Kenapa Tidur Terlalu Lama Malah Bikin Kita Lebih Lelah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Setiap orang suka tidur, bukan? Tidak ada yang lebih sempurna dari merayap perlahan menuju tempat tidur dan tidur sepuasnya setelah seharian penuh bekerja. Kurang tidur bisa menyebabkan berbagai masalah atau gangguan kesehatan. Tapi bagaimana jika sebaliknya yang terjadi, dan Anda tidur terlalu lama? Apa yang akan terjadi jika Anda tidur lebih lama dari waktu yang seharusnya? Jawabannya adalah Anda justru akan merasa lelah. Mengapa? Simak ulasannya.

Penyebab rasa lelah setelah tidur terlalu lama

Tidur merupakan kegiatan yang sangat penting untuk membantu Anda menciptakan dan mengumpulkan memori, memelihara sistem imun tubuh, dan membuat Anda berenergi saat terjaga. Saat akhir pekan, kebanyakan dari Anda pasti akan berencana tidur lebih lama untuk ‘menebus’ rasa lelah.

Menurut Michael Breus ahli kesehatan tidur, kebutuhan tidur manusia adalah 7,5 jam sehari. Saat Anda tidur, Anda akan melalui lima tahapan dengan tahap 1-4 dengan periode tidur REM (rapid eye movement) di antara tiap tahapannya dan setiap tahapan memiliki lama waktu 90 menit. Tidur terlalu lama yang menyebabkan Anda justru merasa lelah, berhubungan dengan tahapan dalam tidur.

Tahap satu atau yang biasa disebut dengan tidur ringan. Di tahap ini Anda berayun-ayun dari tidur dan terjaga sehingga mudah dibangunkan. Di tahap ini mata Anda bergerak sangat lambat dan otot Anda mulai rileks.

Banyak orang mengalami kontraksi otot mendadak, disebut dengan hypnic myoclonia, yang dirasakan seperti sensasi akan jatuh. Jika Anda terbangun dari tahap tidur satu, Anda mungkin akan mengingat gambaran visual yang terpecah-pecah.

Di tahap kedua, Anda akan mulai tidur. Rata-rata orang dewasa menghabiskan tidur malamnya di tahapan ini. Di tahap kedua ini napas dan detak jantung mulai teratur, gerakan mata berhenti, suhu tubuh menurun, dan masuk ke alam tidur. Gelombang otak juga menjadi lambat.

Apa yang akan terjadi di tahapan tidur ketiga, empat, dan lima?

Tahap tiga sampai empat atau yang biasa disebut dengan tidur dalam, adalah tahapan tidur yang bersifat restoratif di mana energi dipulihkan dan juga jaringan serta sel-sel diperbaiki dan ditumbuhkan.

Di tahapan tidur ini tekanan darah Anda turun, napas melambat, dan mata berhenti bergerak serta otot-otot menjadi rileks. Di tahap tiga, gelombang otak menjadi sangat lambat yang disebut juga dengan gelombang delta. Di tahap empat, otak Anda hanya memproduksi gelombang delta.

Di tahap lima atau sering disebut juga dengan tahap REM, akan terjadi 70-90 menit pertama setelah Anda tertidur, dan terulang lagi setiap 90 menit pada setiap tahapan. Ini adalah periode saat Anda bermimpi.

Saat Anda berniat memperpanjang jam tidur agar tidur lebih lama, maka Anda akan mengulangi siklus tidur untuk kembali ke tahapan pertama. Jika hal ini terjadi, sangat besar kemungkinannya Anda akan terbangun diantara tahapan dua, tiga, empat atau saat Anda sudah ada di tahapan REM.

Bangun di saat Anda ada di tahapan tidur lebih dalam atau bahkan tahapan REM, justru tidak membuat tubuh Anda merasa lebih baik, namun sebaliknya Anda merasakan tubuh Anda lelah. Bagaimana, apakah Anda ingin bangun sekarang atau tidur lebih lama lagi?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Atasi Susah Tidur Akibat Stres Selama Pandemi COVID-19 dengan 4 Cara Ini

Banyak orang yang mulai mengeluhkan susah tidur, terutama selama pandemi COVID-19 terjadi. Apa yang menjadi penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 29/04/2020 . 7 mins read

Masalah Tidur Lansia: Sering Mengantuk dan Banyak Tidur Siang

Lansia sering memiliki masalah tidur, terlihat mengantuk dan banyak tidur di siang hari. Kalaupun tidak tertidur, lansia sering menguap dan terlihat lesu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hidup Sehat, Perawatan Lansia 27/04/2020 . 4 mins read

Benarkah Udara Kotor Bisa Bikin Susah Tidur?

Selain memberikan dampak buruk untuk kesehatan paru-paru dan jantung, udara kotor ternyata juga dapat mempengaruhi tidur Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Gangguan Tidur 01/04/2020 . 4 mins read

Posisi Tidur Menggambarkan Kondisi Hubungan Anda dengan Pasangan

Pergerakan saat tidur memang tidak dilakukan dengan tak sadar, tapi ternyata posisi tidur bisa menggambarkan hubungan Anda dengan pasangan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Seks & Asmara 14/03/2020 . 5 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

sleep texting adalah

Mengulik Sleep Texting, Gangguan yang Bikin Anda Berkirim Pesan Saat Tidur

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 23/06/2020 . 5 mins read
somniphobia

Mengenal Somniphobia, Ketika Seseorang Takut Akan Jatuh Tertidur

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 7 mins read
mimpi buruk saat demam

Mimpi Buruk Saat Demam Tinggi? Inilah Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 mins read

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020 . 5 mins read