atau informasi yang mereka terima.

Dampak negatif dari Dunning-Kruger Effect

berita hoax

Dunning-Kruger Effect adalah hal yang cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, orang yang mengalaminya bisa jadi memercayai informasi yang salah. Lalu dengan percaya diri ia menyebarkannya kepada orang lain.

Mereka pun lebih sulit menerima kritik karena yakin bahwa opininya selalu benar.

Pada satu penelitiannya, Dunning dan Kruger menciptakan sejumlah istilah yang sebenarnya tidak punya arti. Mereka membuat istilah yang berkaitan dengan politik, biologi, fisika, dan geografi.

Hasilnya, sekitar 90 persen peserta mengklaim bahwa mereka memahami beberapa istilah buatan tersebut.

Ia menyimpulkan bahwa orang-orang yang sudah akrab dengan suatu topik cenderung mengklaim bahwa mereka memahami istilah-istilah di dalamnya.

Temuan ini baru mencakup beberapa bidang. Padahal, Dunning-Kruger Effect adalah fenomena rumit yang bisa muncul di mana saja.

Risikonya tentu besar bila efek ini merambah ke hal lain yang bersifat vital seperti kesehatan, pemerintahan, keuangan, dan sebagainya.

Ciri Dunning-Kruger Effect dan cara menghindarinya

menghadapi orang narsistik

Dunning-Kruger Effect bisa terjadi pada siapa saja, bahkan pada orang yang cukup ahli dalam suatu bidang.

Hal ini terjadi karena saat seseorang memperoleh secuil informasi dari suatu topik, informasi tersebut membuatnya merasa berpengetahuan.

Sebagai contoh, teman Anda mungkin sangat menyukai politik dan mengerti berbagai istilah di dalamnya. Ia senang mencari informasi mengenai politik dan membagikannya kepada orang lain.

Namun, setiap kali ia menerima informasi baru, hal tersebut membuatnya merasa lebih berpengetahuan dibandingkan orang lain.

Akhirnya ia mengabaikan opini orang lain dan menganggap dirinya benar. Sikap ini adalah ciri khas dari Dunning-Kruger Effect.

Anda sebenarnya dapat menghindari Dunning-Kruger effect dengan selalu mengecek ulang kebenaran informasi yang didapatkan.

Alih-alih langsung menerima suatu informasi, tanyakan kembali kepada diri sendiri apakah informasi tersebut sudah tepat.

Anda juga bisa berdiskusi maupun bertanya kepada teman atau orang lain yang memiliki keahlian dalam bidang serupa.

Mintalah kritik yang membangun dari mereka, lalu teruslah mempelajari lebih banyak seluk-beluk topik yang Anda gemari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Curiga Teman Anda Orang yang Narsis? Psstt… Coba Cek Ciri-Cirinya di Sini!

Teman Anda hobi selfie dan mengunggahnya di sosmed? Apakah ini termasuk ciri-ciri orang narsis yang sebenarnya? Coba cek di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Psikologi 22 Agustus 2018 . Waktu baca 3 menit

Ternyata, Orang Narsis Benci Melihat Orang Lain Bahagia. Anda Salah Satunya?

Narsisme adalah gangguan kepribadian yang dimiliki oleh 1% penduduk dunia. Selain haus akan puja-puji, orang narsis juga benci melihat orang lain bahagia.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Psikologi 19 Juli 2018 . Waktu baca 4 menit

7 Hal yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah Hasrat Melukai Diri Sendiri

Di lain kali Anda merasakan dorongan kuat untuk kembali menyakiti diri sendiri secara sengaja, segeralah lakukan hal-hal ini untuk mencegahnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Psikologi 7 Desember 2017 . Waktu baca 6 menit

15 Ciri yang Dimiliki Orang Bermental Kuat (Apakah Anda Salah Satunya?)

Apa yang ada dalam pikiran Anda untuk menggambarkan orang yang punya mental kuat? Tidak pernah menangis? Belum tentu, lho! Simak karakteristiknya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Psikologi 25 Mei 2017 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab rasisme

Apa Penyebab Rasisme yang Masih Terjadi di Sekitar Kita?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 5 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
efek barnum

Efek Barnum, Kondisi Psikologis yang Membuat Anda Cocok dengan Zodiak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit
membaik sebelum meninggal

Mengapa Ada Pasien yang Justru Terlihat Membaik Sebelum Meninggal?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit
didiagnosis memiliki kanker divonis kanker

Didiagnosis Kanker Bukan Akhir Segalanya, Hadapi Dengan Melakukan 5 Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 17 April 2019 . Waktu baca 4 menit