Awas, Kalori Makanan Bisa Melonjak Akibat Salah Teknik Memasak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Jika Anda sedang dalam diet ketat, mungkin selama ini Anda berusaha untuk memilih bahan makanan yang tidak mengandung kalori yang tinggi. Tapi tahukah Anda bahwa tanpa disadari proses memasak yang Anda lakukan dapat pengaruhi jumlah kalori makanan yang sudah ‘mati-matian’ Anda batasi tersebut? Teknik memasak seperti apa yang akan membuat makanan menjadi tinggi kalori? Apakah semua makanan yang dimasak akan mengalami peningkatan kalori?

Proses memasak menyebabkan kalori makanan semakin banyak

Tidak hanya meningkatkan cita rasa saja, proses memasak bisa buat makanan Anda berubah jadi makanan yang berkalori tinggi. Tidak percaya? Anda dapat melihat perbedaannya pada daging ayam yang mentah dengan daging ayam matang.

Pada 100 gram daging ayam mentah, terdapat 114 kalori sementara daging dada yang sudah dimasak kalorinya berubah menjadi sekitar 270 kalori. Meningkatkan kalori makanan juga tergantung dengan teknik memasak yang dilakukan, tentu saja memasak dengan cara digoreng, direbus, atau dipanggang akan menghasilkan kalori makanan yang berbeda-beda.  

Bertambahnya kalori makanan tergantung pada teknik memasak yang dilakukan

Apabila Anda selalu menggoreng hampir semua lauk yang akan dimakan, maka Anda dalam masalah saat ini. Ya, saat menggoreng makanan, Anda akan menggunakan minyak goreng, mentega, atau margarin yang akan diserap cukup banyak oleh makanan yang sedang digoreng.

Suhu panas ketika menggoreng, membuat kandungan air di dalam makanan menghilang dan lemak yang terkandung di dalam minyak tersebut akan masuk menggantikan posisi air. Lemak yang terserap ini menyebabkan makanan Anda yang tadinya rendah kalori menjadi berkalori tinggi. Bahkan, diketahui bahwa peningkatan kalori yang terjadi bisa mencapai 64% dari kalori sebelumnya.

Sementara, jika Anda melakukan teknik memasak seperti mengukus atau merebus, Anda tidak perlu khawatir akan kalori makanan bertambah setelah dimasak. Tidak seperti teknik menggoreng, mengukus atau merebus membuat makanan Aman dari lonjakan kalori. Kondisi ini terjadi akibat tidak adanya tambahan lemak dari luar – yang terjadi pada proses penggorengan – yang bikin kalori makanan Anda meningkat. Bila dibandingkan, pada 100 gram daging ayam yang digoreng terkandung kalori sebesar 165, sedangkan daging ayam yang direbus hanya memiliki kalori sekitar 151 kalori.

Kandungan zat gizi dalam makanan juga mempengaruhi penambahan kalorinya

Ternyata, dilansir dari sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Physical Anthropology, setiap makanan pasti mengalami penambahan kalori setelah dimasak. Namun seberapa banyak kalori yang bertambah, tergantung dengan jenis makanan itu sendiri.

Contohnya, makanan sumber karbohidrat dapat mengalami penambahan kalori hingga 20-40% saat pemasakan berlangsung. Sementara makanan sumber protein yang matang mempunyai 10-20% kalori lebih banyak ketimbang yang mentah dengan jenis makanan yang sama.

Berarti, apakah saya lebih baik makan makanan yang mentah?

Memasak makanan juga merupakan cara agar tidak mengalami keracunan atau sakit akibat bakteri yang ada di dalam makanan mentah. Selain itu, makanan yang dimasak tentunya mempunyai cita rasa yang lebih kaya dan tampilan yang menarik. Yang perlu Anda perhatikan adalah bagaimana masakan tersebut dimasak dan mencegah kalori bertambah dalam jumlah yang banyak. Oleh karena itu, hindari makanan yang digoreng agar kalori yang masuk ke dalam tubuh tidak bertambah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Lama-lama, seks bisa jadi membosankan. Apakah artinya sudah tak saling cinta lagi? Bisakah hubungan suami istri terasa nikmat seperti dulu lagi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Anda sering melihat bullying tapi tidak tahu harus berbuat apa? Anda ingin menolong korban tapi takut? Cari tahu di sini apa yang harus Anda lakukan!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Psikologi 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Kencing dengan posisi berdiri kerap dilakukan pria, tapi mereka yang mengidap gangguan saluran kemih justru dilarang. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Kandung Kemih 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
psoriasis kuku

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit