7 Kesalahan yang Paling Umum Dilakukan Saat Pakai Obat Tetes Mata

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Apakah selama ini Anda sudah memakai obat tetes mata dengan benar? Kesalahan pemakaian obat tetes mata bisa bikin mata tak kunjung sembuh karena obatnya tak bekerja dengan baik. Lebih parah lagi, Anda mungkin mengalami komplikasi serius kalau tidak hati-hati. Maka, pastikan Anda menghindari tujuh kesalahan umum berikut ini.

1. Lupa atau terlambat pakai obat tetes mata

Kalau Anda sudah disarankan oleh dokter atau apoteker untuk menetes mata beberapa kali dalam sehari, ikuti jadwal yang telah ditetapkan. Seorang dokter spesialis mata dari Wills Eye Hospital di Amerika Serikat, dr. Rick Wilson menjelaskan bahwa lupa atau terlambat pakai obat tetes mata bisa meningkatkan risiko penyakit tambah parah.

Menurut dr. Rick Wilson, obat mata hanya bekerja efektif selama beberapa jam. Jadi kalau Anda diminta untuk menetes mata setiap empat jam sekali, jangan sampai terlambat.

2. Menahan kelopak mata saat meneteskan obat

Ketika meneteskan obat, apakah Anda menahan kelopak mata dengan jari supaya tidak menutup? Ternyata cara ini salah. Alasan pertama mengapa cara ini salah yaitu obatnya mungkin tidak berhasil masuk ke mata lantaran secara refleks Anda memejamkan mata. Alasan kedua, kalau obatnya berhasil masuk ke mata, besar kemungkinan obatnya akan mengalir keluar lagi bersama air mata Anda.

Cara yang benar adalah meneteskan di kantong di bawah mata. Tarik kantong mata Anda ke bawah dan teteskan obat Anda di celah tersebut. Agar obatnya tidak keluar lagi, pejamkan mata Anda selama dua atau tiga menit dengan posisi kepala menunduk.

3. Dua tetes sekaligus

Jangan langsung meneteskan dua tetes obat sekaligus pada mata yang sama. Ini karena setiap tetes obat harus diserap dulu oleh mata Anda selama kira-kira lima menit. Hal yang sama juga berlaku kalau Anda diresepkan lebih dari satu jenis obat mata yang harus diteteskan bersamaan.

Jadi berikan satu tetes saja bagi masing-masing mata (atau hanya mata yang sakit, tergantung saran dokter) dan tunggu lima menit. Baru kemudian berikan tetesan yang kedua.  

4. Meneteskan obat terlalu dekat ke hidung

Menurut spesialis mata dr. Stephanie Marioneaux dari American Academy of Ophthalmology, Anda sebaiknya meneteskan obat di pojok luar mata yang dekat dengan pelipis. 

Meneteskan obat terlalu dekat ke hidung bisa membuat obat mengalir turun ke saluran hidung, bukan ke mata. Untuk mencegah hal ini, setelah meneteskan obat, pejamkan mata sambil menekan lembut bagian dalam mata.

5. Tidak cuci tangan

Meneteskan mata dengan tangan yang kotor bisa menyebabkan infeksi bakteri. Maka, pastikan Anda sudah mencuci bersih tangan Anda sebelum meneteskan obat. Selain itu, jangan sentuh mulut botol obat, apalagi membiarkannya terbuka dan terkontaminasi berbagai bakteri dan kuman. Segera tutup rapat botolnya setelah dipakai.

6. Tidak memerhatikan tanggal kedaluwarsa obat

Karena obat tetes mata adalah salah satu jenis obat yang selalu ada di lemari obat atau P3K, Anda mungkin tak sadar kalau obat mata Anda sudah lewat tanggal kedaluwarsa. Atau ketika beli obat di apotek, Anda tidak memeriksa lagi masa berlakunya.

Obat yang sudah kedaluwarsa tak akan ada efeknya buat mata. Anda justru berisiko kena komplikasi karena zat yang sudah kedaluwarsa mungkin berubah sifat dan menghasilkan reaksi kimia tertentu.

7. Asal pakai obat tetes mata

Dr. Stephanie Marioneaux mengingatkan bahwa Anda sebaiknya tak asal pakai obat tetes mata kalau punya keluhan tertentu. Apalagi kalau gejala tak kunjung hilang dalam waktu 24 atau 48 jam. Lebih baik langsung periksa ke dokter supaya bisa memberikan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Terutama kalau gejala yang dialami yaitu penglihatan kabur atau terganggu.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juni 12, 2017 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca