Meski Olahraganya Sama, Efeknya Pada Tubuh Pria dan Wanita Akan Berbeda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Semua orang mungkin sudah tahu pasti jika olahraga rutin adalah kunci untuk memiliki tubuh yang sehat dan berat badan yang ideal. Apapun olahraga yang Anda lakukan, akan tetap berdampak baik untuk Anda. Berbagai perubahan fungsi tubuh akan terjadi ketika Anda membiasakan diri untuk berolahraga rutin. Tapi, ternyata tahukah Anda jika olahraga memiliki dampak berbeda pada kaum wanita dan pria?

Wanita dan pria memiliki respon tubuh yang berbeda meski melakukan olahraga rutin yang sama

Walaupun memiliki organ-organ yang sama, namun pria dan wanita juga mempunyai beberapa keunikan lain di dalam tubuh mereka. Hal ini membuat proses yang terjadi di dalam tubuh sedikit berbeda, termasuk ketika melakukan olahraga rutin. Berikut adalah beberapa perbedaan respon tubuh yang dimiliki wanita dan pria saat berolahraga.

Wanita memilki lemak tubuh yang lebih banyak ketimbang pria

Tumpukan lemak yang ada di dalam tubuh adalah target utama dari olahraga rutin setiap hari. Ya, jika seseorang memiliki jumlah lemak yang lebih banyak ketimbang yang lainnya, maka ia harus berolahraga beberapa kali lebih keras agar mendapatkan hasil yang sama.

Hal ini terjadi pada pria dan wanita. Pada dasarnya laki-laki mempunyai simpanan lemak yang lebih sedikit dari pada wanita. Hal ini disebabkan oleh kadar hormon estrogen yang lebih tinggi pada wanita. Bahkan di kalangan atlet sekalipun, atlet wanita tetap memiliki kadar lemak yang lebih banyak yaitu sekitar 8% dari total komposisi tubuh. Jika dibandingkan dengan atlet pria yang hanya 4%.

Otot tubuh yang terbentuk akan lebih banyak dimiliki pria dari pada wanita

Massa otot yang dimiliki pria memang lebih banyak ketimbang wanita. Hal ini disebabkan oleh hormon testoteron yang ada di dalam tubuh pria – meskipun sebenarnya wanita juga mempunyai hormon ini dalam jumlah sedikit. Hormon testoteron membuat para kaum pria mampu untuk mengembangkan otot-otot rangkanya menjadi lebih besar. Tak hanya itu, pria juga mempunyai proporsi serat otot yang lebih banyak dan besar, sehingga menghasilkan kekuatan dan kecepatan yang lebih.

Jadi, jangan heran jika para kaum pria dapat membentuk otot-otot tubuhnya sedikit lebih mudah dan cepat ketimbang wanita. Sedangkan wanita memang harus melakukan olahraga rutin lebih keras lagi agar mendapatkan hasil yang sama.

Lalu apakah secara umum pria berolahraga lebih baik dari pada wanita?

Dari segi kekuatan dan ketahanan fisik, memang tubuh pria dirancang untuk lebih kuat. Karena itu, terkesan respon tubuh pria terhadap olahraga rutin yang dilakukan lebih baik. Padahal, wanita pun juga mendapatkan respon yang sama. Wanita juga bisa membentuk otot-otot tubuhnya, meskipun harus berolahraga lebih keras.

Perbedaan jenis kelamin ini sebenarnya bukanlah masalah besar. Hal yang paling penting lainnya adalah seberapa kuat dan sering Anda melakukan olahraga. Semakin sering dan rutin Anda berolahraga, maka hasilnya akan langsung terlihat pada tubuh Anda – tapi ingat Anda juga harus menerapkan gaya hidup sehat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tips menghindari perceraian

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit