Bola Mata Tak Bisa Bergerak Leluasa? Bisa Jadi Gejala Kelainan Sindrom Duane

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Mata adalah anugerah yang dimiliki setiap orang agar bisa melihat dengan jelas. Mata bisa digerakkan melirik ke kanan, kiri, atas, atau bawah dengan cepat dan mudah. Akan tetapi, tahukah Anda ada beberapa orang tidak bisa melirik ke kanan atau kiri seperti mata biasa? Ya, sindrom Duane membuat orang yang mengalaminya kesulitan memutar satu atau kedua mata ke luar atau ke dalam. Ini ulasan lengkapnya tentang kondisi sindrom Duane.

Apa itu sindrom Duane?

Sindrom Duane adalah gangguan mata langka yang dialami sejak lahir. Otot dan saraf di sekitar mata tidak berfungsi dengan baik, ini membuat mata tidak bergerak sebagaimana mestinya.

Ini terjadi ketika saraf yang mengontrol otot-otot mata tidak tumbuh normal selama kehamilan. Akibatnya, beberapa otot yang harusnya meregang dan melonggar ketika digerakkan tidak bisa berfungsi.

Sindrom ini tidak menyebabkan kebutaan dan tidak memiliki dampak lainnya pada kesehatan. Seringnya, hanya satu mata yang mengalami sindrom ini. Namun, 20 persen orang yang mengalami sindrom ini mengalami masalah di kedua matanya.

Dilansir dari laman WebMD, ada tiga jenis sindrom Duane, yakni:

  • Tipe 1: Orang-orang yang tidak bisa menggerakkan mata mereka yang mengalami sindrom Duane ke arah luar telinga. Ini adalah jenis sindrom Duane yang paling umum.
  • Tipe 2: Mata yang terkena sindrom Duane tidak bisa bergerak ke arah dalam hidung.
  • Tipe 3: Mata yang terkena sindrom Duane tidak bisa bergerak ke luar atau ke dalam.

Apa penyebab sindrom Duane?

Para ahli menduga ada sesuatu yang terjadi di antara minggu ke-3 dan ke-8 kehamilan sehingga menyebabkan sindrom ini. Saat-saat ini adalah waktu di mana saraf dan otot mata bayi mulai berkembang.

Alhasil, terjadi perkembangan abnormal atau gagal berkembang sama sekali pada saraf kranial ke-6. Saraf kranial ke-6 adalah saraf yang mengontrol otot rektus lateral (otot yang memutar mata ke arah telinga).

Bukan hanya saraf kranial ke-6, diduga ada kaitannya juga dengan saraf kranial ke-3 yang biasanya mengontrol otot rektus medial (otot yang memutar mata ke arah hidung). Jika kedua saraf terganggu, maka kelainan terjadi pada saat pandangan ke arah luar maupun ke arah dalam. Yang paling umum terjadi adalah gangguan pada saraf kranial ke-6.

Kenapa perkembangan saraf tersebut terganggu belum diketahui penyebabnya. Kemungkinan kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa hal. Misalnya ada masalah dalam gen tertentu atau ibu hamil terpapar sesuatu di lingkungan. Namun, sampai sekarang belum jelas apa yang sebenarnya menyebabkan sindrom ini.

Gejala sindrom Duane

Kebanyakan kasus ini tanda utamanya adalah pergerakan bola mata yang terbatas. Selain itu, ciri-ciri berikut ini juga bisa menjadi pertanda yang perlu diwaspadai:

  • Posisi mata tidak sejajar kanan dan kirinya (disebut mata juling atau strabismus).
  • Penyempitan kelopak mata. Satu mata terlihat lebih kecil dari yang lain.
  • Pengelihatan berkurang pada mata yang mengalami gangguan.
  • Mata yang terkena terlihat naik dan turun.
  • Sering memiringkan atau memutar kepala untuk mencoba menjaga mata mereka tetap lurus.
  • Beberapa orang juga mengalami penglihatan ganda dan sakit kepala.
  • Mengalami sakit leher karena sering mengatur posisi kepala.

Apa penanganan khusus bagi orang yang mengalami sindrom ini?

Tidak ada obat khusus untuk menangani sindrom Duane. Dokter biasanya memberikan cara untuk membantu anak bisa melihat ke depan dengan tepat. Di sekolah, anak biasanya ditempatkan di tempat duduk khusus agar bisa melihat ke depan dengan baik tanpa harus menggerakan posisi kepala.

Sejauh ini tidak ada teknik bedah yang benar-benar berhasil untuk menghilangkan gerakan mata yang abnormal, karena saraf kranial yang menyebabkan masalah ini tidak dapat diperbaiki atau diganti.

Kalaupun dilakukan pembedahan, biasanya pembedahan dilakukan untuk memperbaiki kesejajaran posisi mata yang terlalu jauh, untuk menghilangkan gangguan yang ada pada bagian kelopak mata yang abnormal.

Penanganan lain yang dilakukan biasanya untuk mengurangi gejala yang muncul seperti menangani sakit kepala, penglihatan ganda, atau sakit leher.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Agustus 2, 2018 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca