Jagung Vs. Kentang: Mana yang Lebih Baik untuk Pengganti Nasi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 19 Desember 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bagi Anda yang tidak suka nasi atau ingin mengganti nasi dengan karbohidrat lain, jagung dan kentang bisa menjadi pilihan Anda. Jagung dan kentang sama-sama sumber karbohidrat yang tidak kalah bergizi dari nasi. Namun, jika membandingkan keduanya, mana yang lebih sehat untuk pengganti nasi? Simak ulasannya di sini.

Perbedaan nutrisi pada jagung dan kentang

Jagung dan kentang sama-sama sumber karbohidrat yang baik dan mengandung nutrisi penting. Keduanya memiliki jumlah kandungan nutrisi yang berbeda. Jika dibandingkan, setiap 100 gram jagung mengandung 366 kalori, 69,1 gram karbohidrat, dan 9,8 gram protein. Sementara 100 gram kentang mengandung 62 kalori, 13,5 gram karbohidrat, dan 2 gram protein.

Dalam takaran yang sama, kentang tidak mengandung lemak sedangkan jagung mengandung 7,3 gram lemak. Keduanya juga mengandung serat, beberapa vitamin dan mineral, tapi dengan jumlah yang berbeda.

Jagung mengandung 2,2 gram serat dan 0,5 gram serat dalam kentang. Sementara kandungan kalium dan natrium pada kentang lebih tinggi dari jagung. Lain lagi dengan jumlah vitamin, jagung masih lebih kaya akan vitamin daripada kentang.

Lantas, mana yang lebih baik sebagai pengganti nasi?

Baik jagung dan kentang sama-sama memiliki kandungan nutrisi yang baik sebagai pengganti nasi. Dilihat dari kebutuhan karbohidrat, jagung mengandung sekitar 28-80% kebutuhan karbohidrat harian. Sedangkan karbohidrat pada kentang setara dengan 66-90% kebutuhan karbohidrat harian. Keduanya mengandung gula sederhana dalam jumlah yang kecil.

Namun, dilihat dari nilai indeks glikemiknya, jagung bisa dikatakan lebih baik sebagai pengganti nasi. Indeks glikemik adalah ukuran seberapa cepat karbohidrat dicerna. Makanan dengan nilai indeks glikemik tinggi dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang tinggi.

Berdasarkan tabel indeks glikemik dari Havard Medical School, nilai indeks glikemik dari 100 gram jagung adalah sekitar 46 sedangkan nilai indeks glikemik dari 100 gram kentang adalah 78. Nilai indeks glikemik jagung juga lebih rendah dari nasi yaitu sekitar 73.

Selain itu, teknik memasak juga bisa memengaruhi nilai indeks glikemik. Semakin lama makanan dimasak, semakin tinggi pula indeks glikemik makanan tersebut. Oleh karena itu, pastikan Anda mengolah jagung atau kentang dengan tepat.

Sehat atau tidaknya jagung atau kentang sebagai pengganti nasi juga tergantung bagaimana Anda mengolahnya. Sebaiknya, olah kentang atau jagung dengan direbus atau dipanggang. Hal ini agar tetap mempertahankan sebagian besar nutrisinya.

Berapa porsi jagung dan kentang yang tepat sebagai pengganti nasi?

Berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI, setiap 100 gram nasi mengandung 175 kalori, 4 gram protein, dan 40 gram karbohidrat.

Untuk mendapatkan nilai gizi yang sama, Anda disarankan untuk makan 3 buah jagung berukuran sedang atau setara dengan 125 gram. Untuk kentang, Anda disarankan makan 2 buah kentang berukuran sedang atau setara dengan 210 gram.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Pilihan Resep Olahan Kentang untuk Sajian Berbuka Puasa

Kentang bisa diolah menjadi makanan ringan atau berat saat berbuka. Berikut beberapa pilihan resep buka puasa dari kentang yang bisa Anda coba di rumah.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hari Raya, Ramadan 15 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

6 Makanan Kaya Gizi yang Harus Ibu Hamil Penuhi Saat Sahur

Ibu hamil yang berpuasa tidak bisa makan sembarangan. Berikut beberapa contoh makanan sahur untuk ibu hamil yang bisa menjadi referensi Anda.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hari Raya, Ramadan 13 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Seberapa Penting Kebutuhan Karbohidrat untuk Balita Usia 2-5 Tahun?

Menjaga asupan nutrisi dan gizi anak agar tetap seimbang sangat penting demi pertumbuhannya. Berikut kebutuhan karbohidrat balita usia 2-5 tahun.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Nutrisi Anak 12 April 2020 . Waktu baca 7 menit

Pemanis Buatan dan Karbohidrat Ternyata Memengaruhi Sensitivitas Insulin

Ternyata perpaduan pemanis buatan dan karbohidrat dapat menjadi pengaruhi tingkat sensitivitas insulin seseorang. Seperti apa penjelasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Diabetes, Health Centers 31 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

buah dan sayur mengandung racun

7 Makanan Sehari-hari yang Ternyata Sebenarnya Mengandung Racun

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
makan karbohidrat cepat lapar

Makan Banyak Karbohidrat Malah Bikin Anda Cepat Lapar, Lho!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 8 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
karbohidrat untuk diet

7 Sumber Karbohidrat Terbaik untuk Anda yang Sedang Diet

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 28 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
makan nasi merah setiap hari

Bolehkah Makan Nasi Merah Setiap Hari?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 28 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit