Setelah Scaling, Hindari Melakukan 6 Hal Ini Agar Gigi Tetap Bersih

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22/06/2020 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Salah satu cara untuk menjaga kebersihan gigi adalah dengan melakukan scaling atau pembersihan karang gigi. Namun, ternyata Anda harus memperhatikan apa saja makanan dan minuman yang harus dihindari setelah prosedur scaling. Hal ini penting agar gigi tidak terasa nyeri dan karang gigi tidak muncul kembali. Untuk mencari tahu pantangan-pantangan setelah membersihkan karang gigi, baca penjelasannya di bawah ini.

Apa saja pantangan setelah membersihkan karang gigi?

Untuk mencegah rasa tidak nyaman atau kembalinya karang gigi setelah prosedur scaling, sebaiknya Anda menghindari beberapa hal di bawah ini:

1. Makanan dan minuman yang terlalu panas atau dingin

Dikutip dari American Dental Association, sehabis menjalani scaling atau pembersihan karang, gigi akan menjadi lebih sensitif selama hampir seminggu.

Hal ini bisa terjadi karena penggunaan alat pembersih karang yang digunakan oleh dokter gigi. Alat tersebut dapat membuka sedikit celah antara gusi dan gigi, sehingga saraf gigi akan lebih mudah terekspos dan sensitivitas gigi meningkat.

Supaya gigi tidak terasa ngilu, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan dan minuman yang masih panas atau terlalu dingin. Misalnya, saat makanan baru disajikan selagi panas, tunggu beberapa saat sebelum disantap. Anda juga sebaiknya tidak makan es krim atau minuman dengan es batu untuk sementara waktu.

2. Makanan dan minuman yang terlalu manis

Kemunculan karang gigi disebabkan oleh menumpuknya plak, yaitu zat bertekstur yang mengandung bakteri. Plak yang dibiarkan terlalu lama akan mengeras dan menjadi karang. Salah satu biang kerok penyebab penumpukan plak adalah gula.

Karena itulah, pantangan setelah membersihkan karang gigi yang perlu diperhatikan adalah konsumsi gula. Untuk mencegah karang gigi kembali terbentuk setelah scaling, ada baiknya Anda mengurangi makanan dan minuman yang mengandung terlalu banyak gula, seperti permen, coklat, cookies, dan soda.

3. Makanan bertekstur keras

Setelah gigi dibersihkan dari karang, mengunyah makanan pun mungkin tidak senyaman biasanya. Hal ini disebabkan oleh sensitivitas gigi yang sedang meningkat.

Maka dari itu, pastikan Anda tidak memilih makanan dengan tekstur yang alot dan membutuhkan tenaga lebih untuk mengunyah, seperti daging atau apel utuh.

4. Makanan yang berpotensi menusuk-nusuk gusi

Yang dimaksud dengan menusuk adalah tekstur makanan yang kecil-kecil dan berpotensi merusak gusi. Biasanya, tekstur kecil-kecil ini terdapat di makanan renyah seperti keripik kentang atau kacang-kacangan.

Prosedur scaling terkadang tidak hanya menyebabkan gigi sensitif, tetapi juga gusi menjadi bengkak dan lebih lunak. Hal ini mengakibatkan gusi lebih rentan berdarah.

5. Makanan yang tidak mudah larut atau hancur saat dikunyah

Beberapa makanan dengan tekstur yang tidak mudah hancur saat dikunyah, seperti roti dan kentang goreng, menjadi pantangan setelah membersihkan karang gigi. Makanan tersebut mudah terselip di sela-sela gigi, sehingga berisiko menimbulkan penumpukan plak dan karang gigi kembali muncul.

6. Rokok dan alkohol

Mulut manusia selalu membutuhkan air liur. Air liur berguna untuk membantu makanan dan plak tidak mudah menumpuk di gigi. Mulut yang kering dan kekurangan air liur disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah minum alkohol dan merokok.

Rokok dan alkohol dapat mengurangi produksi air liur di dalam mulut. Hal ini tentunya dapat menyebabkan mulut kering dan lebih mudah terjadi penumpukan plak. Karang gigi pun berpotensi bisa muncul kembali.

Lalu, apa saja yang sebaiknya dikonsumsi setelah membersihkan karang gigi?

Setelah mengetahui apa saja makanan dan minuman pantangan setelah membersihkan karang gigi, Anda mungkin berpikir apa saja yang aman untuk dikonsumsi.

Anda dapat mengonsumsi makanan dengan tekstur yang lembut dan mudah dikunyah, seperti sup, mashed potato, pisang, yogurt, telur rebus, dan bubur. Selain mudah dicerna dan tidak menyebabkan gigi ngilu, makanan-makanan tersebut juga membantu mencegah mulut kering.

Pastikan Anda juga selalu memenuhi kebutuhan air putih setiap hari, Hal ini penting dilakukan agar tubuh senantiasa terhidrasi dan mulut terhindar dari rasa kering.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Drunkorexia, Fenomena Rela Tak Makan Demi Minum Alkohol

Kebiasaan konsumsi alkohol berlebihan mungkin sudah biasa. Lantas, bagaimana dengan rela tidak makan karena ingin minum alkohol atau disebut drunkorexia?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 04/07/2020 . 6 menit baca

Para ‘Pria Tangguh’ Lebih Berisiko Bunuh Diri, Mengapa Begitu?

Laki-laki sering dikaitkan dengan image tangguh. Padahal, tuntutan untuk menjadi pria tangguh berdampak negatif dan bisa meningkatkan risiko bunuh diri.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Psikologi 04/07/2020 . 4 menit baca

Mengenal Seluk Beluk Laser Lipolysis untuk Menyingkirkan Lemak

Laser lipolysis dapat menjadi pilihan tepat bagi Anda yang ingin menghilangkan lemak dengan cepat. Seperti apa prosedurnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 04/07/2020 . 5 menit baca

Teledermatologi, Layanan Konsultasi Masalah Kulit Online di Tengah Pandemi

Banyak orang yang cukup was-was saat hendak pergi ke rumah sakit di tengah pandemi. Untungnya, teledermatologi hadir saat pandemi COVID-19. Apa itu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 04/07/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

pasangan borderline personality disorder

Tips Awet Bersama Pasangan dengan Borderline Personality Disorder

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 05/07/2020 . 7 menit baca
diet eliminasi

Mengenal Diet Eliminasi (Elimination Diet) untuk Tahu Intoleransi Makanan

Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 05/07/2020 . 5 menit baca
time blocking

Mengenal Time Blocking yang Bisa Jadi Alternatif Atasi Stres

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 05/07/2020 . 5 menit baca
meditasi jalan walking meditation

Mengenal Walking Meditation, Meditasi Sambil Jalan yang Bikin Pikiran Tenang

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 05/07/2020 . 6 menit baca