Lemak Trans Pada Susu Sebenarnya Aman Atau Tidak Buat Kesehatan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Lemak trans sudah dicap sebagai lemak paling jahat dan cukup berbahaya jika sering dikonsumsi. Sudah ada banyak penelitian yang membuktikan bahwa lemak jenis ini bertanggung jawab atas berbagai penyakit kronis yang mematikan, seperti serangan jantung, gagal jantung, hingga stroke. Namun, jika Anda menemukan kandungan lemak trans dalam susu, jangan langsung membuangnya. Pasalnya, lemak trans dalam susu berbeda dengan lemak trans lainnya, karena tidak berbahaya bagi kesehatan. Mengapa? Apa yang membuat lemak trans pada susu berbeda?

Ternyata, lemak trans dalam susu tidak berbahaya

Lemak trans biasanya terkandung di dalam makanan kemasan atau pun makanan yang telah digoreng dengan minyak yang digunakan berkali-kali. Ya, lemak trans tersebut berasal dari proses hidrogenasi yang terjadi selama proses pengolahan makanan. Pada awalnya, lemak trans ini berbentuk lemak tidak jenuh (lemak baik), namun karena proses hidrogenasi tersebut akhirnya struktur lemak pun berubah dan terbentuklah lemak trans.

Proses hidrogenasi ini yang membuat makanan serta minuman kemasan dapat bertahan lebih lama. Maka itu, lemak trans memang banyak terkandung di dalam makanan yang sudah mengalami pengolahan dalam pabrik.

Sementara itu, berbeda dengan lemak trans yang telah disebutkan sebelumnya, lemak trans dalam susu terbentuk secara alami. Ya, di dalam perut hewan juga ada proses hidrogenasi alami, sehingga lemak trans yang terbentuk lebih aman ketimbang lemak trans hasil pengolahan makanan dalam pabrik. Karena proses hidrogenasi ini terjadi alamiah pada hewan, lemak trans sebenarnya juga ada di dalam daging sapi dan daging kambing.

Mengapa lemak trans dalam susu tidak berbahaya?

Faktanya, lemak trans yang ada di dalam kemasan makanan atau pun makanan yang digoreng telah terbukti dapat meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah. Hal ini terjadi karena lemak trans meningkatkan jumlah kolesterol jahat dan menurunkan kadar kolesterol baik. Padahal, kolesterol baik berperan dalam mengangkut sisa-sisa lemak yang tertinggal di pembuluh darah, yang dapat menyebabkan penyumbatan.

Nah, lemak trans pada susu menimbulkan respon yang berbeda di dalam tubuh. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition menyatakan bahwa lemak trans pada susu tidak membuat kolesterol baik menurun, tapi justru meningkatkan jumlahnya.

Jadi, tidak masalah kalau mengonsumsi lemak trans dari susu?

Memang lemak trans pada susu cenderung lebih aman untuk dikonsumsi, tapi bukan berarti Anda bisa dengan bebas mengonsumsinya. Tetap saja, susu memiliki kandungan lemak jenuh yang juga memengaruhi kadar kolesterol di dalam tubuh. Bila porsi yang dikonsumsi terlalu banyak, maka bukan tidak mungkin lemak dari susu dan berbagai produk hewani lainnya dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

Anda juga bisa mengimbanginya dengan mengonsumsi makanan yang berserat dan vitamin serta mineral yang tinggi, misalnya sayur dan buah. Serat yang ada di dalam sayur dan buah dapat mengikat lemak di dalam tubuh dan membuat tumpukan lemak Anda berkurang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Lama-lama, seks bisa jadi membosankan. Apakah artinya sudah tak saling cinta lagi? Bisakah hubungan suami istri terasa nikmat seperti dulu lagi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Anda sering melihat bullying tapi tidak tahu harus berbuat apa? Anda ingin menolong korban tapi takut? Cari tahu di sini apa yang harus Anda lakukan!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Psikologi 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Kencing dengan posisi berdiri kerap dilakukan pria, tapi mereka yang mengidap gangguan saluran kemih justru dilarang. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Kandung Kemih 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
psoriasis kuku

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit