Minum Air Lemon Tidak Bikin Kurus, Plus Mitos Air Lemon Lainnya yang Ternyata Salah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27 Maret 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Berkat kandungan vitamin dan mineralnya yang kaya, lemon sering diolah menjadi infused water sebagai alternatif air putih yang juga menyehatkan. Sayangnya, banyak mitos seputar si buah kuning asam yang ternyata tidak benar. Salah satunya yang bilang bahwa rutin minum air lemon bisa bikin kurus. Apa lagi mitos air lemon yang sebenarnya salah?

Air lemon bisa menurunkan berat badan

Beberapa orang mengklaim bahwa minum air lemon bisa menurunkan berat badan karena lemon mengandung pektin, jenis serat yang bisa memberikan rasa kenyang tahan lama. Dari sinilah mereka beranggapan bahwa infused water lemon bisa mengurangi asupan kalori dalam satu hari karena kita tidak gampang lapar setelah meminumnya.

Dilansir dalam laman Prevention, Jason Ewoldt, RDN, LD seorang ahli gizi dari Mayo Clinic Healthy Living Program, setuju bahwa lemon adalah buah rendah kalori dan bagus untuk mengontrol kalori bagi orang yang sedang menurunkan berat badan.

Namun, bukan artinya minum air lemon akan menurunkan berat badan. Nyatanya, kandungan pektin dalam lemon tidak sebanyak yang Anda kira sampai bisa menimbulkan efek seperti itu. Satu buah lemon ukuran sedang hanya mengandung 2 gram serat. Jika diperas atau dipotong-potong untuk diolah menjadi minuman, kandungan serat yang masuk ke dalam tubuh pun akan lebih sedikit lagi.

Meski ada beberapa penelitian pada binatang yang menunjukkan bahwa pektin bisa membantu menurunkan berat badan, namun temuan tersebut belum dibuktikan langsung pada manusia. Selain itu, belum juga ada bukti yang melaporkan bahwa air lemon lebih bermanfaat dan lebih baik untuk menurunkan berat badan daripada air putih biasa.

Namun memang, air lemon adalah pilihan minuman yang jauh lebih sehat ketimbang minum teh atau kopi dengan atau tanpa gula.

Air lemon bisa memperbaiki penuaan kulit

Lemon tinggi kandungan antioksidan dan vitamin C, tapi tidak otomatis bisa mencegah atau bahkan menghentikan penuaan yang telah terjadi.

Asupan vitamin C memang bisa membantu tubuh memproduksi lebih banyak kolagen untuk mengencangkan dan mengenyalkan kulit. Namun, produksi kolagen tidak hanya bergantung pada vitamin C saja. Tubuh tetap membutuhkan asupan mineral dan vitamin lain, termasuk juga gizi makro yang seimbang untuk bisa memproduksi cukup kolagen.

Maka selain minum air lemon, cukupilah kebutuhan gizi Anda dengan mengonsumsi buah-buahan, sayur, sumber protein rendah lemak, dan juga biji-bijian.

Infused water lemon bisa membuang racun dalam tubuh

Katanya, rutin minum infused water lemon bisa membantu membilas racun yang menumpuk dalam tubuh. Kenyataannya belum ada penelitian medis yang mampu mendukung klaim ini.

Di dalam tubuh sendiri sebenarnya sudah ada mekanisme khusus untuk membuang racun, yaitu dari ginjal dan hati yang akan mengeluarkannya lewat keringat, feses, dan urin. Untuk merangsang mekanisme tersebut tetap berjalan lancar, yang Anda perlukan sebenarnya hanya memperbanyak minum air putih juga makan lebih banyak sayur dan buah.

Yang terpenting adalah jaga kesehatan ginjal dan hati, maka tubuh Anda akan secara natural akan membersihkan semua racun dan produk yang tidak terpakai.

Air lemon meningkatkan kecerdasan

Dilansir dalam laman Medical News Today, klaim lainnya adalah air lemon bisa meningkatkan kecerdasan apalagi ketika dikonsumsi pagi hari.

Faktanya, air lemon tidak tiba-tiba meningkatkan kecerdasan, namun aroma lemon di pagi hari membuat Anda lebih melek sehingga merasa lebih fokus di pagi hari. Bukannya meningkatkan kecerdasan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Seperti Apa Porsi Makan yang Tepat Agar Diet Cepat Berhasil?

Pembagian porsi makan yang tepat ternyata termasuk kunci penting dalam keberhasilan diet. Lalu bagaimana pembagian porsi makan yang tepat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ada yang bilang kita sudah tak boleh minum air yang disimpan dalam botol plastik hangat. Misalnya karena ditinggal di mobil seharian. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 10 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenali Mitos Seputar Hepatitis C yang Perlu Diketahui Kebenarannya

Banyak orang yang masih percaya mitos, terutama hal yang berkaitan dengan suatu penyakit, seperti hepatitis C. Kenali apa saja mitos yang perlu diketahui.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 27 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 21 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

terapi urine minum air kencing

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit
susu kefir

6 Manfaat Susu Kefir yang Ternyata Menyehatkan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14 September 2020 . Waktu baca 4 menit
diet tinggi serat

Panduan Diet Tinggi Serat, Cara Sehat untuk Turunkan Berat Badan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit
berat badan turun bukan berarti lemak berkurang

Berat Badan Turun, Bukan Berarti Lemak Tubuh Berkurang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 3 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit