7 Cara Mewujudkan Pernikahan Yang Sehat

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mungkin Anda bertanya-tanya di dalam benak, bagaimana sih pernikahan yang sehat itu? Lalu bagaimana cara mewujudkannya? Setelah sumpah dan janji sehidup semati diucapkan, baiknya Anda dan pasangan membaca artikel ini untuk saran dan tips pernikahan Anda.

Bagaimana mewujudkan pernikahan yang sehat? Pertama yang perlu diketahui adalah, tiap pernikahan itu unik. Meskipun tiap pernikahan mempunyai karakterisktik yang unik dan berbeda, tetapi pernikahan yang sehat memiliki ciri-ciri dan tanda yang seragam. Mari simak penjelasan di bawah ini.

1. Biasakan jujur satu sama lain

Bohong merupakan akar dari suatu pengkhianatan. Jika dalam suatu pernikahan tidak dilandaskan kejujuran satu sama lain, niscaya pernikahan itu tidak akan bertahan lama. Di sini yang perlu Anda lakukan adalah berbicara jujur, tak peduli seberapa memalukan atau seberapa bermasalahnya ucapan yang akan Anda katakan pada pasangan. Jujur tidak mudah, mengingat setiap orang akan memiliki kebohongan kecil. Namun, yang juga penting, hargai bagaimana pasangan Anda ketika ia berkata jujur, dengan begitu kondisi mental dan hubungan pernikahan Anda akan sehat dan bahagia.

2. Saling percaya

Pernikahan yang sehat memang gampang-gampang susah diwujudkan. Ini semua tergantug bagaimana Anda mempercayai pasangan Anda yang merupakan modal awal pernikahan dimulai. Keharmonisan sebuah keluarga bergantung dengan mengkomunikasikan setiap masalah yang ada

3. Lakukan seks rutin agar makin intim

Seks yang dilakukan setelah sah menikah merupakan seks yang paling membahagiakan. Selain perbuatan Anda sudah halal, masa depan lain bisa diwujudkan dengan seks tersebut. Salah satunya ya dengan mewujudkan kehidupan pernikahan yang sehat. Untuk Anda para pasangan suami istri, seks adalah bumbu penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Lakukan secara rutin, paling tidak seminggu satu sampai dua kali.

4. Menikmati kebersamaan

Cobalah untuk melakukan hal-hal yang pernah Anda lakukan saat masih dalam masa-masa sebelum menikahi. Kencan, berlibur berdua, menonton konser, atau hiking dan berolahraga bersama sesekali. Temukan waktu untuk bisa berbincang intim dan dari hati ke hati sesekali sesaat sebelum tidur. Jangan lupa untuk memberikan semangat satu sama lain, dan juga saling mendukung perkembangan masing-masing demi terjalinnya hubungan yang harmonis antara Anda dan pasangan.

5. Prioritas

Buat pasangan Anda menjadi prioritas Anda, baik itu di luar maupun di dalam keluarga. Banyak yang mengatakan bahwa ketika menikah dan memiliki anak, anak menjadi prioritas utama. Nah, ini yang harus diluruskan. Anak memang penting, tetapi pasangan Andalah tetap wajib dijadikan prioritas.

Mengapa? Setelah mereka dewasa nanti, anak-anak yang Anda prioritaskan akan tumbuh hidup bersama pasangan dan keluarganya sendiri, “meninggalkan” Anda dan pasangan kembali sendirian. Ketika tinggal Anda dan pasangan hidup berdua inilah, dikhawatirkan hubungan Anda dan pasangan menjadi hambar karena prioritas Anda dahulu bukan pada pasangan yang sehidup semati. Jadi, kuatkan ikatan hubungan satu sama lain, usahakan jangan terputus. Karena tua nanti hanya ada Anda berdua dan pasangan.

6. Segera selesaikan argumen

Menikah tanpa adanya cekcok namanya, ya, bukan pernikahan. Pernikahan yang sehat belum bisa dibilang goals tanpa adanya argumen. Ketika terjadi cekcok baiknya Anda dan pasangan saling berempati satu sama lain. Maksud dari berempati adalah memposisikan diri Anda pada posisi pasangan. Dengan begitu, Anda bisa memandang masalah dari sudut yang berbeda. Setelah itu, Anda bisa menemukan letak masalah yang sesungguhnya dan menyelesaikan dengan logika serta perasaan.

7. Jangan gengsi meminta maaf

Setelah ada argumen, baiknya ada permintaan maaf. Buang jauh-jauh gengsi gengsi jika memang Anda terbukti bersalah pada pasangan. Jika gengsi meminta maaf dibiarkan terus menerus terjadi, yang ada nanti hanyalah sakit hati dan penyesalan yang selalu datang di akhir. Dengan meminta maaf, mental dan perasaan Anda akan lebih sehat, mengingat pernikahan yang dibangun menuju pernikahan yang sehat.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Orangtua pasti cemas bukan main melihat anaknya bolak-balik BAB. Tenang dulu. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengobati diare pada anak di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Bercinta dengan lampu yang redup sudah biasa. Pernahkah Anda membayangkan seks dengan lampu menyala? Sebelumnya, coba simak artikel berikut.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bullying pada remaja

Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
tanda stress yang sering diabaikan

7 Tanda Stres yang Sering Tidak Anda Sadari

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
risiko kesehatan akibat terlalu lama menatap layar komputer

Risiko Kesehatan Setelah Menatap Layar Komputer Terlalu Lama

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
kepribadian introvert ekstrovert kesehatan

Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit