4 Mitos Tentang Susu yang Ternyata Salah Besar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda suka meminum susu? Atau Anda berpikir bahwa susu hanya dibutuhkan pada masa pertumbuhan? Faktanya Anda membutuhkan susu sejak lahir hingga usia Anda sekarang. Mengapa? Simak fakta dan mitos mengenai susu yang perlu Anda tahu di ulasan berikut ini.

Apa saja mitos mengenai susu yang sering disalahpahami?

Sejak Anda lahir sampai usia dua tahun, Anda diberikan ASI. Seiring bertambahnya usia, ASI digantikan oleh susu sapi. Menurut ahli gizi, susu perlu dikonsumsi untuk banyak alasan kesehatan, Anda diharuskan meminum susu minimal satu gelas per hari. Untuk hasil optimal, bahkan Anda disarankan mengonsumsi tiga gelas susu dalam satu hari.

Sayangnya, banyak dari Anda yang masih menganggap bahwa susu sapi hanya untuk anak dalam masa pertumbuhan dan sering dianggap menjadi penyebab obesitas. Apa saja mitos mengenai susu yang membuat Anda ragu untuk minum susu?

1. Mitos: Susu hanya untuk anak dalam masa pertumbuhan

Semakin Anda dewasa, kadar susu yang dibutuhkan oleh tubuh justru semakin besar. Jika saat bayi Anda mungkin membutuhkan hanya sekitar 500 cc susu per hari, ketika dewasa jumlah ini pun meningkat menjadi 1.000 hingga 1.200 cc per hari. Mitos ini muncul karena susu memang memiliki peran yang besar dalam masa pertumbuhan, namun bukan berarti hanya anak-anak saja yang perlu mengonsumsi susu.

2. Mitos: Fungsi susu adalah untuk menguatkan tulang

Hal ini memang tidak sepenuhnya salah, karena kandungan vitamin D dan kalsium dalam susu berfungsi untuk menguatkan gigi dan tulang, sehingga Anda terhindar dari osteoporosis.

Namun, susu bukan hanya untuk tulang saja. Di dalam susu juga terkandung vitamin A yang baik untuk kulit dan mata, serta vitamin B yang membantu pengolahan makanan dalam tubuh, mencegah anemia, dan meningkatkan fungsi otak. Selain itu, kalsium dalam susu tidak hanya berperan untuk menguatkan gigi dan tulang, namun juga kesehatan otot, terutama otot jantung, untuk menghindari kram jantung.

Susu pun memiliki 9 protein paling lengkap dibandingkan sumber lainnya sehingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah alergi.

3. Mitos: Saat sedang hamil, penting untuk minum susu bubuk khusus ibu hamil

Berbeda dengan susu murni, susu bubuk sudah mengalami proses yang panjang. Kandungan nutrisi lebih di dalamnya pun merupakan zat tambahan dan bukan berasal dari susu murni. Susu sapi segar dengan proses yang lebih singkat akan memiliki kandungan gizi yang lebih lengkap bagi ibu hamil dan janin dalam kandungan.

Lagi pula, banyak produk yang justru membuat ibu menjadi gemuk, padahal pertumbuhan janinlah yang perlu diperhatikan saat mengandung. Pilihlah susu sapi segar dibandingkan susu bubuk untuk ibu hamil.

Tapi ingat, saat hamil, selalu pilih susu segar yang sudah dipasteurisasi, dan bukan susu segar “mentah” langsung dari sapi, karena tanpa proses pasteurisasi susu mungkin masih mengandung bakteri yang berbahaya bagi janin.

4. Mitos: Minum susu bikin gemuk

Susu justru baik untuk membantu proses diet karena dapat membantu Anda untuk mencegah naiknya berat badan. Selain itu, saat diet ada kemungkinan banyak nutrisi yang tidak masuk ke dalam tubuh. Susulah yang dapat menggantikan nutrisi tersebut sehingga Anda tetap bertenaga saat menjalani program diet.

Selain itu, susu juga berfungsi untuk menambah protein dan tenaga, baik sebelum dan sesudah berolahraga. Risiko tulang keropos saat menjalani diet pun tidak akan terjadi jika Anda mengonsumsi susu setiap hari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Diet Susu Dinilai Dapat Menurunkan Risiko Diabetes dan Hipertensi

Hampir semua orang menyukai susu dan produk olahannya karena menawarkan segudang manfaat. Bahkan, diet tinggi susu disebut turunkan risiko diabetes.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Nutrisi, Hidup Sehat 7 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Cara Memilih Susu Soya yang Tepat untuk Kebutuhan Anak

Susu soya dapat menjadi sumber nutrisi anak. Namun, tetap teliti sebelum memilih susu soya untuk anak dan lakukan tips berikut ini.

Ditulis oleh: Roby Rizki
Parenting, Nutrisi Anak 3 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Kelebihan Formula PDX GOS dan Betaglucan dalam Memperkuat Imun Anak

Susu formula dengan kandungan PDX, GOS, dan Betaglucan memiliki keunggulan untuk sistem imun anak. Benarkah demikian? Bagaimana cara kerjanya?

Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
susu formula untuk anak
Parenting, Nutrisi Anak 5 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Mana yang Lebih Sehat, Susu Hangat atau Susu Dingin?

Susu dipenuhi nutrisi yang tentunya memberi banyak manfaat bagi tubuh. Namun, mana yang lebih sehat, susu hangat atau susu dingin?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Nutrisi, Hidup Sehat 3 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

susu kefir

6 Manfaat Susu Kefir yang Ternyata Menyehatkan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14 September 2020 . Waktu baca 4 menit
susu formula untuk bayi

Aturan dalam Memberikan Susu Formula untuk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 15 menit
Konten Bersponsor
perbedaan susu sapi dan soya

Adakah Perbedaan pada Tumbuh Kembang Anak Minum Susu Sapi dan Soya?

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 16 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
protein soya

Kenali Perbedaan Protein Soya dan Isolat Protein Soya Serta Manfaatnya untuk Tumbuh Kembang Anak

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 3 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit