Mata Jadi Kuning? Waspada Endoftalmitis, Infeksi yang Bisa Bikin Buta

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Ada berbagai jenis infeksi yang dapat menyerang mata Anda. Salah satu di antaranya adalah endoftalmitis. Sebagai salah satu penyakit yang jarang terdengar, endoftalmitis merupakan infeksi mata berat yang jika tidak ditangani secara tepat dan cepat dapat menyebabkan kebutaan. Apa saja gejalanya dan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya? Simak penjelasan lebih detailnya dalam pembahasan berikut ini.

Apa penyebab infeksi mata endoftalmitis?

Secara garis besar, penyebab infeksi mata endoftalmitis dapat dibagi menjadi tiga, yaitu :

  • Infeksi yang berasal dari luar (eksogen). Sering kali terjadi pada luka tusuk yang mengenai mata atau terkadang dapat juga terjadi setelah menjalani operasi mata. Melalui kedua proses ini, bakteri masuk ke dalam mata dan menimbulkan infeksi.
  • Infeksi yang berasal dari dalam tubuh (endogen). Infeksi ini didapat karena bakteri yang berada di sumber infeksi (contohnya pada gigi berlubang) menyebar melalui darah menuju mata.
  • Proses peradangan yang terjadi tanpa ditemukannya bakteri. Hal ini dapat ditemukan pada orang yang menggunakan lensa tanam, mengidap tumor bola mata, serta pada pasien katarak tipe morgagni.

Apa saja gejala dan ciri-ciri endoftalmitis?

Beberapa gejala yang paling sering dikeluhkan pasien infeksi mata endoftalmitis adalah:

  • Nyeri tak tertahankan pada bola mata
  • Kemerahan
  • Produksi air mata yang berlebih
  • Gampang silau
  • Pandangan kabur atau tidak jelas

Sedangkan salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah pupil (bagian hitam mata) yang berubah menjadi kekuningan karena adanya nanah.

Jika Anda mengalami gejala-gejala endoftalmitis yang disebutkan di atas, segera periksakan diri ke dokter mata Anda untuk mencegah penyakit bertambah parah.

Apa saja pemeriksaan yang akan dilakukan dokter mata?

Pemeriksaan dimulai dengan menggali riwayat penyakit Anda untuk mengetahui sumber utama dari infeksi mata. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan umum pada mata. Ini meliputi pemeriksaan tajam penglihatan (visus) dan pemeriksaan bilik mata depan. Ultrasonography terkadang diperlukan pada kasus berat agar dapat melihat bagian belakang mata.

Pada kasus yang sangat serius, dokter spesialis mata akan melakukan pengangkatan badan kaca sekaligus melakukan pemeriksaan kultur dan juga gram untuk mengetahui bakteri penyebab infeksi tersebut.

Seperti apa pengobatan yang harus dijalani?

Pengobatan infeksi mata endoftalmitis berbeda-beda. Pengobatannya tergantung dari tingkat keparahan penyakit saat pemeriksaan. Beberapa jenis pilihan pengobatannya adalah:

  • Obat tetes mata berupa steroid, antibiotik, maupun atropin.
  • Obat suntik. Pemberian antibiotik sistemik dari golongan fluorokuinolon dapat dilakukan pada kasus-kasus trauma tusuk.
  • Obat minum seperti steroid dan antibiotik (moxifloxacin).
  • Suntik mata. Pada umumnya akan digunakan dua jenis antibiotik. Tindakan penyutikkan bisa dilakukan bersamaan dengan pengambilan cairan badan kaca untuk memeriksa jenis bakteri penyebab infeksi.
  • Suntik ke bagian bening mata (konjungtiva). Metode ini bisa dilakukan untuk pemberian antibiotik, tapi penyuntikkan harus dilakukan berulang kali agar kadar obat cukup ampuh untuk membunuh bakteri penyebab infeksi.
  • Operasi pengangkatan badan kaca. Jika dalam waktu 48-72 jam pasca pengobatan tidak ada kemajuan atau setelah diperiksa ternyata infeksi mata Anda cukup parah, dokter mungkin menganjurkan tindakan bedah.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber
  1. Sheu S-J. Endophthalmitis. Korean Journal of Ophthalmology. 2017;31(4):283.
  2. Khurana AK. Comprehensive Ophthalmology. Anshan; 2008.
  3. Gerstenblith AT, Rabinowitz MP. The Wills Eye Manual. Lippincot Williams & Wilkins. 6th 2012.

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Stroke yang Umum Menyerang Mata

Tak hanya menyerang otak, stroke pun bisa menimpa penglihatan Anda. Bahkan, jenisnya pun tak hanya satu. Ini dia tipe stroke mata yang perlu Anda tahu.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.

Mengenal Implan Glaukoma, Pengobatan Termutakhir untuk Glaukoma

Salah satu pengobatan untuk mengatasi kebutaan yang disebabkan penyakit glaukoma adalah pemasangan implan. Tahukah Anda mengenai implan glaukoma?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Penyebab Muncul Bintik-Bintik Cokelat (Freckles) di Mata, Plus Tanda-Tandanya

Freckles di kulit adalah hal yang biasa. Namun, bagaimana jika freckles juga ternyata muncul di mata? Yuk kenali penyebab dan gejalanya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Inilah 5 Penyakit Mata yang Sering Menyerang Si Kecil Selain Mata Merah

Tidak hanya mata merah, ternyata ada banyak jenis penyakit mata yang sering terjadi pada anak. Apa sajakah penyakitnya? Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

Ciri-Ciri Kebutaan pada Bayi dan Anak yang Sebaiknya Diketahui

Ciri-Ciri Kebutaan pada Bayi dan Anak yang Sebaiknya Diketahui

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020
Pilihan Obat dan Cara untuk Mengatasi Sakit Mata pada Anak yang Aman

Pilihan Obat dan Cara untuk Mengatasi Sakit Mata pada Anak yang Aman

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020
5 Cara Mengatasi Kelopak Mata Bengkak Sesuai Penyebabnya

5 Cara Mengatasi Kelopak Mata Bengkak Sesuai Penyebabnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 10/01/2020
3 Cara Alami Mengatasi Gejala Glaukoma di Rumah

3 Cara Alami Mengatasi Gejala Glaukoma di Rumah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 01/10/2019