Haruskah Saya Pakai Toner Wajah Setiap Hari?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30 Januari 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Saat ini, banyak wanita rela melakukan berbagai macam perawatan untuk mendapatkan kulit wajah yang bersih dan sehat. Salah salah satu caranya dengan menambahkan toner ke dalam rangkaian perawatan kulit. Ya, toner merupakan salah satu skincare yang tengah populer saat ini. Namun, haruskah toner wajah dipakai setiap hari? Cek faktanya dalam artikel ini.

Apa itu toner wajah?

Toner adalah produk kecantikan yang berbasis air dan mengandung berbagai bahan aktif untuk membantu mengatasi masalah-masalah kulit tertentu. Biasanya, produk kecantikan satu ini digunakan setelah membersihkan wajah dan sebelum penggunaan pelembap.

Pada dasarnya fungsi toner bervariasi, tergantung dari bahan aktif apa saja yang terkandung di dalamnya. Namun secara umum, toner berfungsi untuk mempersiapkan kulit sebelum Anda menggunakan berbagai produk skincare. Toner juga berfungsi untuk mempertahankan pH kulit, membersihkan sumbatan pada pori sehingga pori tidak tertutup, mengangkat sel-sel kulit mati, mengurangi kelebihan minyak pada wajah, serta menghidrasi dan menutrisi kulit.

Apakah ada batasan usia untuk pakai toner wajah?

Sebenarnya tidak ada patokan pasti usia berapa seseorang bisa pakai toner. Namun secara umum, setelah usia pubertas, sekitar usia 14-15 tahun, seseorang sudah bisa mulai menggunakan toner dalam rangkaian perawatan wajahnya.

Mungkin Anda bertanya-tanya kenapa harus usia pubertas? Jawabannya karena setelah seseorang memasuki masa pubertas, biasanya kondisi kulit akan mengalami perubahan seiring dengan perubahan hormonnya. Nah, di saat itulah mungkin toner sudah mulai dibutuhkan.

Meski begitu, penggunaan toner pada remaja harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kulit masing-masing. Jika Anda ragu, Anda bisa berkonsultasi langsung ke dokter spesialis kulit.

Haruskah saya pakai toner setiap hari?

Nyatanya, Anda tidak harus memasukkan toner sebagai rangkaian perawatan kulit harian. Pasalnya, semua skincare pada dasarnya digunakan sesuai kebutuhan kulit pemakainya.

Jika kulit Anda dirasa membutuhkan toner sebagai perawatan, silakan digunakan. Sementara jika kulit Anda terasa baik-baik saja tanpa pakai toner, Anda tidak perlu memakainya. Jadi, sah-sah saja jika Anda hanya cuci muka dan pakai pelembap saja.

Apabila Anda memasukkan toner sebagai rangkaian perawatan harian, toner cukup digunakan sehari 1-2 kali setelah membersihkan wajah. Namun ingat, semuanya kembali kepada kebutuhan masing-masing kulit.  

Amankah pakai toner wajah dari bahan-bahan alami?

Saya tidak menyarankan pasien untuk menggunakan toner wajah dari bahan-bahan alami.

Sebaiknya Anda menggunakan toner yang memang sudah diformulasikan dengan baik, dengan kadar-kadar bahan aktif yang sudah terukur dan teruji secara klinis.

Dalam banyak kasus, penggunaan bahan alami seringkali menimbulkan keluhan tambahan di kemudian hari. Pasalnya, bahan-bahan alami ini belum diuji secara klinis untuk digunakan pada kulit manusia. Contoh kecilnya penggunaan cuka apel sebagai toner wajah.

Sebenarnya cuka apel yang beredar luas adalah cuka apel untuk memasak, bukan untuk digunakan sebagai skincare. Tak heran jika kandungan asam di dalamnya bukan ditujukan untuk keperluan skincare. Bagi beberapa orang yang memang memiliki kulit sensitif, penggunaan cuka apel ini justru membuat kulit iritasi parah karena paparan asam yang terlalu kuat.

Nah, oleh sebab itu, jangan coba-coba untuk melakukan perawatan wajah dari bahan-bahan yang belum teruji secara klinis. Tidak semua yang alami itu baik untuk kulit. Jadi, selektiflah dalam memilih produk perawatan untuk kulit Anda.

Panduan penggunaan toner wajah yang benar

Toner wajah digunakan setelah Anda mencuci wajah dan sebelum pakai pelembap. Setelah memastikan wajah Anda bersih dan kering, Anda bisa menggunakan toner untuk kulit. Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk menerapkan toner ke kulit.

  • Pertama, Anda bisa langsung menggunakan telapak tangan. Tuang toner pada telapak tangan secukupnya kemudian toner di tap-tap ke permukaan kulit wajah.
  • Kedua, Anda bisa menuangkan cairan toner secukupnya pada kapas. Setelah itu tepuk-tepuk kapas dengan lembut pada seluruh area wajah. Penggunaan kapas dinilai lebih efektif untuk mengangkat sel-sel kulit mati.

Pastikan Anda sudah cuci tangan sebelum memulai rangkaian ini, ya.  

Tips memilih toner untuk perawatan kulit wajah

Hal pertama yang harus diperhatikan sebelum menggunakan toner adalah mengetahui jenis kulit wajah Anda. Hal ini karena toner yang beredar di pasaran memiliki formulasi dan bahan aktif yang beragam. Jenis kulit tentu saja sangat berpengaruh pada toner apa yang dipilih dan sesuai untuk kulit masing-masing.

Jika kulit Anda kering, Anda bisa memilih toner dengan kandungan vitamin E, chamomile, rosewater atau toner yang berfungsi menghidrasi (hydrating toner). Sementara untuk kulit kusam atau berjerawat, Anda bisa memilih toner dengan kandungan acid, seperti glycolic acid, lactic acid, malic acid, mandelic acid, salicylic acid.

Bagi pemilik kulit sensitif, Anda bisa pilih produk toner yang bebas alkohol. Selain itu, hindari pula produk toner yang mengandung tambahan pewangi, pewarna menthol, atau sodium lauryl sulfate.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Artikel dari ahli dr. Listya Paramita, Sp.KK

Apakah Bekas Jerawat Membandel Bisa Hilang Total?

Menghilangkan bekas jerawat bukanlah hal yang mustahil. Berikut beberapa cara menyamarkan bekas jerawat pada wajah yang dapat perlu Anda ketahui.

Ditulis oleh: dr. Listya Paramita, Sp.KK
cara menyamarkan bekas jerawat
Jerawat, Health Centers 27 Januari 2020

Tips dan Trik Menghaluskan Tekstur Wajah yang Tidak Rata Akibat Bekas Jerawat

Memperbaiki tekstur kulit wajah yang tidak rata bekas jerawat merupakan impian semua yang memiliki masalah ini. Coba beberapa tips dari ahlinya berikut ini.

Ditulis oleh: dr. Listya Paramita, Sp.KK
memperbaiki tekstur kulit wajah
Perawatan Kulit, Hidup Sehat 24 Januari 2020

Bekas Jerawat

Noda bekas jerawat merupakan keluhan dari sebagian besar orang. Ketahui cara untuk mengatasinya dan juga penyebabnya agar dapat dihindari.

Ditulis oleh: dr. Listya Paramita, Sp.KK
bekas jerawat hitam
Dermatologi, Jerawat 23 Januari 2020

Yang juga perlu Anda baca

Ragam Penyebab Eksim Beserta Faktor Pemicu Kekambuhannya

Eksim membuat kulit memerah, kasar, pecah-pecah, terasa amat gatal, dan sangat kering. Apa sebenarnya penyebab eksim alias dermatitis atopik?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Ciri Kulit Sensitif dan 8 Cara Jitu Mengatasinya

Ciri kulit sensitif termasuk ruam kemerahan dan gatal-gatal setelah memakai produk perawatan kulit atau produk wewangian. Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Kecantikan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Penyebab Penyakit Kulit Beserta Faktor yang Meningkatkan Risikonya

Tiap penyakit kulit punya beragam penyebab. Untuk itu, penting mengetahui penyebab penyakit kulit pastinya agar Anda bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

komplikasi dermatitis

Berbagai Komplikasi yang Mungkin Muncul Akibat Penyakit Dermatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
dermatitis numularis

Dermatitis Numularis (Eksim Diskoid)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
dermatitis atopik eksim

Dermatitis Atopik (Eksim)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 9 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
perawatan fototerapi terapi cahaya

Mengenal Fototerapi, Terapi Cahaya untuk Penyakit Kulit dengan Sinar UV

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 9 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit