Apakah Boleh Minum Jamu Setiap Hari?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24/03/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Minuman jamu atau herbal tradisional asal Indonesia yang sudah dikenal sejak ratusan tahun yang lalu, diyakini bisa memberikan manfaat positif bagi kesehatan. Meski demikian, konsumsi jamu pun harus sesuai dengan dosis dan cara yang tepat. Lalu, seberapa banyak jamu boleh dikonsumsi atau bolehkah minum jamu setiap hari? Benarkah minum jamu berlebihan bisa menyebabkan gangguan sistem pencernaan atau gangguan organ lain?

Apa boleh minum jamu setiap hari?

Kementerian Kesehatan menyebutkan, pada dasarnya jamu boleh dikonsumsi setiap hari. Minum jamu setiap hari merupakan upaya untuk menjaga daya tahan tubuh agar virus tidak mudah menyerang, pemeliharaan kesehatan, pemulihan, kebugaran, bahkan kecantikan.

Bahkan, Kementerian Kesehatan pun mencanangkan program gerakan minum jamu guna mengajak masyarakat memanfaatkan jamu untuk meningkatkan kesehatannya.

Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Dirjen Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Ina Rosalina, dalam wawancaranya dengan salah satu media, mengatakan jamu membantu stamina seseorang menjadi lebih baik.

Meski demikian, hindari konsumsi jamu yang berlebihan. Terutama jika Anda yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu sebelum minum jamu.

Beragam manfaat jamu sesuai jenisnya

Secara spesifik, manfaat minum jamu beragam, tergantung dari jenis jamu itu sendiri. Jamu juga diyakini bisa untuk mengobati penyakit tertentu. Berikut manfaat jamu untuk kesehatan manusia sesuai dengan jenis bahannya yang sering digunakan.

  • Kunyit

Salah satu jamu yang dikenal dan memiliki manfaat positif di Indonesia, yaitu kunyit asam. Sebagaimana namanya, jamu ini merupakan minuman herbal campuran antara kunyit dan asam.

Kunyit mengandung kurkumin yang bermanfaat untuk menyembuhkan peradangan kronis, nyeri, sindrom metabolik, dan kecemasan. Selain kandungan kurkumin, kunyit juga mengandung mineral penting seperti zat besi, kalsium dan kalium. Rempah-rempah ini juga kaya akan vitamin A dan C.

Meski kunyit aman dikonsumsi sebagai obat, penggunaannya yang berlebihan justru dapat menyebabkan diare, sakit kepala, atau iritasi kulit.

  • Jahe

Manfaat jahe sebagai salah satu bahan jamu telah lama digunakan manusia untuk mengobati pilek, mual, migrain, dan tekanan darah tinggi. Saat ini, jahe juga kerap digunakan untuk meredakan mual yang berhubungan dengan kehamilan, kemoterapi, dan operasi medis.

Meski demikian, penggunaannya yang berlebihan dapat memberi efek samping, seperti sakit perut atau mulas serta diare ringan.

  • Kencur

Selain dua bahan di atas, kencur juga kerap digunakan sebagai bahan dasar membuat jamu, yaitu jamu beras kencur. Kencur diyakini bisa mengobati penyakit tertentu karena memiliki manfaat untuk membantu mengobati infeksi, mengurangi peradangan, meningkatkan kesuburan pria, dan mengobati berbagai jenis kanker.

Tips agar aman minum jamu setiap hari

Agar aman untuk dikonsumsi setiap hari, ada baiknya mencari jamu yang tidak mengandung beragam zat kimia, pengawet, dan terbukti higienis. Bahkan, bila perlu, buatlah jamu itu sendiri.

Apabila menggunakan jamu yang dijual dalam bentuk kemasan, lebih baik carilah jamu yang sudah teruji oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dengan demikian, manfaat jamu sesungguhnya dapat terasa di tubuh Anda.

Adapun bila ingin menggunakan jamu untuk pengobatan penyakit tertentu, ada baiknya Anda konsultasikan langsung pada dokter agar menggunakan jamu dengan jenis dan dosis yang tepat. Perlu diingat bahwa untuk kondisi kesehatan tertentu, jamu tidak dapat menggantikan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengobati Kanker Dengan Daun Belalai Gajah, Apakah Efektif?

Daun belalai gajah populer digunakan sebagai obat alternatif berbagai kondisi, dari gigitan ular hingga hingga infeksi herpes. Bagaimana dengan kanker?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 14/07/2017 . Waktu baca 5 menit

Manfaat dan Risiko Minuman yang Mengandung Charcoal

Meski warnanya hitam legam, minuman activated charcoal semakin populer di kalangan penggemar makanan sehat berkat khasiat detoksnya. Tapi apa benar efektif?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 20/04/2017 . Waktu baca 5 menit

Manfaat Daun Sirsak yang Perlu Anda Tahu

Manfaat buah sirsak mungkin sudah Anda tahu, namun bagaimana dengan manfaat daun sirsak? Ternyata daun sirsak bisa membantu mengobati berbagai penyakit.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Fakta Unik 07/02/2017 . Waktu baca 4 menit

Bolehkah Bayi dan Anak Minum Jamu?

Jamu adalah ramuan herbal yang diwariskan turun-temurun untuk mengatasi berbagai keluhan dan penyakit. Tapi, amankah jika bayi dan anak minum jamu?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Nutrisi Anak 10/12/2016 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat teh honeybush

Berbagai Manfaat Teh Honeybush, Teh Herbal dengan Rasa Madu Alami

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 08/06/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat jamu beras kencur

Menguak 4 Manfaat Tersembunyi Jamu Beras Kencur untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 08/11/2019 . Waktu baca 5 menit
minuman bunga telang

Resep Minuman Bunga Telang, Si Biru Cantik yang Berkhasiat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 15/10/2019 . Waktu baca 4 menit
manfaat kunyit asam

4 Manfaat Jamu Kunyit Asam (Tak Cuma Redakan Nyeri Haid, Lho!)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 24/02/2018 . Waktu baca 4 menit