Menyemangati Penderita Kanker Stadium Lanjut

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/10/2019
Bagikan sekarang

Menyemangati penderita kanker dapat dilakukan dengan banyak cara. Ketika seseorang pertama kali didiagnosis, banyak orang yang akan memberikan perhatian dan dukungan pada mereka. Namun, bantuan ini sering menghilang dari waktu ke waktu. Pengobatan dan pemulihan untuk penyakit kanker memerlukan waktu berbulan-bulan, jadi lakukanlah yang terbaik untuk mendukung orang yang Anda kenal dalam menghadapi seluruh perjalanan kankernya. Agar Anda dapat menyemangati pengidap kanker dengan baik, perhatikanlah beberapa cara berikut ini!

Langkah-langkah menyemangati penderita kanker

1. Ketahui seberapa serius penyakitnya

Sadarilah tingkat keseriusan penyakit kanker pada penderita. Ketahuilah apakah penderita dapat sembuh atau apakah penyakitnya mematikan. Tetaplah fokus untuk memberi perhatian penuh dan mempertimbangkan prognosis (angka harapan hidup) penderita. Namun, prognosis tidak berlaku untuk membantu penderita kanker yang mematikan. Karena hal itu dapat memberikan penderita harapan palsu untuk dapat membaik, padahal dalam kenyataannya kanker yang ia derita terus memburuk dan tidak dapat disembuhkan.   

2. Bantu ia merasa lebih nyaman dan bahagia

Bawalah selalu hadiah untuk menyemangati penderita kanker, terlepas dari prognosis penyakit ini. Hadiah dapat berupa buku atau majalah, musik, DVD, buku puzzle, dan lain-lain. Bahkan jika penderita dalam keadaan sekarat dan tak bisa ditolong lagi, ia harus diperlakukan sama seperti mereka yang masih akan hidup lama. Belilah selimut yang hangat untuk penderita jika ia dirawat di rumah sakit. Bawalah jaket tidur atau baju tidur jika Anda dilarang membawa selimut tambahan. Jangan lupa untuk membawa kaus kaki dan sandal untuk membantu pengaturan suhu. Menurut University of Texas Health Center, penderita kanker dapat menggigil kedinginan akibat beberapa obat kemoterapi. Belilah topi atau kupluk untuk menutupi kepalanya yang telah kehilangan rambutnya karena kemoterapi dan terapi radiasi.

3. Jangan biarkan ia merasa kesepian

Bawa penderita ke tempat pelayanan agama, jika secara medis memungkinkan. Jika ia bukan seseorang yang religius, habiskan waktu dengan penderita untuk membaca cerita atau puisi inspirasional. Pastikan kegiatan apapun yang Anda lakukan sesuai dengan kehendak penderita. Berikan seluruh buku favoritnya agar ia tetap terhibur ketika memiliki waktu sendirian.

4. Luangkan waktu bersamanya

Luangkan waktu Anda bersama penderita kanker terlepas dari prognosisnya. Waktu adalah hal paling berharga yang dimiliki oleh penderita kanker. Bawalah anggota keluarga penderita untuk mengunjunginya jika diperbolehkan oleh peraturan fasilitas perawatan. Jangan terpaku terhadap diagnosis yang diterima penderita, tetapi nikmatilah waktu bersamanya dengan berbicara mengenai hal-hal yang normal.

Berhati-hatilah jika mengatakan sesuatu yang berkaitan dengan masa depan kepada penderita kanker mematikan, karena ia tidak akan berada dan berpartisipasi di dalamnya. Berbicaralah mengenai bagaimana Anda akan menjaga keluarga, teman, atau siapapun yang ia cintai ketika ia meninggalkan dunia ini. Jika ia nyaman untuk berbagi kenangan, Anda dapat menghabiskan waktu untuk melihat foto-foto keluarga dan teman-teman bersamanya.

Do’s & don’ts saat berbicara kepada penderita kanker

Banyak orang yang takut untuk salah berbicara pada penderita kanker. Sebenarnya hal itu tidak masalah untuk menunjukkan perhatian dan dorongan Anda kepada penderita.

Anda boleh mengatakan:

  • Aku tidak tahu apa yang harus dikatakan, tapi aku ingin kamu tahu bahwa aku peduli.
  • Aku sangat prihatin kamu harus melewati hal ini.
  • Jika kamu ingin berbicara tentang apapun, aku akan selalu mendengarkan.
  • Apa yang kamu rasakan? (Ini akan lebih membuat penderita berbicara dibandingkan dengan pertanyaan, “Apa kabar?”)
  • Aku selalu memikirkanmu.
  • Kamu selalu berada dalam setiap doaku.

Anda tidak boleh mengatakan:

  • Saya mengerti perasaanmu. (Jika Anda belum pernah mengalami kanker, maka Anda tidak tahu).
  • Kamu hebat, ya. Aku tidak tahu bagaimana kamu dapat mengatasinya.
  • Jangan khawatir.
  • Kalau butuh apa-apa, beri tahu aku, ya. (Lebih baik katakan secara spesifik mengenai apa yang dapat Anda lakukan).
  • Berapa lama lagi sisa waktumu?
  • Aku kenal seseorang yang memiliki kanker yang sama seperti kamu, dan itu mengerikan.
  • Aku sedih sekali. Terkadang aku menangis di malam hari memikirkanmu.   

Jangan merasa bahwa Anda harus terus berbicara sepanjang waktu. Diam dapat membantu penderita menarik pikirannya bersama. Tunggu sejenak dan kemudian tanyakan apa yang sedang ia pikirkan. Janganlah bersikap terburu-buru, bahkan jika keheningan bertahan dalam waktu yang lama. Genggam tangan penderita jika merasa tepat untuk melakukannya saat Anda menunggu ia berbicara. Jika ia menarik diri, Anda hanya harus menarik lengan Anda kembali dan memberikannya beberapa ruang.

Jika penderita menangis, jangan mencoba untuk menghentikannya. Yakinkanlah bahwa tidak apa-apa untuk menangis. Meskipun Anda tidak tega untuk melihatnya, namun air mata adalah respon alami terhadap distress dan mungkin dapat menjadi pelepasan emosi yang penting untuk penderita.

BACA JUGA:

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

    Sumber

    Helping Someone with Cancer http://www.cancer.ca/en/cancer-information/cancer-journey/helping-someone-with-cancer/?region=on. Accessed September 6, 2016.

    How to Cheer Up a Cancer Patient http://www.ehow.com/how_7807248_cheer-up-cancer-patient.html. Accessed September 6, 2016.

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

    Pengertian Kesehatan Sosial yang Ternyata Penting untuk Jiwa dan Raga

    Hubungan sosial Anda dengan orang lain ternyata berhubungan erat dengan kesehatan jiwa dan raga. Ini pentingnya hubungan sosial bagi kehidupan Anda.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu

    Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

    Anak dan remaja termasuk kelompok yang rentan stres saat masa pandemi COVID-19, karena itu orangtua perlu memahami penyebab dan cara mengatasi kondisi ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 17/05/2020

    Apa Itu Detoks Digital dan Manfaatnya bagi Kesehatan

    Beragam manfaat detoks digital mengarahkan Anda untuk memiliki hubungan lebih baik dengan. Namun, apa sebetulnya detoks digital itu?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu

    Direkomendasikan untuk Anda

    Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

    Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
    Delusi dan Halusinasi, Apa Bedanya?

    Delusi dan Halusinasi, Apa Bedanya?

    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
    Pedofilia dan Kekerasan Seksual pada Anak, Apa Bedanya?

    Pedofilia dan Kekerasan Seksual pada Anak, Apa Bedanya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
    4 Manfaat Penting Protein bagi Penderita Kanker

    4 Manfaat Penting Protein bagi Penderita Kanker

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020