Sebelum Melakukannya, Pahami Dulu Tahapan Operasi Mengencangkan Payudara

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Bagi para wanita, payudara biasanya dianggap sebagai salah satu “aset” kebanggaan tubuh. Sayangnya, payudara perlahan-lahan bisa mengendur seiring berjalannya waktu. Itulah mengapa operasi mengencangkan payudara seolah menjadi solusi terbaik untuk mengembalikan bentuk payudara seperti semula. Sebelum benar-benar melakukannya, sudahkah Anda paham terkait prosedur operasi mengencangkan payudara?

Rangkaian prosedur operasi untuk mengencangkan payudara

Bertambahnya usia, menjalani proses melahirkan, serta perubahan berat badan, merupakan beberapa hal yang diyakini membuat payudara tidak kencang lagi. Demi kepuasan diri sendiri atau untuk menyenangkan hati psangan, beberapa wanita mungkin memilih jalan tempuh melakukan operasi pengencangan payudara (mastopeksi).

Ketimbang bertanya-tanya dan membayangkan sendiri mengenai operasi mengencangkan payudara ini, sebaiknya pahami prosedur pengerjaannya berikut ini:

1. Sebelum operasi mengencangkan payudara

sebelum operasi mengecilkan payudara

Langkah pertama dalam prosedur operasi mengencangkan payudara tentu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis bedah plastik. Di sini, dokter akan melakukan pemeriksaan seputar riwayat kesehatan Anda yang sedang atau pernah dialami sebelumnya.

Jangan ragu untuk menyampaikan jika ada salah seorang anggota keluarga yang pernah mengalami kanker, maupun masalah lainnya terkait kondisi payudara. Utarakan juga hasilnya jika Anda pernah melakukan mammografi, serta jelaskan jenis obat apa pun yang sedang rutin diminum.

Tak kalah penting dalam prosedur operasi untuk mengencangkan payudara ini, dokter juga akan memeriksa kondisi payudara secara menyeluruh. Meliputi posisi puting, kondisi areola, warna kulit pada payudara, dan lain sebagainya.

Tujuannya untuk mendapatkan gambar mengenai payudara Anda sebelum proses pembedahan berlangsung. Dengan begitu, dokter bisa menyesuaikan seperti apa prosedur dan kebutuhan lainnya terkait operasi yang sesuai dengan kondisi Anda.

Mendekati waktu operasi pengencangan payudara tiba, Anda akan dianjurkan untuk melakukan mamografi atau tes payudara. Bukan tanpa alasan, pemeriksaan ini dapat membantu dokter dan tim medis untuk mendeteksi jika terdapat perubahan pada jaringan payudara nantinya.

Aturan yang harus dilakukan untuk mencegah risiko komplikasi

Untuk mencegah munculnya komplikasi setelah menjalani prosedur operasi mengencangkan payudara, dokter biasanya juga menganjurkan beberapa hal. Anda mungkin diminta untuk tidak merokok, serta tidak minum beberapa jenis obat yang berisiko menimbulkan perdarahan.

Misalnya obat aspirin, antiinflamasi, maupun suplemen herbal. Sedangkan merokok, berisiko menghambat kelancaran aliran darah pada kulit sekaligus memperlambat proses penyembuhan setelahnya.

2. Selama operasi mengencangkan payudara

kolostomi adalah

Setibanya hari-H menjalani operasi, dokter pertama-tama akan membuat sayatan di area tertentu pada payudara, seperti:

  • Sayatan di sekitar areola atau bagian cokelat gelap yang berada mengelilingi puting
  • Sayatan yang meluas ke bawah dari bagian areola sampai area lipatan payudara
  • Sayatan yang memanjang atau horizontal di sepanjang lipatan payudara

Setelah itu, Anda akan disuntikkan obat bius atau anestesi umum, sehingga tidak sadarkan diri selama prosedur operasi mengencangkan payudara berlangsung. Selanjutnya, dokter melakukan proses pembedahan dengan cara mengambil sejumlah jaringan payudara melalui sayatan yang telah terbentuk.

Kemudian dokter bisa lanjut ke proses berikutnya, atau memasukkan implan jika memang diperlukan. Jika payudara Anda diberikan implan, dokter akan menutupnya kembali setelah dimasukkan.

Namun jika tidak, dokter mungkin akan langsung menghilangkan kelebihan kulit yang membuat payudara menjadi kendur, sembari menggeser puting ke posisi yang tepat. Setelah semuanya selesai, kulit payudara yang terbuka karena sayatan sebelumnya akan ditutup kembali dengan cara dijahit.

Keseluruhan dari prosedur operasi mengencangkan payudara di ruang operasi ini hanya akan berlangsung selama 1 hari, atau tepatnya sekitar 2-3 jam. Lama waktu tersebut bisa berubah tergantung kondisi dan tingkat kesulitan yang mungkin hadir selama pembahan berlangsung.

3. Setelah operasi mengencangkan payudara

pergi ke dokter kandungan

Usai semua prosesnya selesai, payudara Anda akan ditutup menggunakan kasa dan dianjurkan untuk memakai bra khusus. Tabung berukuran kecil juga bisa dipasang pada area bekas sayatan guna mengalirkan darah maupun cairan yang berlebih.

Normal adanya jika setelah prosedur operasi mengencangkan payudara Anda akan merasakan pembengkakan, dan sakit, terutama di sekitar sayatan. Di sisi lain, Anda juga mungkin mengalami mati rasa pada puting susu, areola, dan area kulit payudara yang akan berlangsung sekitar 6 minggu.

Bicarakan pada dokter kapan waktu yang tepat untuk melepas kasa, jahitan, dan tabung kecil yang menutupi payudara. Biasanya, sekitar 1-2 minggu setelah prosedur operasi mengencangkan payudara selesai, atau pada kunjungan pemeriksaan ke-1 atau 2, sudah bisa dilepas.

Hal yang harus diperhatikan selama proses pemulihan

  • Rutin minum obat pereda nyeri yang diberikan oleh dokter selama beberapa hari pertama usai operasi.
  • Hindari melakukan hubungan intim, maupun beraktivitas terlalu berat yang berisiko melukai bekas operasi.
  • Ganti perban yang menempel pada payudara sesuai anjuran dokter.
  • Konsultasikan kapan Anda boleh kembali melakukan kegiatan harian, seperti mandi, keramas, dan lain sebagainya.
  • Tetap gunakan bra khusus guna memberikan kenyamanan selama proses pemulihan.

Setelah dirasa membaik, dokter bisa melepas tabung, perban, dan memperbolehkan Anda menggunakan bra biasa seperti semula. Selanjutnya, ukuran dan bentuk payudara Anda akan terus membaik dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.

Adakah risiko dari operasi pengencangan payudara?

ruam di bawah payudara

Meski tidak selalu, tapi tetap ada beberapa risiko di balik operasi ini, meliputi:

  • Timbulnya jaringan parut.
  • Bentuk dan ukuran kedua payudara berbeda.
  • Puting atau areola payudara rusak karena terganggunya aliran darah, sehingga membuat jaringan payudara rusak.
  • Kesulitan saat menyusui nantinya karena produksi ASI tidak bisa mencukupi.

Sebelum melakukan serangkaian prosedur operasi mengencangkan payudara ini, dokter biasanya akan memberitahu Anda mengenai kemungkinan risikonya. Jadi, pastikan Anda mengerti dengan baik mengenai dampak yang mungkin terjadi setelah ini.

Penting untuk diperhatikan juga, bahwa hasil dari operasi ini tidak permanen atau selamanya. Pasalnya, seiring bertambahnya usi maka elastisitas kulit bisa berkurang, sehingga membuat payudara kembali kendur.

Maka itu, sebaiknya pertahankan berat badan ideal dan stabil agar hasil dari operasi ini bisa lebih tahan lama.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca