Kenapa Tidur Terlalu Lama Malah Bikin Kita Lebih Lelah?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Setiap orang suka tidur, bukan? Tidak ada yang lebih sempurna dari merayap perlahan menuju tempat tidur dan tidur sepuasnya setelah seharian penuh bekerja. Kurang tidur bisa menyebabkan berbagai masalah atau gangguan kesehatan. Tapi bagaimana jika sebaliknya yang terjadi, dan Anda tidur terlalu lama? Apa yang akan terjadi jika Anda tidur lebih lama dari waktu yang seharusnya? Jawabannya adalah Anda justru akan merasa lelah. Mengapa? Simak ulasannya.

Penyebab rasa lelah setelah tidur terlalu lama

Tidur merupakan kegiatan yang sangat penting untuk membantu Anda menciptakan dan mengumpulkan memori, memelihara sistem imun tubuh, dan membuat Anda berenergi saat terjaga. Saat akhir pekan, kebanyakan dari Anda pasti akan berencana tidur lebih lama untuk ‘menebus’ rasa lelah.

Menurut Michael Breus ahli kesehatan tidur, kebutuhan tidur manusia adalah 7,5 jam sehari. Saat Anda tidur, Anda akan melalui lima tahapan dengan tahap 1-4 dengan periode tidur REM (rapid eye movement) di antara tiap tahapannya dan setiap tahapan memiliki lama waktu 90 menit. Tidur terlalu lama yang menyebabkan Anda justru merasa lelah, berhubungan dengan tahapan dalam tidur.

Tahap satu atau yang biasa disebut dengan tidur ringan. Di tahap ini Anda berayun-ayun dari tidur dan terjaga sehingga mudah dibangunkan. Di tahap ini mata Anda bergerak sangat lambat dan otot Anda mulai rileks.

Banyak orang mengalami kontraksi otot mendadak, disebut dengan hypnic myoclonia, yang dirasakan seperti sensasi akan jatuh. Jika Anda terbangun dari tahap tidur satu, Anda mungkin akan mengingat gambaran visual yang terpecah-pecah.

Di tahap kedua, Anda akan mulai tidur. Rata-rata orang dewasa menghabiskan tidur malamnya di tahapan ini. Di tahap kedua ini napas dan detak jantung mulai teratur, gerakan mata berhenti, suhu tubuh menurun, dan masuk ke alam tidur. Gelombang otak juga menjadi lambat.

Apa yang akan terjadi di tahapan tidur ketiga, empat, dan lima?

Tahap tiga sampai empat atau yang biasa disebut dengan tidur dalam, adalah tahapan tidur yang bersifat restoratif di mana energi dipulihkan dan juga jaringan serta sel-sel diperbaiki dan ditumbuhkan.

Di tahapan tidur ini tekanan darah Anda turun, napas melambat, dan mata berhenti bergerak serta otot-otot menjadi rileks. Di tahap tiga, gelombang otak menjadi sangat lambat yang disebut juga dengan gelombang delta. Di tahap empat, otak Anda hanya memproduksi gelombang delta.

Di tahap lima atau sering disebut juga dengan tahap REM, akan terjadi 70-90 menit pertama setelah Anda tertidur, dan terulang lagi setiap 90 menit pada setiap tahapan. Ini adalah periode saat Anda bermimpi.

Saat Anda berniat memperpanjang jam tidur agar tidur lebih lama, maka Anda akan mengulangi siklus tidur untuk kembali ke tahapan pertama. Jika hal ini terjadi, sangat besar kemungkinannya Anda akan terbangun diantara tahapan dua, tiga, empat atau saat Anda sudah ada di tahapan REM.

Bangun di saat Anda ada di tahapan tidur lebih dalam atau bahkan tahapan REM, justru tidak membuat tubuh Anda merasa lebih baik, namun sebaliknya Anda merasakan tubuh Anda lelah. Bagaimana, apakah Anda ingin bangun sekarang atau tidur lebih lama lagi?

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca