5 Jenis Olahraga Ringan yang Bisa Dilakukan Saat Bepergian

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 1 Juli 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Tidak sedikit orang yang melupakan rutinitas olahraga selama bepergian alias traveling, baik karena urusan bisnis atau berlibur bersama keluarga. Sah-sah saja kalau Anda ingin memberikan kesempatan bagi tubuh Anda untuk ‘meliburkan diri’ dari kebiasaan olahraga, ditambah dengan berwisata kuliner yang menggugah selera. Namun hati-hati, selepas bepergian malah bisa membuat berat badan Anda naik, lho! Lantas, adakah olahraga ringan yang dapat dilakukan saat bepergian?

Beragam jenis olahraga ringan saat bepergian

Annette Lang, seorang pelatih bersertifikat asal New York, mengungkap kepada New York Times bahwa seseorang yang sedang bepergian tetap bisa aktif berolahraga, bahkan di dalam kendaraan sekali pun. Pasalnya, ada beberapa jenis olahraga ringan yang tidak membutuhkan alat apa pun sehingga memudahkan Anda untuk berolahraga.

Nah, berikut adalah berbagai pilihan olahraga ringan yang bisa Anda lakukan saat sedang bepergian.

1. Berjalan

berjalan kaki

Duduk terlalu lama di pesawat, mobil, atau kereta api dapat membuat tubuh terasa kaku dan pegal-pegal. Untuk mengatasinya, cobalah curi-curi waktu untuk berjalan-jalan sebentar di kabin pesawat, lorong gerbong kereta, atau di rest area untuk meluruskan kaki.

Ya, berjalan adalah salah satu olahraga ringan yang bisa dilakukan selama bepergian. Nyatanya, berjalan kaki beberapa langkah saja dapat membantu membakar kalori dalam tubuh.

Setelah sampai di tempat tujuan, usahakan untuk rutin berjalan kaki di pagi hari sambil menghirup udara segar dan menikmati pemandangan di sekitar Anda. Beberapa ahli menyarankan Anda untuk berjalan kaki sebanyak dua kali sehari agar kalori yang terbakar semakin banyak.

Bila masih bisa dijangkau, raihlah lokasi wisata tujuan Anda dengan berjalan kaki, ketimbang naik kendaraan. Selain lebih ekonomis, ini juga bisa membuat tubuh Anda tetap bugar walau sedang bepergian.

2. Peregangan

bahu kaku

Faktanya, bepergian dengan kendaraan apa pun berisiko menimbulkan cedera pada tubuh. Pasalnya, duduk di posisi yang sama untuk jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kram dan memicu penggumpalan darah, atau disebut dengan deep vein thrombosis.

Untuk mengatasinya, lakukan sejumlah gerakan peregangan untuk mengurangi tekanan berlebih pada otot-otot tubuh Anda. Sirkulasi darah Anda menjadi lebih lancar dan membuat perjalanan Anda menjadi lebih nyaman.

3. Lari

Bagi Anda yang rutin olahraga lari, Anda tetap bisa meneruskan kebiasaan sehat ini selama bepergian. Ini karena olahraga lari termasuk salah satu jenis olahraga ringan dan mudah dilakukan oleh siapa saja dan di mana saja.

Masukkan sepatu lari paling nyaman ke dalam koper dan buatlah jadwal olahraga lari saat pagi atau sore hari. Bagi Anda yang berlibur ke pantai, Anda juga bisa melakukan olahraga lari tanpa alas kaki untuk memberikan sensasi refleksi alami di bagian kaki. Dijamin, sistem kekebalan tubuh akan semakin kuat dan berat badan tetap ideal.

4. Berenang

air kencing di kolam renang

Banyak hotel maupun tempat wisata yang menawarkan fasilitas kolam renang yang bisa Anda manfaatkan. Maka itu, selalu sertakan pakaian renang ke dalam daftar barang bawaan Anda selama bepergian.

Renang merupakan salah satu olahraga favorit banyak orang, terlebih anak-anak. Olahraga renang dapat membantu membakar kalori tubuh sekaligus menjaga berat badan ideal. Yuk, ajak keluarga Anda untuk berwisata sekaligus berolahraga bersama dengan berenang!

5. Body-weight exercise

Anda tak perlu repot-repot mencari tempat gym atau membawa alat olahraga saat berlibur. Anda bisa melakukan body-weight exercise untuk membantu menjaga kekuatan otot dan membakar lemak. Latihan body-weight hanya mengandalkan beban tubuh Anda sendiri, tidak perlu pakai alat tambahan.

Dari sekian banyak aktivitas yang sudah Anda rancang selama bepergian, luangkanlah waktu beberapa menit di pagi hari untuk melakukan body-weight exercise seperti push-up, plank, atau squat.

Lakukan push-up, plank, dan squat masing-masing 20 kali dengan jeda 5 menit sebelum ganti gerakan. Setelah itu, ulangi sebanyak 3-4 kali atau sampai Anda sudah bergerak setidaknya selama 5 menit (tidak termasuk jeda).

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Agar Tetap Bugar Selama Liburan, Sontek 4 Tips Olahraga Mudah Ini

Lakukan olahraga saat liburan bersama keluarga agar tetap bugar. Simak pilihan kegiatan hingga tips berolahraga sederhana di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kebugaran, Hidup Sehat 25 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Panduan Olahraga untuk Pasien Kanker Tulang

Olahraga untuk Anda yang memiliki kondisi kanker tulang mungkin memang sulit, tapi bukan berarti mustahil dilakukan. Inilah panduannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kebugaran, Hidup Sehat 25 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Beberapa Hal yang Harus Dipersiapkan Pilates Pemula

Pilates adalah olahraga yang umumnya dilakukan di studio khusus. Persiapan apa saja yang harus Anda punya sebelum melakukan olahraga pilates pertama kali?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Yoga & Pilates, Kebugaran, Hidup Sehat 22 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit

Tips dan Gerakan Push Up untuk Pemula

Melakukan push up untuk pemula pasti tidak mudah, apalagi bagi Anda yang baru memulai berolahraga. Simak tipsnya di sini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kebugaran, Hidup Sehat 12 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

memaksa anak olahraga

Memaksa Anak Jago Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Serangan jantung bersepeda

Hati-hati Serangan Jantung Saat Bersepeda Terutama untuk Pemula

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 24 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
olahraga mengurangi cemas depresi

3 Jenis Olahraga yang Bantu Mengurangi Perasaan Cemas dan Depresi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
cedera olahraga

10 Jenis Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 11 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit