Menyemangati Penderita Kanker Stadium Lanjut

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Menyemangati penderita kanker dapat dilakukan dengan banyak cara. Ketika seseorang pertama kali didiagnosis, banyak orang yang akan memberikan perhatian dan dukungan pada mereka. Namun, bantuan ini sering menghilang dari waktu ke waktu. Pengobatan dan pemulihan untuk penyakit kanker memerlukan waktu berbulan-bulan, jadi lakukanlah yang terbaik untuk mendukung orang yang Anda kenal dalam menghadapi seluruh perjalanan kankernya. Agar Anda dapat menyemangati pengidap kanker dengan baik, perhatikanlah beberapa cara berikut ini!

Langkah-langkah menyemangati penderita kanker

1. Ketahui seberapa serius penyakitnya

Sadarilah tingkat keseriusan penyakit kanker pada penderita. Ketahuilah apakah penderita dapat sembuh atau apakah penyakitnya mematikan. Tetaplah fokus untuk memberi perhatian penuh dan mempertimbangkan prognosis (angka harapan hidup) penderita. Namun, prognosis tidak berlaku untuk membantu penderita kanker yang mematikan. Karena hal itu dapat memberikan penderita harapan palsu untuk dapat membaik, padahal dalam kenyataannya kanker yang ia derita terus memburuk dan tidak dapat disembuhkan.   

2. Bantu ia merasa lebih nyaman dan bahagia

Bawalah selalu hadiah untuk menyemangati penderita kanker, terlepas dari prognosis penyakit ini. Hadiah dapat berupa buku atau majalah, musik, DVD, buku puzzle, dan lain-lain. Bahkan jika penderita dalam keadaan sekarat dan tak bisa ditolong lagi, ia harus diperlakukan sama seperti mereka yang masih akan hidup lama. Belilah selimut yang hangat untuk penderita jika ia dirawat di rumah sakit. Bawalah jaket tidur atau baju tidur jika Anda dilarang membawa selimut tambahan. Jangan lupa untuk membawa kaus kaki dan sandal untuk membantu pengaturan suhu. Menurut University of Texas Health Center, penderita kanker dapat menggigil kedinginan akibat beberapa obat kemoterapi. Belilah topi atau kupluk untuk menutupi kepalanya yang telah kehilangan rambutnya karena kemoterapi dan terapi radiasi.

3. Jangan biarkan ia merasa kesepian

Bawa penderita ke tempat pelayanan agama, jika secara medis memungkinkan. Jika ia bukan seseorang yang religius, habiskan waktu dengan penderita untuk membaca cerita atau puisi inspirasional. Pastikan kegiatan apapun yang Anda lakukan sesuai dengan kehendak penderita. Berikan seluruh buku favoritnya agar ia tetap terhibur ketika memiliki waktu sendirian.

4. Luangkan waktu bersamanya

Luangkan waktu Anda bersama penderita kanker terlepas dari prognosisnya. Waktu adalah hal paling berharga yang dimiliki oleh penderita kanker. Bawalah anggota keluarga penderita untuk mengunjunginya jika diperbolehkan oleh peraturan fasilitas perawatan. Jangan terpaku terhadap diagnosis yang diterima penderita, tetapi nikmatilah waktu bersamanya dengan berbicara mengenai hal-hal yang normal.

Berhati-hatilah jika mengatakan sesuatu yang berkaitan dengan masa depan kepada penderita kanker mematikan, karena ia tidak akan berada dan berpartisipasi di dalamnya. Berbicaralah mengenai bagaimana Anda akan menjaga keluarga, teman, atau siapapun yang ia cintai ketika ia meninggalkan dunia ini. Jika ia nyaman untuk berbagi kenangan, Anda dapat menghabiskan waktu untuk melihat foto-foto keluarga dan teman-teman bersamanya.

Do’s & don’ts saat berbicara kepada penderita kanker

Banyak orang yang takut untuk salah berbicara pada penderita kanker. Sebenarnya hal itu tidak masalah untuk menunjukkan perhatian dan dorongan Anda kepada penderita.

Anda boleh mengatakan:

  • Aku tidak tahu apa yang harus dikatakan, tapi aku ingin kamu tahu bahwa aku peduli.
  • Aku sangat prihatin kamu harus melewati hal ini.
  • Jika kamu ingin berbicara tentang apapun, aku akan selalu mendengarkan.
  • Apa yang kamu rasakan? (Ini akan lebih membuat penderita berbicara dibandingkan dengan pertanyaan, “Apa kabar?”)
  • Aku selalu memikirkanmu.
  • Kamu selalu berada dalam setiap doaku.

Anda tidak boleh mengatakan:

  • Saya mengerti perasaanmu. (Jika Anda belum pernah mengalami kanker, maka Anda tidak tahu).
  • Kamu hebat, ya. Aku tidak tahu bagaimana kamu dapat mengatasinya.
  • Jangan khawatir.
  • Kalau butuh apa-apa, beri tahu aku, ya. (Lebih baik katakan secara spesifik mengenai apa yang dapat Anda lakukan).
  • Berapa lama lagi sisa waktumu?
  • Aku kenal seseorang yang memiliki kanker yang sama seperti kamu, dan itu mengerikan.
  • Aku sedih sekali. Terkadang aku menangis di malam hari memikirkanmu.   

Jangan merasa bahwa Anda harus terus berbicara sepanjang waktu. Diam dapat membantu penderita menarik pikirannya bersama. Tunggu sejenak dan kemudian tanyakan apa yang sedang ia pikirkan. Janganlah bersikap terburu-buru, bahkan jika keheningan bertahan dalam waktu yang lama. Genggam tangan penderita jika merasa tepat untuk melakukannya saat Anda menunggu ia berbicara. Jika ia menarik diri, Anda hanya harus menarik lengan Anda kembali dan memberikannya beberapa ruang.

Jika penderita menangis, jangan mencoba untuk menghentikannya. Yakinkanlah bahwa tidak apa-apa untuk menangis. Meskipun Anda tidak tega untuk melihatnya, namun air mata adalah respon alami terhadap distress dan mungkin dapat menjadi pelepasan emosi yang penting untuk penderita.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca