Cara Mendeteksi Risiko Penyakit Kronis dari Ukuran Lingkar Pinggang dan Tinggi Badan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Tahukah Anda bahwa sekarang Anda bisa mengetahui risiko penyakit diabetes, penyakit jantung, atau penyakit kronis lainnya dengan hanya mengukur lingkar pinggang? Bukan lagi dengan timbangan berat badan, namun dengan meteran baju, Anda sudah bisa mengetahui apakah Anda dalam bahaya atau tidak. Bagaimana caranya? 

Penyakit apa saja yang bisa diprediksi lewat ukuran lingkar pinggang?

Selama ini, patokan status gizi dan kesehatan lebih sering dilihat dari nilai indeks massa tubuhnya (IMT). Apabila seseorang memiliki indeks massa tubuh yang berlebihan, bisa dikatakan bahwa orang tersebut mengalami overweight atau obesitas. Sedangkan, ketika seseorang mengalami obesitas atau overweight, maka risiko yang mereka miliki terhadap berbagai penyakit kronis semakin meningkat, seperti penyakit diabetes, penyakit jantung koroner, stroke, serangan jantung, atau bahkan gagal jantung.

Tapi menurut beberapa penelitian yang baru dilakukan, status gizi dengan menggunakan indeks massa tubuh tidak lagi menjadi satu-satunya pemeriksaan yang paling baik dalam menentukan risiko penyakit kronis pada seseorang. Sebuah jurnal yang diterbitkan dalam Diabetes Metabolic Syndrome and Obesity, melaporkan bahwa terdapat 34 penelitian yang menyatakan bahwa perbandingan lingkar pinggang terhadap tinggi badan lebih baik dalam memprediksi penyakit diabetes mellitus, kondisi kelebihan lemak, hipertensi, dan gejala awal penyakit jantung.

Prediksi dari lingkar pinggang dan tinggi badan lebih akurat dari indeks massa tubuh

Walaupun memang menghitung indeks massa tubuh cukup mudah, tetapi beberapa ahli menyatakan bahwa nilai IMT tidak bisa dijadikan patokan penuh dalam menentukan risiko penyakit kronis pada seseorang. Sebab, perhitungan IMT tidak melihat seberapa besar kadar lemak total yang ada di dalam tubuh Anda.

Memang, seseorang yang gemuk pasti mempunyai kadar lemak total yang banyak. Tetapi, orang yang kurus di mana nilai indeks massa tubuhnya normal mungkin saja memiliki kadar lemak total yang sama atau bahkan lebih dari orang yang gemuk. Sedangkan bagian pinggang dan perut adalah tempat utama dalam penyimpanan lemak tubuh, sehingga ukuran lingkar pinggang bisa dijadikan patokan dalam mengetahui seberapa banyak lemak tubuh yang Anda miliki – meskipun pengukuran ini merupakan pengukuran sederhana.

Selain itu, mengukur besarnya pinggang lebih mudah dan sederhana jika dibandingkan dengan menghitung indeks massa tubuh yang memiliki rumusnya sendiri.   

Bagaimana cara mengetahui risiko penyakit kronis dengan perbandingan lingkar pinggang dengan tinggi badan?

Untuk mengetahui seberapa tinggi risiko penyakit kronis yang Anda miliki, yang perlu Anda lakukan adalah mengukur lingkar pinggang Anda dengan menggunakan meteran kain. Setelah mengetahui nilai lingkar pinggang Anda, bandingkan dengan tinggi badan Anda saat ini. Apakah nilai lingkar pinggang Anda lebih besar dibandingkan dengan tinggi badan? Ataukah lebih kecil?

Para ahli menyatakan bahwa seseorang yang dianggap sehat dan memiliki risiko yang kecil untuk terkena penyakit diabetes, stroke, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi, adalah orang yang ukuran lingkar pinggangnya kurang dari setengah tinggi badannya.

Begini contohnya, jika Anda memiliki tinggi badan 160 cm, maka Anda dikatakan sehat apabila mempunyai lingkar pinggang kurang dari 80 cm (setengah dari 160). Sedangkan apabila ukuran pinggang Anda melebihi angka tersebut, Anda semakin berisiko untuk mengalami penyakit kronis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Makanan pedas sering kali diandalkan untuk mengatasi rasa sakit kepala atau migrain. Tapi benarkah makanan itu dapat menyembuhkan sakit kepala Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Warna dahak yang normal adalah bening. Jika Anda mengeluarkan dahak yang berwarna, maka hal itu adalah tanda dari kondisi medis. Apa arti dari warna dahak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Batuk, Kesehatan Pernapasan 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Syok Hipovolemik

Syok hipovolemik adalah kondisi gawat darurat yang terjadi akibat hilangnya darah atau cairan tubuh dalam jumlah besar. Umumnya, ini karena perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Kelainan Darah, Hemofilia 24 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Katanya, sengatan lebah bisa bikin seseorang meriang dan panas dingin. Lalu bagaimana cara pertolongan pertama dalam mengobati sengatan lebah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perut kosong hindari makan pedas dan asam

Kenapa Makanan Pedas Tidak Boleh Dimakan Saat Perut Kosong?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 30 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
Konten Bersponsor
keluarga sehat karena melakukan perilaku hidup bersih dan sehat

4 Tips Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Lindungi Diri dan Keluarga di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
memanaskan makanan

Bolehkah Memanaskan Makanan Dalam Wadah Plastik di Microwave?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Penyebab sakit pinggang

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit