Kapan Tulang Anak Tumbuh Paling Pesat? Penting Diketahui Jika Ingin Anak Tumbuh Tinggi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 Oktober 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Semasa kecil, Anda mungkin sering disarankan untuk minum susu sebelum tidur oleh orangtua Anda supaya badan cepat tinggi. Memang, sih, susu merupakan salah satu sumber kalsium yang baik untuk pertumbuhan tulang. Tapi, mengapa harus diminum sebelum tidur? Ternyata, ini ada hubungannya dengan pertumbuhan tulang manusia di malam hari.

Pertumbuhan tulang terjadi pada malam hari

Sebuah penelitian dalam Journal of Pediatric Orthopedics membuktikan bahwa tulang akan mengalami pertumbuhan pada malam hari. Penelitian tersebut menjawab “nasihat” orangtua yang sering mengakatan bahwa anak-anak tumbuh lebih tinggi dalam semalam, biasanya orangtua akan menyuruh anaknya untuk minum susu sebelum tidur.

Dalam penelitian tersebut, peneliti menempatkan sensor pada tulang kaki anak domba untuk memantau pertumbuhan tulang pada hewan. Sembilan puluh persen pertumbuhan tulang terjadi saat hewan tidur atau sedang beristirahat. Peneliti mengamati pola pertumbuhan tulang yang benar-benar hanya tumbuh ketika anak domba sedang berbaring atau istirahat. Sedangkan saat anak domba berdiri atau bergerak, pertumbuhan tulang tidak bertambah.

Hal ini disebabkan oleh tulang rawan antara tulang akan tertekan ketika berdiri, duduk atau melakukan kegiatan lain yang dilakukan sepanjang hari. Pada akhirnya ini dapat menghambat tulang bertumbuh optimal. Saat berbaring atau tidur, tulang rawan akan meregang dan tidak tertekan, yang mrmbuat tulang mudah memanjang. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pertumbuhan bukanlah suatu hal yang berkelanjutan terus-menerus. Lonjakan pertumbuhan mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari pada anak domba dan juga manusia.

Tapi, cepat lambatnya tulang bertumbuh juga dipengaruhi oleh asupan gizi dari makanan Anda sehari-hari.

Makanan apa saja yang membantu pertumbuhan tulang?

Susu adalah salah satu sumber protein dan kalsium yang dapat membantu pertumbuhan tulang. Tapi selain susu, ada beberapa makanan lain yang juga bermanfaat untuk pertumbuhan tulang, antara lain:

Sayuran hijau

Ada beberapa sayuran hijau mengandung kalsium yang dibutuhkan tulang, seperti brokoli dan  bokchoy. Selain mengandung kalsium, sayuran hijau juga mengandung vitamin K, yang berperan dalam pengaturan kalsium dan pembentukan tulang. Namun, tidak semua sayuran berdaun hijau baik untuk pertumbuhan tulang. Seperti bayam, walaupun mengandung kalsium, tetapi juga mengandung asam oksalat yang dapat menghambat penyerapan kalsium. Sebaiknya hindari makan makanan sumber kalsium dan bayam dalam waktu bersamaan.

Buah-buahan

Beberapa jenis buah-buahan dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan tulang. Pepaya, jeruk, nanas, dan strawberi mengandung vitamin C. Vitamin C ini berfungsi dalam sintesis kolagen, yaitu protein utama dalam tulang.

Daging merah

Daging merah mengandung fosfor dan magnesium yang dibutuhkan tulang. Lebih dari setengah massa tulang dibentuk oleh mineral fosfor. Kekurangan fosfor dapat mengganggu mineralisasi tulang. Selain itu, mineral magnesium juga dibutuhkan untuk pembentukan tulang. Magnesium dapat membantu meningkatkan kekuatan tulang dan berperan dalam banyak metabolisme mineral. Sumber makanan lain yang mengandung fosfor adalah seafood, kacang-kacangan, kentang dan gandum. Sedangkan sumber makanan yang mengandung magnesium adalah gandum, kacang-kacangan, seperti almond dan kacang mede.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Multivitamin anak biasanya dikemas menarik dan rasanya enak seperti permen. Nah, ada juga multivitamin gummy khusus orang dewasa. Tapi benarkah lebih sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Yang Harus Anda Tahu Sebelum Menjalani Pemeriksaan MRI

Mungkin Anda diminta untuk melakukan pemeriksaan MRI, tapi apakah Anda sudah tahu apa saja yang harus dipersiapkan bila ingin melakukan pemeriksaan ini?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 18 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Mengenal Perawatan Paliatif Sebagai Pengobatan Penyakit Kanker

Perawatan paliatif adalah perawatan suportif yang umumnya dijalani pasien kanker. Namun, seperti apa sih perawatan ini? Pelajari selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Cara untuk Mengurangi Mata Minus (Rabun Jauh)

Bagi Anda yang memiliki mata minus, pasti ingin lepas dari ketergantunga kacamata atau lensa. Lalu apakah mungkin mengurangi mata minus? Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 17 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alergi obat antibiotik

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit
perawatan dalam mengatasi alergi obat

Cara Mengatasi Alergi Obat yang Tepat dan Perawatannya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit
ciri-ciri dan gejala alergi dingin

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit
mencium spidol

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit