Mengenal Sindrom Angioedema, Pembengkakan Pada Kaki Hingga Organ Intim

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 11/08/2019
Bagikan sekarang

Pembengkakan pada tubuh bisa disebabkan banyak hal. Salah satunya sindrom angioedema (angioedema syndrome). Kondisi ini menyebabkan mata, kaki, tangan, bahkan organ kelamin jadi membengkak. Yuk, kenali lebih dalam kondisi ini pada ulasan berikut.

Sindrom angioedema, penyebab pembengkakan tubuh

Angioedema syndrome adalah pembengkakan lapisan kulit, jaringan subkutan, atau selaput lendir yang terjadi secara tiba-tiba.

Tidak hanya mata, tangan, bibir, atau kaki, sindrom ini juga bisa menyebabkan usus, alat kelamin, lidah, tenggorokan, dan laring ikut membengkak.

Pembengkakan umumnya akan menghilang dengan sendirinya dalam 1 hingga 3 hari.

Meskipun begitu, pembengkakan yang terjadi pada saluran napas bagian atas dan saluran pencernaan, dapat menyebabkan asfiksia (kekurangan oksigen) yang mengancam jiwa, muntah dan diare parah.

Selain munculnya pembengkakan, sindrom angioedema juga bisa menimbulkan gejala lain, seperti:

  • Munculnya sensasi panas dan nyeri di area yang bengkak
  • Pembengkakan yang terjadi pada lidah, laring, atau tenggorokan dapat menyebabkan sulit bernapas
  • Pembengkakan pada lapisan transparan yang menutupi bagian mata (konjungtiva) dapat mengganggu penglihatan
  • Nyeri perut disertai mual, muntah, dan diare karena usus bengkak
  • Kesulitan buang air kecil karena kandung kemih dan uretra ikut membengkak

Kenapa sindrom angioedema bisa terjadi?

bibir bengkak

Sindrom yang membuat tubuh bengkak ini memiliki berbagai penyebab. Akan tetapi, dalam banyak kasus, belum diketahui penyebab pastinya.

Beberapa penyebab umum dari sindrom angioedema, antara lain:

Alergi

Angioedema sering kali terjadi sebagai hasil dari reaksi alergi. Kondisi ini sering disebut dengan allergic angioedema. Pemicunya bisa dari berbagai macam hal, seperti makanan, bahan kimia, atau gigitan serangga.

Reaksi alergi muncul karena tubuh salah mengenali suatu zat sebagai zat berbahaya. Tubuh kemudian membuat antibodi yang malah menyerang tubuh dan menyebabkan pembengkakan.

Genetik

Pada kasus langka, sindrom angioedema terjadi karena kesalahan genetik yang diwarisi oleh orangtua. Kesalahan genetik ini memengaruhi gen yang bertanggung jawab untuk memproduksi zat C1 esterase inhibitor (C1INH).

C1INH adalah protein yang ada di dalam darah. Tugasnya, membantu sistem kekebalan tubuh dari infeksi dan menghilangkan sel-sel mati yang tidak diperlukan tubuh.

Jika terjadi kesalahan dalam produksi C1INH, orang tersebut akan rentan dengan infeksi atau memiliki gangguan autoimun. Salah satunya, sistem imun salah mengenali zat tertentu sehingga menyebabkan angioedema.

Obat

Angioedema juga bisa terjadi akibat penggunaan obat. Kondisinya bisa muncul saat obat baru diminum, beberapa bulan kemudian, atau bertahun-tahun kemudian.

Ada beberapa jenis obat yang rentan menyebabkan sindrom angioedema, di antaranya:

  • Inhibitor angiotensin-converting enzyme (ACE), seperti enalapril, lisinopril, perindopril dan ramipril, yang digunakan untuk mengobati hipertensi.
  • Ibuprofen dan jenis obat penghilang rasa sakit lainnya,
  • Angiotensin-2 receptor blockers (ARBs), seperti irbesartan, losartan, valsartan, dan olmesartan, yang digunakan untuk mengobati hipertensi

Tanpa sebab yang jelas

Angioedema yang tidak diketahui secara pasti penyebabnya dikenal dengan angioedema idiopatik. Namun, ahli kesehatan meyakini jika kondisi ini dapat dipicu oleh stres, suhu panas atau dingin, infeksi ringan, dan aktivitas yang berat.

Perawatan untuk orang dengan sindrom angioedema

periksa ke dokter diabetes

Pengobatan utama untuk sindrom ini adalah dengan minum obat. Namun, pemberian obat harus disesuaikan dengan jenis angioedema.

Pada angioedema alergi dan idiopatik, dokter akan memberikan kombinasi obat antihistamin dan kortikosteroid untuk meredakan pembengkakan.

Semetara untuk sindrom angioedema akibat obat, dapat diobati dengan penggunaan obat yang lebih aman tanpa memicu munculnya gejala.

Angioedema herediter (keturunan/genetik) tidak akan merespons antihistamin maupun obat-obatan steroid. Itu sebabnya, untuk mengobati jenis pembengkakan tubuh ini diarahkan pada tindakan pencegahan.

Pasien juga akan diberikan obat untuk menstabilkan kadar protein dalam darah untuk mencegah munculnya gejala.

Pada pasien yang mengalami gejala anafilaksis, suntikan auto-injector adrenalin akan diberikan agar gejala sindrom angioedema tidak bertambah parah.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Penyebab Leher Bengkak yang Tak Boleh Diremehkan

Leher bengkak seringkali membuat Anda merasa terganggu. Lalu, apa saja penyebab bengkak di leher? Temukan 6 penyebabnya di artikel Hello Sehat berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Retensi, Ketika Cairan yang Harusnya Dibuang Malah Menumpuk Dalam Tubuh

70% tubuh manusia terdiri dari air. Retensi adalah gangguan ketika tubuh gagal mengeluarkan kelebihan cairannya. Apa akibatnya bagi kesehatan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Serba-serbi Infus: Mulai dari Prosedur Pemasangan Hingga Risiko Efek Sampingnya

Infus adalah metode pemberian obat atau cairan yang dilakukan melalui pembuluh darah. Tapi hati-hati! Infus bisa bahaya jika dipasang asal-asalan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

3 Cara Ampuh Mengobati Bibir Bengkak Akibat Alergi Udara Dingin

Udara dingin bukannya membuat Anda meringkuk kedinginan, tapi juga bisa menimbulkan reaksi alergi sampai membuat bibir bengkak. Bagaimana mengobatinya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi mata bengkak

5 Cara Mengatasi Kelopak Mata Bengkak Sesuai Penyebabnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 10/01/2020
payudara bengkak saat menyusui

Normalkah Jika Payudara Bengkak Saat Menyusui?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/10/2019
kaki bengkak setelah melahirkan

10 Tips Mudah untuk Sembuhkan Kaki Bengkak Setelah Melahirkan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 16/08/2019
bangun tidur bibir bengkak

4 Penyebab Bibir Bengkak Saat Bangun di Pagi Hari (Plus Cara Tepat Mengatasinya)

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2019