Benarkah Makanan Darat dan Laut Tidak Boleh Dimakan Bersamaan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin pernah mendengar anggapan yang menyatakan bahwa makan makanan darat dan laut secara bersamaan bisa berakibat buruk bagi kesehatan. Kebiasaan ini dikatakan dapat menyebabkan sakit perut, gangguan pencernaan, hingga keracunan makanan. Lantas, apakah hal tersebut benar adanya?

Asal mula larangan makan makanan darat dengan makanan laut

Sumber: The Washington Post

‘Larangan’ mengonsumsi makanan darat bersamaan dengan makanan laut sebenarnya berawal dari tatanan agama dan adat istiadat.

Pada agama tertentu misalnya, ikan dan daging merah ada dalam dua kategori makanan yang tidak boleh dimakan bersamaan.

Pada beberapa kelompok masyarakat, larangan untuk makan makanan darat bersama makanan laut sudah terbentuk menjadi aturan turun-temurun.

Di sisi lain, ada pula orang-orang yang meyakini bahwa mengonsumsi keduanya secara bersamaan bisa menimbulkan gangguan kesehatan.

Hal ini didasarkan pada perbedaan waktu cerna makanan darat dan makanan laut.

Sebagai gambaran, lambung memerlukan waktu sekitar 45 sampai 60 menit untuk mencerna ikan. Sementara untuk mencerna ayam dibutuhkan waktu 1,5 sampai 2 jam dan 3 jam untuk mencerna daging sapi.

Awalnya, waktu cerna yang berbeda ini disinyalir berpengaruh besar bagi pencernaan.

Berdasarkan waktu cerna makanan yang bervariasi, makanan laut seperti ikan seharusnya akan dicerna lebih dahulu dibandingkan ayam dan daging sapi.

Makanan yang lebih lama dicerna akan tertahan di dalam lambung dan diduga dapat menurunkan pH asam lambung.

Tidak hanya itu, lambung juga harus memproduksi lebih banyak enzim untuk menguraikan daging yang lebih lama dicerna. Akibatnya, kondisi di dalam lambung pun menjadi tidak seimbang.

Hal ini membuat orang yang makan makanan darat dan laut secara bersamaan dinilai lebih berisiko mengalami gangguan pencernaan. Misalnya sakit perut, mulas, kembung, hingga naiknya asam lambung.

Apakah hal tersebut terbukti benar?

sistem pencernaan

Faktanya, sistem pencernaan tidak bekerja dengan cara demikian.

Hal ini disebabkan karena tubuh manusia telah berevolusi untuk mencerna makanan utuh yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan nutrisi lainnya sekaligus.

Saat Anda mengonsumsi beberapa jenis makanan dalam waktu yang sama, lambung akan memproduksi berbagai enzim untuk mencerna semua nutrisi di dalamnya.

Enzim pencernaan dapat bekerja dengan efektif jika pH lambung tetap asam, yakni 1 hingga 2,5.

Masuknya makanan darat dan laut secara bersamaan mungkin dapat mengubah pH lambung hingga 5 selama sesaat.

Akan tetapi, dinding lambung mampu memproduksi asam lambung dan menurunkan kembali nilai pH-nya dalam waktu cepat.

Selama nilai pH-nya tetap asam dan seluruh enzimnya berfungsi dengan baik, lambung akan selalu bekerja secara optimal.

Organ ini dapat mencerna ikan, ayam, maupun daging sapi dengan baik tanpa terdampak oleh waktu cerna yang berbeda.

Ada saatnya memisahkan makanan darat dengan makanan laut

Anda boleh saja mengonsumsi makanan darat bersama dengan makanan laut.

Namun, ada kalanya Anda perlu memisahkan kedua makanan ini, yakni saat menyimpan dan mengolah keduanya serta jika Anda alergi terhadap makanan laut.

Ketika memasak dan menyimpan makanan darat serta makanan laut, selalu tempatkan keduanya dalam wadah terpisah.

Anda bisa membungkusnya dengan plastik atau menyimpannya dalam kotak dengan penutup.

Saat mengolah makanan, pisahkan makanan yang sudah matang dengan bahan yang masih mentah.

Pasalnya, membiarkan makanan matang berdekatan dengan makanan mentah dapat mengakibatkan keracunan makanan.

Bagi Anda yang memiliki alergi terhadap makanan laut, selalu sajikan makanan laut dalam wadah yang berbeda dengan makanan darat.

Usai waktu makan, tetap simpan keduanya dalam wadah yang berbeda dan tutup dengan tudung saji untuk mencegah makanan terkena kotoran.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Seberapa Banyak Anda Boleh Makan Daging dalam Seminggu?

Konsumsi daging secara berlebihan justru tidak baik bagi kesehatan. Lantas, seberapa banyak batas makan daging yang aman dalam seminggu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 23 Juni 2019 . Waktu baca 3 menit

Dikenal Berkolesterol Tinggi, Ternyata Ini Beragam Manfaat Daging Kepiting

Apakah Anda menghindari konsumsi daging kepiting karena kolesterolnya? Justru inilah ragam kandungan nutrisi dan manfaat daging kepiting untuk tubuh Anda.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 22 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit

Dada Ayam Vs Daging Sapi, Mana yang Lebih Kaya Gizi?

Terlepas dari rasanya yang lezat setelah diolah, pernahkah Anda bertanya-tanya sebenarnya di antara dada ayam dan sapi, lebih bergizi mana, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 8 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit

Jangan Panik Jika Tak Sengaja Tertelan Permen Utuh, Ini yang Harus Anda Lakukan

Pernah tanpa sengaja tertelan permen keras utuh-utuh? Tentu akan timbul rasa aneh karena permen masih berukuran besar dan keras. Berbahaya atau tidak, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Januari 2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makan kekenyangan

Perut Begah Akibat Makan Kekenyangan? Ini Cara Cepat Mengatasinya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Konten Bersponsor
potret anak bahagia bebas dari alergi karena orangtua menjaga keseimbangan mikrobiota usus

Apa Peran Keseimbangan Mikrobiota Usus dalam Cegah Alergi Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 31 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
scallop adalah

Berkenalan dengan Scallop (Kerang Kampak), Kerang Laut Mewah yang Padat Nutrisi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
sistem pencernaan

8 Tanda Pencernaan Anda Sehat dan Berfungsi Baik

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2020 . Waktu baca 11 menit