Ini yang Terjadi pada Tubuh Anda Ketika Overthinking

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 1 April 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Overthinking, sebuah pemikiran yang jauh melebihi ekspektasi. Padahal, hal yang dipikirkan belum tentu terjadi. Saat ada masalah, setiap orang bisa berkomunikasi pada dirinya sendiri. Monolog yang tercipta dalam pikiran terkadang sulit dikontrol. Sehingga menimbulkan beragam pertanyaan yang dijawab sendiri oleh diri Anda.

Sayangnya, kebiasaan ini menimbulkan beragam kecemasan dan memengaruhi tubuh secara fisik. Terkadang orang tidak menyadari bahwa dirinya overthinking karena adanya perubahan pola hidupnya. Maka itu, simak penjelasannya di bawah ini.

Apakah saya termasuk orang yang overthinking?

secondary traumatic stress

Pernahkah bertanya pada diri, apakah saya ini termasuk orang overthinking? Atau teman Anda pernah mengatakan kalau Anda termasuk overhinking? Lalu ada penolakan dalam diri karena tidak merasa demikian. Mungkin saja Anda benar. 

Namun, sebelum menyatakan bahwa Anda bukan termasuk orang yang overthinking, ketahui dulu poin ini. Seperti yang dilansir dari Psychology Today, terdapat dua hal yang menjadikan seseorang overthinking, yaitu terlalu memikirkan (merenungkan) dan kecemasan.

Dalam poin pertama, mungkin Anda terlalu memikirkan beragam hal yang sudah terjadi dan mulai menerka-nerka apa yang seharusnya terjadi.

Misalnya Anda berkata seperti ini di dalam pikiran, “Seharusnya tadi aku nggak perlu melontarkan apa adanya di meeting, jadinya orang-orang memandangku aneh karena ide itu.” atau “Harusnya aku nggak resign dari kantor itu, pasti aku akan lebih bahagia dibandingkan sekarang.”

overthinking

Sementara untuk poin kedua, kecemasan juga menjadi salah satu bentuk overthinking. Kecemasan terjadi ketika seseorang mulai memprediksikan hal yang akan terjadi di masa mendatang. Buah pikirnya bisa menjadi ketakutannya. 

Pikiran yang cemas, misalnya “Kalau ketemu calon mertua, pasti dia bakal enggak suka sama aku. Duh, siap-siap ditolak, kayaknya aku enggak kompeten deh” atau “Jabatanku kayaknya nggak akan dinaikin sampai kapanpun. Apapun yang aku lakukan ya nggak akan mengubah apapun.” 

Kumpulan pikiran ini bisa menekan batin, karena monolog yang terus teringiang di dalam pikiran bisa menghantui dan menjadi sumber ketakutan Anda.

Dalam kondisi tertekan seperti ini, mudah bagi seseorang mengalami stres sebagai dampak dari overthinking.

Dampak overthinking yang jangan dianggap remeh

Overthinking bukan hal yang berlangsung sebentar. Karena ketakutan yang tertanam bisa memunculkan pikiran negatif yang bisa “meracuni” diri Anda. Dampak ini timbul perlahan-lahan yang nantinya memengaruhi kesehatan mental dan fisik.

Terlalu sering memikirkan kekurangan, kesalahan, dan masalah bisa menjadi pemicu tekanan emosional. Bila dalam sudah situasi seperti ini, ada kecenderungan untuk mencari pelarian seperti konsumsi alkohol dan makanan.

Akibat pikiran berlebihan ini bisa berdampak kesehatan fisik Anda. Ada beberapa hal yang perlu disadari ketika overthinking bisa memberikan dampak bagi tubuh Anda. 

1, Kreativitas menurun

overthinking

Mungkin sebelumnya Anda dapat berpikir jernih dan mampu mengembangkan sebuah ide yang kreatif. Sementara itu, overthinking dapat menghambat pikiran. Sehingga Anda cenderung tidak bisa berpikir secara leluasa atau mencari solusi.

Sebuah studi dari Standford meneliti soal overthinking. Para peneliti melibatkan partisipan dan mereka diminta untuk menggambar ilustrasi. Sebagian partisipan mudah untuk menggambarnya, sebagian lagi sulit.

Semakin dipikirkan, partisipan semakin sulit untuk mengilustrasikan gambar yang diminta. Di lain sisi, partisipan akan mudah mengilustrasikan gambar ketika ia tidak banyak berpikir.

2. Daya tahan tubuh melemah

jaga kesehatan stres

Dampak overthinking menyebabkan peningkatan hormon kortisol. Ini merupakan respon alamiah tubuh. Kenaikan hormon ini dapat memengaruhi respon daya tahan tubuh.

Jadi, tak jarang seseorang yang sedang dirundung stres dan overthinking, rentan mengalami sakit seperti flu dan batuk pilek. Masa penyembuhannya pun memakan waktu lebih lama dibandingkan biasanya.

3. Gangguan tidur

dampak stres bikin tidur tidak nyenyak

Dampak overthinking bisa membuat Anda jadi susah tidur. Setiap orang pasti ingin menjadikan jam tidur sebagai cara untuk meminimalkan stres. Namun, overthinking menghambat seseorang untuk lebih mudah tidur. 

Kurang tidur karena overthinking biasanya ditandai dengan rasa cemas, lelah, sulit berkonsentrasi, serta susah tidur.

Ini disebabkan Anda fokus akan memikirkan masalah, sehingga otak terus bekerja di saat malam hari. Dengan begitu, kualitas waktu tidur Anda berkurang dan Anda akan merasa lelah pada keesokan harinya.

4. Gangguan sistem pencernaan

stress memicu asam lambung

Selain gangguan tidur, dampak buruk dari overthinking adalah gangguan pencernaan. Ini adalah dampak dari banyak pikiran dan mencemaskan hal yang sudah maupun belum tentu terjadi. 

Apa hubungannya pikiran dengan sistem pencernaan? Otak manusia dan usus dapat berkomunikasi. Ada banyak sistem saraf yang terdapat di usus dan di tulang punggung. Saat stres melanda, sistem saraf memberikan respon alami dengan peningkatan hormon kortisol. 

Pelepasan kortisol dapat memengaruhi sistem cerna dan memicu kenaikan asam lambung, konstipasi, GERD, Irritable Bowel Syndrome (IBS), diare, dan lainnya.

Overthinking dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Maka itu, coba redamkan pikiran dan lebih fokus untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dan menerima kondisi diri. Dengan begitu, Anda membantu diri sendiri untuk meminimalkan dampak buruknya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Dampak Overthinking Bagi Kesehatan Tubuh

Tidak hanya bikin stres, berbagai dampak kesehatan ini ternyata juga bisa disebabkan oleh overthinking. Simak selengkapnya di sini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Psikologi 5 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Teknik Meditasi yang Ampuh Membantu Atasi Gangguan Kecemasan

Penelitian menunjukan meditasi dianggap mampu meringankan gangguan kecemasan. Khususnya teknik meditasi perhatian penuh yang bisa dilakukan sendiri.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Tips Sehat 19 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Orang yang Gampang Cemas Malah Suka Nonton Film Horor?

Menonton film horor seringkali membuat takut. Namun bagi segelintir orang yang mudah cemas, nonton film horor justru membuat hati lebih lega. Kenapa, ya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Fakta Unik 24 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

Atarax

Atarax adalah obat gatal sekaligus obat penenang. Cari tahu informasi tentang fungsi, dosis, efek samping, dan interaksi obat ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 1 November 2019 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perbedaan stres dan depresi, gangguan kecemasan

Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 9 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit
cemas tidak selera makan

Alasan Perasaan Cemas Bikin Seseorang Tidak Selera Makan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 9 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
postnatal anxiety

Postnatal Anxiety, Ketakutan Berlebih Ibu Baru Saat Merawat Bayi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 6 April 2020 . Waktu baca 4 menit
merokok menyebabkan gangguan kecemasan

Apakah Merokok Menyebabkan Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder)?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 20 Maret 2020 . Waktu baca 3 menit