4 Bahaya Suplemen Testosteron Jika Diminum Sembarangan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Testesteron adalah hormon yang dapat meningkatkan gairah seksual, produksi sperma, kekuatan tulang, serta massa otot pria. Sayangnya, seiring bertambahnya usia kadar testosteron dalam tubuh pria mengalami penurunan. Demi menghindari penurunan fungsi seksual dan berbagai masalah kesehatan ini, tidak sedikit pria yang memilih untuk mengonsumsi suplemen testosteron. Namun, apakah suplemen testosteron aman untuk diminum? Cari tahu jawabannya di sini.

Suplemen testosteron menyimpan bahaya kesehatan

Sebenarnya suplemen testosteron dibuat bukan tanpa alasan. Selain untuk meningkatkan gairah seksual saat bercinta, suplemen ini juga dapat membantu mengobati pria yang memiliki penyakit hipogonadisme, yaitu kondisi ketika kadar testosteron dalam tubuh terlalu rendah.

Namun meski penelitian menunjukkan hasil yang positif, suplemen ini nyatanya juga menyimpan bahaya yang menimbulkan risiko kesehatan.

Beberapa risiko bahaya suplemen testosteron yang bisa terjadi meliputi:

1. Gangguan jantung

Penggunaan terapi testosteron jangka panjang tampaknya memiliki risiko masalah kardiovaskular seperti serangan jantung, stroke, dan kematian akibat penyakit jantung.

Hal ini dibuktikan pada sebuah studi yang dilaporkan dalam The New England Journal of Medicine. Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa pria di atas 65 tahun yang pakai testosteron gel berisiko lebih tinggi mengalami gangguan jantung.

Penelitian lainnya juga menunjukkan hal yang serupa. Bahkan, pria dewasa maupun lansia sama-sama berisiko terkena serangan jantung saat mengonsumsi suplemen testosteron.

2. Gangguan prostat

Studi lain yang dilakukan tahun 2014 menemukan bahwa terapi testosteron dapat meningkatkan risiko kanker prostat pada tikus jantan. Meski dilakukan pada tikus, hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Endocrinology ini diduga memiliki potensi efek samping yang serupa jika digunakan pada pria.

Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut pada manusia untuk memastikan hasil studi ini.

4. Sindrom metabolik

Pria yang minum suplemen testosteron juga diketahui memiliki kadar kolesterol HDL yang lebih rendah. Padahal jenis kolesterol satu ini tergolong baik dan diperlukan oleh tubuh.

Jika dibiarkan dalam waktu lama, pria usia lanjut berkemungkinan untuk mengembangkan sindrom metabolik, yang merupakan “kumpulan” dari berbagai masalah kesehatan seperti diabetes, tekanan darah tinggi, maupun kolesterol tinggi.

4. Masalah lainnya

Suplemen testosteron juga bisa memicu jerawat, gangguan pernapasan saat tidur (sleep apnea), pembesaran payudara,atau pembengkakan di pergelangan kaki.

Tak hanya itu. Suplemen hormon juga bisa meningkatkan risiko pembekuan darah yang terbentuk di vena bagian dalam. Jika dibiarkan tanpa pengobatan yang tepat, kondisi ini dapat menyebab emboli paru.

Selalu konsultasi ke dokter sebelum minum suplemen

Bagi orang yang memang memiliki kondisi tertentu, seperti hipogonadisme, terapi testosteron mungkin dapat memberikan manfaat yang lebih besar ketimbang risikonya. Namun, bagi beberapa pria lain, penggunaan suplemen ini bisa saja memberikan efek yang sebaliknya.

Oleh karena itu, sebelum minum suplemen ini, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter. Dokter dapat membantu Anda menentukan perawatan terbaik untuk meningkatkan kadar hormon testosteron yang aman dan sesuai dengan kondisi Anda.

Dokter Anda mungkin juga akan menyarankan cara alami untuk meningkatkan testosteron, seperti menurunkan berat badan dan meningkatkan massa otot melalui latihan ketahanan.

Jadi, pertimbangkan baik-baik sebelum Anda pakai suplemen ini. Jangan sampai keinginan untuk meningkatkan gairah seksual justru membuat Anda lebih rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan yang berbahaya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

14 Cara Ampuh Mencegah dan Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Kabar baik, berbagai masalah jantung dapat Anda cegah. Cara mencegah penyakit jantung pun beragam. Apa saja tindakan pencegahan penyakit jantung?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 5 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Kanker Mata

Kanker mata atau okular adalah kanker menyerang jaringan indra penglihatan. Kenali gejala, penyebab, dan pengobatan kanker mata berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Ini Posisi Bercinta yang Tepat Agar Cepat Hamil

Banyak pasangan yang menganggap bahwa posisi bercinta mempengaruhi peluang kehamilan. Sebenarnya adakah posisi bercinta agar cepat hamil?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Seks & Asmara 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Bercinta dengan lampu yang redup sudah biasa. Pernahkah Anda membayangkan seks dengan lampu menyala? Sebelumnya, coba simak artikel berikut.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

beli obat online

Sebenarnya, Bolehkah Beli Obat-obatan dari Aplikasi Online?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 9 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
uretritis non gonore

Uretritis Non-Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
uretritis gonore adalah

Uretritis Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
gejala kanker tiroid

Kanker Tiroid

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit