5 Manfaat Vitamin D untuk Wanita Menopause yang Harus Diketahui

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Setelah memasuki masa menopause, tubuh tentu sudah tidak seprima dulu. Tubuh juga jadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit seperti jantung, osteoporosis, dan diabetes.

Agar tetap terhindar dari risiko tersebut, kebutuhan akan gizi dan vitamin harus benar-benar terpenuhi. Vitamin D dipercaya menjadi salah satu vitamin paling penting untuk menjaga kesehatan Anda yang sudah menopause.

Manfaat vitamin D untuk wanita menopause

Vitamin D paling banyak dikenal khasiatnya untuk memelihara kesehatan tulang dan gigi. Namun, ternyata vitamin D juga memiliki sejumlah manfaat lainnya yang tak kalah bermanfaat untuk tubuh. Apa saja?

1. Menghindari Anda dari risiko diabetes tipe 2

penderita diabetes meninggal covid-19

Diabetes 2 adalah sebuah kondisi di mana kadar gula dalam darah sudah melebihi normal. Penyakit ini disebabkan oleh resistensi insulin, yang artinya tubuh tidak bisa menggunakan gula darah dengan semestinya karena adanya gangguan respon tubuh pada insulin.

Vitamin D dipercaya dapat membantu meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin, yaitu hormon yang bertanggung jawab untuk mengatur kadar gula darah. Nantinya, manfaat inilah yang akan membantu Anda mengurangi risiko terhadap penyakit diabetes tipe 2.

Manfaatnya bahkan sudah dibuktikan pada sebuah percobaan yang dilakukan terhadap orang-orang nondiabetes berusia 65 tahun ke atas. Kelompok yang rutin minum vitamin D IU 700 memiliki peningkatan glukosa yang lebih rendah dalam kurun waktu tiga tahun dibanding mereka yang tidak meminumnya.

2. Menjaga kesehatan tulang

sakit tulang belakang

Vitamin D merupakan salah satu vitamin yang berperan besar dalam menjaga kadar kalsium dan fosfor yang akan membantu mencegah penyakit tulang seperti rakhitis dan osteoporosis.

Sebuah studi menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D bisa menjadi faktor yang memicu beberapa gangguan seperti nyeri punggung bawah dan degenerasi tulang. Terlebih, kekurangan vitamin D sering terjadi pada wanita selama periode pascamenopause.

Maka dari itu, ada baiknya bagi wanita yang telah menopause untuk terus memenuhi asupan vitamin D yang cukup agar bisa mengurangi intensitas masalah tulang.

3. Vitamin D bantu cegah kanker payudara

vitamin d bantu cegah kanker payudara

Ternyata, kadar vitamin D yang baik dalam tubuh bisa membantu menjauhkan Anda dari risiko beberapa kanker, terutama kanker payudara. Vitamin D diyakini memilki sifat anti karsinogenik yang akan melawan zat-zat penyebab penyakit kanker.

Serum dalam vitamin D akan menghambat perkembangbiakan sel kanker. Dari sebuah studi, pemberian vitamin D level 100 masih berkaitan erat dengan menurunnya risiko terhadap kanker payudara invasif (menyebar ke jaringan lain) secara signifikan sebesar 45 persen.

4. Menjaga kesehatan organ intim

Bagian vagina yang tidak dan boleh dibersihkan

Pada banyak wanita, masa menopause juga berpengaruh pada keadaan organ kewanitaan. Beberapa masalah yang biasa dikeluhkan di antaranya adalah vagina yang terasa tak nyaman karena kering, gatal-gatal, dan iritasi.

Hal tersebut sebenarnya normal terjadi, mengingat saat menopause kadar estrogen yang membantu pelumasan alami dan menjaga elastisitas otot vagina sudah berkurang. Hal ini tentunya bisa mempengaruhi aktivitas sehari-hari, termasuk dalam kegiatan seksual serta kualitas hidup.

Kabar baiknya, vitamin D dapat membantu meningkatkan pertumbuhan sel epitel vagina yang akan mengurangi gejala gatal-gatal dan iritasi, terutama untuk wanita menopause.

Vitamin D juga bantu mengatasi masalah vagina kering dan menyeimbangkan pH yang nantinya bisa mencegah masalah seperti bacterial vaginosis penyebab keputihan berbau.

5. Bantu memperbaiki mood

penyakit yang mengintai wanita setelah menopause

Salah satu tanda yang dirasakan oleh wanita ketika menjelang menopause adalah suasana hati yang berubah-ubah. Bahkan, terkadang keadaan emosional yang tidak baik ini dapat berujung depresi.

Untungnya, hal ini tentu bisa dicegah salah satunya dengan meningkatkan asupan vitamin D. Perlu diketahui, rendahnya kadar vitamin D dalam tubuh dapat mengganggu kinerja fungsi kognitif pada otak, yang mana adalah organ yang berperan penting untuk memengaruhi emosi yang dirasakan seseorang.

Memang, vitamin D bukanlah solusi bila Anda mengalami depresi. Namun, setidaknya vitamin D bisa bantu meningkatkan suasana hati Anda.

Memenuhi asupan vitamin D untuk wanita menopause

makanan sumber vitamin D
Sumber: Health Europa

Sebenarnya, tubuh kita sudah bisa menghasilkan vitamin D sendiri. Meski demikian, Anda sebaiknya juga menambahkan asupan dari luar agar bisa memenuhi kebutuhan vitamin harian.

Karena kulit dapat menghasilkan vitamin D dengan bantuan matahari, maka salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah berjemur di bawah sinar matahari. Coba habiskan sekitar 15-20 menit untuk berdiri di bawah sinar matahari sebanyak tiga kali dalam seminggu.

Vitamin D juga bisa didapatkan dari sumber berupa makanan yang memiliki kandungannya. Beberapa di antaranya adalah minyak ikan kod, ikan salmon, ikan tuna, hati sapi, dan yogurt.

Sayangnya, vitamin D dalam makanan lebih banyak ditemukan pada produk hewani. Anda yang menjalani hidup vegan mungkin akan kesulitan jika hanya bergantung dari sumber makanan.

Untungnya, masih ada suplemen vitamin D sebagai solusinya. Kebutuhan setiap orang pada vitamin D sebenarnya berbeda-beda. Pada orang yang lebih tua, biasanya vitamin D yang bisa diminum adalah yang mengandung 800–2.000 IU. Kebanyakan suplemen juga aman dikonsumsi tanpa resep dokter.

Namun agar tidak menimbulkan masalah, lebih baik konsultasikan kembali kepada dokter atau ahli gizi. Mungkin dokter akan memberikan rekomendasi suplemen yang tepat untuk Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sudah Osteoporosis, Masih Bisakah Minum Susu untuk Menguatkan Tulang?

Susu disebut sebagai minuman wajib untuk menjaga kesehatan tulang. Namun jika tulang sudah telanjur keropos, apakah susu masih efektif untuk menguatkannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Osteoporosis, Health Centers 12 Januari 2020 . Waktu baca 6 menit

5 Macam Nutrisi yang Tidak Boleh Disisihkan dari Menu Diet

Diet terkadang dilakukan secara ekstrim sehingga meninggalkan sejumlah nutrisi yang penting dikonsumsi. Apa saja nutrisi untuk diet yang sering dilupakan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 20 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

Prenagen Esensis

Prenagen esensis adalah susu yang harus diminum sebelum hamil. Cari tahu informasi tentang dosis dan cara membuat susu hamil ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 18 Juni 2019 . Waktu baca 6 menit

Rutin Minum Suplemen Magnesium Sejak Dini Bantu Lansia Cegah Alami Patah Tulang

Risiko cacat fisik pada lansia akibat patah tulang bisa dicegah sejak dini. Di sinilah peran manfaat magnesium untuk kesehatan tulang.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Perawatan Lansia 31 Mei 2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

osteoporosis

Osteoporosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 10 menit
manfaat psikologis puasa

Berbagai Fungsi Vitamin D yang Bermanfaat Selama Puasa

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 30 April 2020 . Waktu baca 3 menit
vitamin untuk anak balita

Kebutuhan Vitamin untuk Balita Usia 2-5 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 13 April 2020 . Waktu baca 8 menit
berjemur di pagi hari

Kapan Sebaiknya Kita Berjemur di Pagi Hari?

Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 3 April 2020 . Waktu baca 5 menit