Makan Crab Stick Setiap Hari, Apa Dampaknya bagi Tubuh?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28/10/2019
Bagikan sekarang

Crab stick adalah alternatif yang lebih murah dan mudah diolah dibandingkan daging kepiting segar. Meskipun tergolong sebagai makanan olahan, kandungan nutrisinya pun digadang-gadang tidak kalah dari jenis makanan laut lainnya. Jika demikian, apakah makan crab stick setiap hari baik bagi kesehatan?

Bagaimana crab stick dibuat?

Crab stick pada dasarnya bukanlah daging kepiting, melainkan ikan berdaging putih yang telah diolah sedemikian rupa sehingga rasa dan teksturnya menyerupai kepiting. Sebelum dibentuk menjadi crab stick, makanan olahan ini disebut sebagai surimi.

Daging ikan pertama-tama dipisahkan dari tulang dan bagian lain yang tidak diperlukan. Daging ikan lalu dihaluskan dan dicampur dengan putih telur, pati, dan bahan tambahan lain. Campuran ini dipanaskan, kemudian dibentuk menyerupai daging kepiting segar.

Produsen crab stick terkadang menambahkan ekstrak kepiting untuk memperkuat rasa. Namun, ekstrak tersebut tidak membuat nilai nutrisi crab stick menjadi setara dengan kepiting. Nutrisi yang Anda peroleh dari makan crab stick dan kepiting tentu berbeda.

Kandungan nutrisi crab stick

Sumber: Cook’s Info

Seratus gram crab stick mengandung 95 kalori, sedangkan kepiting segar mengandung 151 kalori. Meskipun rendah kalori, sebagian besar kalori crab stick berasal dari karbohidrat dan bahan tambahan lain, bukan protein seperti halnya kepiting segar.

Kandungan protein dan lemak pada crab stick juga tidak sebanyak kepiting segar. Seratus gram crab stick mengandung 7,6 gram protein dan 0,4 gram lemak, sedangkan kepiting segar mengandung 13,8 gram protein dan 3,8 gram lemak.

Nutrisi terbanyak yang akan Anda peroleh dari makan crab stick adalah karbohidrat. Crab stick mengandung 14,9 gram karbohidrat yang berasal dari pati dan gula tambahan. Sebaliknya, kepiting segar sama sekali tidak mengandung karbohidrat.

Selain beragam nutrisi di atas, crab stick juga memiliki beragam jenis vitamin dan mineral. Kecuali fosfor, hampir semua vitamin dan mineral pada crab stick lebih rendah dibandingkan kepiting segar.

Bolehkah mengonsumsi crab stick setiap hari?

msg micin bikin lemot

Crab stick sebenarnya memiliki beragam nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan. Akan tetapi, makanan olahan ini juga mengandung perwarna, pengawet, dan zat aditif lain yang berdampak buruk bagi kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Makan crab stick akan membuat tubuh Anda terpapar zat aditif sebagai berikut:

  • Carmine. Memiliki nama lain ‘crimson lake’, ‘natural red’, ‘C.I. 75470’, dan ‘E120’, zat ini berfungsi memberikan warna merah pada permukaan crab stick. Paparan carmine secara berlebihan bisa memicu reaksi alergi, pusing, dan mual.
  • Monosodium glutamat (MSG). Orang yang sensitif terhadap MSG dapat mengalami pusing, lesu, kaku otot, dan mual.
  • Zat pengawet. Crab stick biasanya mengandung pengawet berupa natrium benzoat dan beberapa senyawa fosfat. Konsumsi senyawa fosfat berisiko menimbulkan dampak jangka panjang bagi ginjal.
  • Karaginan. Senyawa ini berfungsi untuk memadatkan crab stick dan membuatnya lebih awet. Pada penelitian terhadap hewan, karaginan diketahui meningkatkan risiko peradangan pada saluran pencernaan.

Seperti makanan olahan lainnya, crab stick tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Walaupun rendah kalori dan mengandung nutrisi, makan crab stick setiap hari akan membuat tubuh Anda terpapar berbagai zat aditif.

Jadi, Anda boleh saja sesekali menambahkan crab stick ke dalam salad, mengolahnya menjadi sushi, atau menjadikannya alternatif camilan rendah kalori. Namun, batasi konsumsinya dan tetaplah jadikan bahan pangan alami sebagai sumber nutrisi Anda.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berapa Lama Idealnya Harus Simpan Daging di Kulkas?

Jika tidak mau langsung diolah, Anda boleh menyimpan daging di kulkas atau freezer. Psstt.. Lama waktu simpan daging sapi dan ayam segar berbeda, lho!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 29/07/2018

Zat Aditif BHA dan BHT Dalam Makanan Kemasan, Apa Bahayanya Bagi Kesehatan?

Dari banyak jenis zat aditif pada makanan, BHA dan BHT adalah dua di antaranya yang berfungsi sebagai pengawet. Adakah risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Kenapa Makanan Kemasan Mengandung Natrium Tinggi?

Makanan kemasan mengandung natrium tinggi, sehingga berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan. Lantas, kenapa makanan kemasan tinggi natrium?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Hati-hati, Pewarna Makanan Juga Bisa Menyebabkan Alergi

Dibalik tampilan menariknya, pewarna makanan bagi tubuh ternyata dapat menimbulkan alergi. Apa saja gejala alergi pewarna makanan yang harus diwaspadai?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Direkomendasikan untuk Anda

zat aditif malas olahraga

Penyedap Rasa dan Pengawet Makanan Bikin Malas Olahraga, Kok Bisa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24/06/2019
makan kepiting

Pusing Setelah Makan Kepiting? Hati-hati, Bisa Jadi Ini Gejala Alergi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 12/03/2019
kandungan nutrisi dan manfaat daging kepiting

Dikenal Berkolesterol Tinggi, Ternyata Ini Beragam Manfaat Daging Kepiting

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 22/02/2019
zat aditif pada makanan

Benarkah Zat Aditif Pada Makanan Dapat Menyebabkan Kanker Kambuh?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19/09/2018