6 Makanan yang Mengandung Serotonin Ini Bisa Bikin Mood Lebih Baik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 30/05/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda sering punya mood atau suasana hati yang jelek? Mungkin selama ini pemilihan makanan Anda yang salah. Ya, makanan juga bisa jadi penentu mood seseorang. Supaya mood selalu bagus, sebaiknya pilih makanan yang mengandung serotonin. Lalu, apa sebenarnya serotonin itu? Apa saja makanan yang mengandung serotonin?

Apa itu serotonin?

Serotonin adalah zat kimia di otak yang bertugas sebagai pembawa pesan antarsel saraf otak. Dilansir dalam laman Healthline, serotonin ini diyakini juga dapat membuat mood lebih baik dan menjaganya sepanjang hari.

Pasalnya, kadar serotonin yang tinggi dapat membuat suasana hati senang dan bahagia. Maka itu, serotonin juga dikenal sebagai zat pengatur emosi dan juga daya ingat.

Meski memang sebenarnya serotonin tidak bisa Anda dapatkan seutuhnya dari makanan, tapi ada banyak makanan yang mengandung zat tertentu dan apat meningkatkan serotonin otak.

Jadi, zat asam aino triptofan yang ada di dalam makanan merupakan bahan dasar dari hormon serotonin di dala tubuh.  Asam amino triptofan adalah asam amino esensial, yakni asam amino yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh, sehingga asam amino ini diperlukan dari asupan.

Seberapa banyak jumlah triptofan yang dibutuhkan untuk meningkatkan serotonin belum diketahui dengan pasti. Jika terjadi penurunan kadar asam amino triptofan dalam tubuh, maka jumlah kadar serotonin ikut terpengaruhi. Kondisi ini membuat timbulnya gangguan mood seperti depresi atau kecemasan lebih mudah terjadi.

Bagaimana makanan bisa memengaruhi kadar serotonin?

Makanan yang tinggi triptofan tidak akan bekerja sendiri untuk meningkatkan serotonin. Dibutuhkan karbohidrat yang bisa membantu pembentukan serotonin.

Kehadiran karbohidrat yang sudah berbentuk gula sederhana dalam aliran darah membuat tubuh melepaskan lebih banyak insulin. Insulin ini yang mendorong penyerapan asam amino, dan meninggalkan triptofan dalam darah. Triptofan dalam darah ini yang selanjutnya akan diserap oleh otak. Dan digunakan untuk pembentukan serotonin.

Berbagai makanan yang mengandung serotonin (asam amino triptofan)

1. Telur

Protein pada telur secara signifikan bisa meningkatkan kadar triptofan dalam plasma darah. Hal tersebut juga sama dengan kuning telurnya. Kuning telur juga kaya kaan triptofan, tirosin, kolin, biotin, dan asam lemak omega-3, dan nutrisi lainnya.

2. Susu dan produk olahannya

Susu adalah salah satu protein hewani yang juga mengandung triptofan. Namun memang kadar triptofan di dalam susu, keju, dan yogurt  tidak setinggi triptofan di daging dan ikan.

3. Udang

Udang juga kaya akan asam amino triptofan yang bisa bantu pembentukan serotonin. Dalam 113 gram udang mengandung sekitar 330 mg triptofan.

4. Tahu

Tahu adalah sumber protein nabati yang kaya akan asam amino triptofan. Tahu bisa jadi pilihan yang tepat jika para vegan atau vegetarian sedang mencari sumber asam amino triptofan. Tahun juga mengandung kalsium yang baik untuk kesehatan tulang.

5. Ikan salmon

Ikan satu ini, sudah tidak perlu diragukan lagi manfaatnya. Selain terkenal akan kandungan asam lemak omega 3 nya, ikan salmon ini kaya akan asam amino triptofan. Salmon juga manfaat lain yakni menjaga keseimbangan kadar kolesterol, dan membantu menurunkan tekanan darah.

6. Kacang dan biji-bijian

Semua kacang dan biji mengandung triptofan. Segenggam penuh kacang sehari dapat menurunkan risiko mengalami kanker, dan penyakit jantung. Kacang dan biji-bijian lainnya juga mengandung kadar triptofan.

Biji bunga matahari, biji labu, kacang mete, kacang almond rata-rata mengandung lebih dari 50 mg triptofan sebanyak ¼ cangkir. Selain itu, kacang juga mengandung serat, vitamin dan antioksidan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Kacang Fava untuk Kesehatan Tubuh

Salah satunya, kacang fava mengandung dopamin yang berpotensi untuk meringankan gejala penyakit Parkinson. Simak yang lainnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Nutrisi, Hidup Sehat 31/05/2020 . Waktu baca 4 menit

7 Sumber Karbohidrat Terbaik untuk Anda yang Sedang Diet

Banyak orang mengurangi karbo untuk menurunkan berat badan. Tapi, siapa bilang harus dihindari? Pilih beberapa sumber karbohidrat untuk diet berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Mengulik Manfaat Kacang Brazil bagi Kesehatan

Kacang brazil kaya akan lemak sehat, selenium, serat, dan antioksidan. Ini sederet manfaat kacang brazil bagi kesehatan Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 15/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Manfaat Makan Tahu Mentah dan Risiko yang Perlu Diketahui

Tahu biasanya digoreng atau ditumis sebelum dimakan. Namun, bolehkah mengonsumsi tahu mentah? Apa manfaat dan risiko makan tahu mentah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
bahagia mencegah masalah pencernaan

Merasa Bahagia Melalui Hormon Ternyata Bisa Mencegah Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 4 menit
kacang lentil

Segudang Khasiat yang Ditawarkan Kacang Lentil untuk Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 12/06/2020 . Waktu baca 5 menit
makan karbohidrat cepat lapar

Makan Banyak Karbohidrat Malah Bikin Anda Cepat Lapar, Lho!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 08/06/2020 . Waktu baca 5 menit