home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Seberapa Sering Pria Harus Mencukur Jenggot dan Kumis?

Seberapa Sering Pria Harus Mencukur Jenggot dan Kumis?

Beberapa pria merasa harus rutin mencukur kumis dan jenggotnya agar penampilannya terlihat lebih rapi serta awet muda. Namun, bolehkah mencukur bulu di wajah seperti jenggot atau kumis terlalu sering?

Harus seberapa sering mencukur jenggot dan kumis?

Dikutip dari DetikHealth, dr. Amaranilla Lalita Drijono Sp.KK, bertutur sebetulnya tidak ada batas aturan berapa kali pria harus mencukur jenggot dan kumis. Setiap pria mungkin punya standarnya masing-masing untuk seberapa sering harus cukuran, tergantung kebutuhan dan kenyamanan masing-masing.

Dr. Amaranilla hanya menegaskan bahwa yang terpenting adalah ketepatan cara bercukurnya dan menjaga kesehatan kulit di area yang ditumbuhi bulu tersebut. Pada dasarnya daerah yang berambut butuh perawatan ekstra untuk dibersihkan dengan benar.

Jadi, bila dirasa Anda kurang bisa menjaga kebersihan kumis dan jenggot, lebih baik sering dicukur saja. Akan tetapi bila Anda pede dan kebersihan area tersebut tidak bermasalah, silakan panjangkan kumis dan jenggot Anda.

Perhatikan teknik mencukur jenggot yang benar

Rambut atau bulu di wajah memang bisa tumbuh dengan cepat. Menurut American Academy of Dermatology, rata-rata rambut tumbuh sekitar ½ inci atau 0,5 cm per bulan. Nah, apabila Anda ingin membuat tampilan jenggot dan kumis klimis, setidaknya Anda butuh 1 kali dalam seminggu untuk cukur bulu di wajah tersebut.

Sayangnya ada beberapa pria banyak yang asal cukur saja tanpa pakai krim atau pelembap. Padahal, mencukur asal-asalan ini bisa menyebabkan iritasi di wajah, lho. Selain iritasi, bulu juga dapat tumbuh ke dalam dan menyebabkan masalah pada kulit sekitar wajah.

Namun jangan khawatir, American Academy of Dermatology akan memberikan tahapan cara mencukur yang benar tanpa harus takut kulit iritasi seperti berikut ini:

1. Sebelum Anda mencukur, basahi kulit jenggot dan kumis untuk membuatnya tampak lemas serta lembut. Kegiatan cukur mencukur ini idealnya bisa dilakukan tepat setelah mandi. Pasalnya sehabis mandi kulit Anda akan hangat dan lembab. Kulit sehabis juga sedang bersih karena sedang terbebas dari minyak dan sel-sel kulit mati yang dapat menyumbat pisau cukur Anda.

2. Selanjutnya, oleskan krim atau gel cukur. Jika Anda memiliki kulit yang sangat kering atau sensitif, cari dan pakai krim cukur yang bertuliskan “kulit sensitif” pada label kemasan.

3. Anda bisa mulai mencukur dengan gerakan pisau ke arah rambut tumbuh. Ini adalah langkah penting untuk membantu mencegah rasa panas terbakar, perih, atau bahkan iritasi.

4. Bilas dengan air bersih sehabis Anda mencukur jenggot dan kumis. Selain itu, pastikan Anda mengganti pisau cukur sekali pakai setelah pencukuran 5 hingga 7 kali. Ini berfungsu untuk meminimalkan risiko iritasi dari pisau

5. Terakhir, simpan pisau cukur Anda di tempat yang kering. Ini untuk mencegah bakteri tumbuh di atasnya. Jangan biarkan pisau cukur Anda disimpan di kamar mandi atau di wastafel basah.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How to shave https://www.aad.org/skin-care-basics/how-to-shave  diakses pada 23 Oktober 2019

How often you shoudl shave https://www.healthline.com/health/how-often-should-you-shave#frequency  diakses pada 23 Oktober 2019

Men shaving tips https://www.webmd.com/men/features/mens-shaving-tips#1   diakses pada 23 Oktober 2019

https://www.medicalnewstoday.com/articles/232318.php  diakses pada 23 Oktober 2019

How hair grows https://www.aad.org/public/kids/hair/how-hair-grows  diakses pada 23 Oktober 2019

Kumis dan Jenggot Kapan Harus Dicukur Agar tidak Jadi Penyakit? https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-2483093/kumis-dan-jenggot-kapan-harus-dicukur-agar-tak-jadi-penyakit diakses pada 23 Oktober 2019

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 08/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri