5 Efek Buruk Minuman Energi Pada Kesehatan Tubuh

Oleh

Meskipun tidak ada standar baku terkait definisi minuman berenergi, namun jenis minuman ini dipasarkan dengan kesan energetik, menambah stamina, atau menambah energi. Dari segi substansi, minuman berenergi merujuk pada minuman non-alkohol, dengan kandungan utama seperti kafein, taurin, vitamin, terkadang disertai soda. Minuman berenergi juga dilengkapi dengan bahan lainnya yang bekerja untuk “menyegarkan” atau bersifat stimulan.

Konsumsi minuman energi kini makin umum, tidak hanya pada usia remaja dan dewasa, tetapi juga orangtua, bahkan anak-anak di bawah umur, karena minuman jenis ini biasanya rasanya manis. Alasan utama seseorang meminum minuman energi adalah untuk mendapatkan kesegaran dan agar bisa tetap beraktivitas sepanjang waktu. Namun tentu saja memaksakan diri untuk terus beraktivitas padahal sebenarnya sudah lelah tidak baik bagi kesehatan, karena tubuh membutuhkan istirahat, bukan hanya minuman stimulan agar tubuh tidak merasakan lelah. Di samping itu minuman berenergi menimbulkan efek buruk secara langsung terhadap tubuh dari bahan  kandungan di setiap kemasannya.

Mengapa minuman berenergi tidak boleh diminum terlalu sering?

Banyak minuman berenergi yang mengandung kadar berlebih yang diperlukan oleh tubuh. Jika diminum terlalu sering atau lebih dari satu kemasan perhari, minuman ini dapat menimbulkan gangguan konsentrasi, ketidakseimbangan nutrisi, dan dalam jangka panjang akan menyebabkan kerusakan bagi tubuh. Ironisnya, komposisi yang paling berbahaya adalah bahan “pemberi energi” dalam minuman berenergi itu sendiri, yaitu kafein dan gula.

Beberapa minuman berenergi tidak mencantumkan kadar kafein yang dikandung dalam satu kemasannya. Kafein adalah sumber “pemberi energi” utama di samping bahan stimulan lainnya yang juga terkandung di  jenis minuman ini. Setelah konsumsi beberapa waktu, sebagian orang akan mengalami ketergantungan karena menerima kadar kafein yang cukup banyak dari minuman berenergi.

Batas kafein yang dapat dikonsumsi orang dewasa adalah sekitar 400mg per hari, namun tentu saja hal ini dapat lebih rendah atau lebih tinggi untuk sebagian orang. Dalam minuman berenergi, kafein yang terkandung sekitar atau lebih dari 70mg sampai 200mg, jumlah ini dapat bertambah dari bahan lainnya yaitu guarana yang biasanya terkandung dalam minuman berenergi. Jika seseorang juga meminum sumber kafein lainnya seperti kopi, maka ia dapat mengalami overdosis kafein yang efeknya dapat berbahaya bagi jantung.

Gula merupakan sumber dari bahan utama energi bagi tubuh (glukosa). Biasanya minuman berenergi mengandung glukosa yang sangat tinggi melebihi kebutuhan. Konsumsi glukosa yang tinggi tanpa diimbangi dengan aktivitas akan memicu kegemukan dan peningkatan kadar glukosa darah.

Salah satu penelitian eksperimental pada tahun 2010 menunjukkan bahwa konsumsi kafein dalam minuman berenergi dengan jumlah yang terlalu banyak akan menghambat kinerja otak. Minuman berenergi memang terbukti meningkatkan kemampuan kognitif seseorang namun fungsinya dapat menurun jika dikonsumsi terlalu banyak. Dalam penelitian ini, konsumsi Minuman berenergi dengan dosis 1,8ml/kg  terbukti dapat membantu dalam berkonsentrasi, namun dengan dosis tiga kali lipat lebih tinggi (5,4ml/kg) akan mengurangi kemampuan konsentrasi pada individu.

Minuman berenergi juga mengandung beberapa bahan lainnya namun kandungannya terlalu sedikit untuk menimbulkan manfaat bagi tubuh. Terdapat juga bahan lainnya yang biasanya sudah terpenuhi tanpa suplemen seperti taurine dan vitamin B. Khusus vitamin B, terdapat beberapa jenis yang tidak dapat diserap dengan cara diminum sehingga langsung terbuang dapat diserap terlebih dahulu.

Risiko kesehatan dari konsumsi minuman berenergi

Hal yang perlu Anda perhatikan adalah kandungan di setiap kemasan minuman energi, terutama kafein, yang jumlahnya perlu disesuaikan dengan berat badan Anda. Berikut dampak dari konsumsi minuman energi terlalu banyak:

1. Gangguan pada jantung

Hal ini mungkin dialami oleh individu yang sudah memiliki gangguan pada kesehatan jantung. Efek pada jantung disebabkan oleh konsumsi kafein berlebih yang menyebabkan aritmia, bahkan sebelum seseorang mengalami gangguan kesehatan pada jantung. Konsumsi minuman energi berlebih juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Salah satu studi oleh Steinke dan kolega menunjukkan peningkatan tekanan darah sistolik sebesar 11% atau sekitar 10mmHg setiap mengonsumsi minuman berenergi per hari. Efeknya terhadap seseorang dengan riwayat atau risiko penyakit jantung adalah gagal jantung yang menyebabkan kematian.

2. Insomnia

Minuman energi bermanfaat dalam menjaga seseorang terjaga dan tetap merasa segar. Namun, jika disalahgunakan dengan konsumsi berlebih, seseorang dapat tidak akan merasa mengantuk sama sekali. Kondisi insomnia akan menimbulkan efek buruk bagi kesehatan fisik dan mental terutama gangguan berkonsentrasi.

3. Diabetes mellitus

Hal ini sudah pasti disebabkan kadar glukosa yang sangat tinggi. Konsumsi yang terlalu sering maka akan menyebabkan defisiensi insulin akibat banyak gula dalam darah. Minuman energi sendiri sudah memiliki kadar gula yang tinggi, dan jika ditambah glukosa dari makanan lainnya akan menyebabkan membebani kinerja pankreas dalam menghasilkan hormon insulin.

4. Ketergantungan

Kondisi ini hampir sama dengan kondisi ketergantungan kafein pada umumnya. Namun, ketergantungan pada minuman berenergi juga dapat disebabkan stimulan lainnya sehingga tubuh memerlukan minuman berenergi untuk melakukan pekerjaan berat. Ketergantungan kafein dalam dosis tinggi juga akan sangat sulit dihilangkan, akibatnya individu yang ketergantungan mungkin akan mengkonsumsi minuman berenergi kembali bahkan dalam waktu yang lama. Jika ingin menghentikan ketergantungan dan berhenti meminum minuman energi, seseorang mungkin akan mengalami sakit kepala sebagai gejala withdrawal alias “sakaw”.

5. Overdosis vitamin B

Minuman berenergi  mengandung berbagai vitamin B, salah satunya Niacin (vitamin B3). Vitamin B pada umumnya diperlukan dalam jumlah yang sedikit dan dapat dipenuhi tanpa minuman berenergi atau suplemen. Namun keracunan vitamin B mungkin terjadi  apabila seseorang mengkonsumsi minuman berenergi lebih dari satu kemasan perhari. Gejala yang disebabkan adalah iritasi pada kulit, rasa pusing, aritmia, muntah, dan diare. Tidak menutup kemungkinan terjadi kondisi hipervitaminosis B yang menyebabkan awal dari kerusakan saraf dan liver.

BACA JUGA:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca