Awas, Kondisi pH Tubuh Terlalu Asam Bisa Membahayakan Anda!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Untuk bekerja dan berfungsi semestinya, tubuh harus selalu berada di rentang pH yang ideal. Dikutip dari Medicine Net, kadar pH tubuh normal berkisar pada rentang netral, cenderung basa. Tepatnya yaitu 7,35 sampai 7,45. Kadar pH yang kurang dari 7 dikatakan bersifat asam dan jika lebih dari 7 tergolong basa. Nah, jika pH tubuh asam atau bahkan terlalu basa, fungsi organ tubuh serta kerja metabolisme tubuh bisa terganggu.

Seberapa parah akibatnya jika pH tubuh asam? Berikut adalah penjelasan lengkap seputar asidosis laktik, yaitu kondisi di mana pH tubuh terlampau asam.

Apa itu asidosis laktik?

Asidosis laktik adalah kondisi yang terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu banyak asam laktat sehingga tubuh tidak mampu mencernanya dengan cepat. Akibatnya, penumpukan zat ini menyebabkan tingkat pH tubuh tak seimbang dan terlalu asam.

Penumpukan ini terjadi karena kekurangan oksigen di otot untuk memecah glukosa dan glikogen. Kurangnya oksigen biasanya disebabkan oleh infeksi serius atau olahraga terlalu berat. Lonjakan asam pun terjadi di dalam darah.

Ada dua jenis asam laktat yaitu L-laktat dan D-laktat. Umumnya, sebagian besar asidodis laktik disebabkan karena terlalu banyak L-laktat di dalam tubuh.

Berdasarkan jenisnya, asidosis laktik terbagi menjadi dua tipe, yaitu:

1. Tipe A

Kondisi pH tubuh asam ini berhubungan dengan hipoksia jaringan, di mana tubuh kekurangan oksigen. Kondisi ini juga diakibatkan oleh penyakit yang cukup kritis seperti sepsis dan syok septik, atau keadaan penyakit medis akut, termasuk yang melibatkan sistem jantung, pembuluh darah, serta hati. Tipe A ini juga termasuk asidosis laktik yang diakibatkan oleh olahraga berlebihan.

2. Tipe B

Asidosis laktik tipe B tidak berhubungan dengan hipoksia jaringan dan dapat disebabkan oleh masalah kesehatan seperti penyakit ginjal dan kanker tertentu.

Asidosis laktik tipe B juga berkaitan dengan penggunaan beberapa jenis obat seperti obat diabetes melitus tipe 2 dan HIV. Selain itu, minum alkohol secara berlebihan dan penyakit hati kronis juga bisa menjadi penyebab asidosis laktik tipe B.

Ciri-ciri dan gejala asidosis laktik

Biasanya, gejala asidosis laktik mirip dengan gejala penyakit lain. Namun, waspadai berbagai gejala asidosis laktik berikut ini.

  • Nyeri otot atau kram
  • Sakit perut
  • Badan dan otot terasa lemas
  • Rasa lelah, lesu, dan kantuk yang tak tertahankan
  • Nafsu makan turun
  • Diare
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Tubuh terasa tidak enak
  • Napas memburu
  • Berkeringat
  • Koma

Gejala asidosis laktat yang butuh pertolongan segera dan termasuk keadaan darurat medis, yaitu:

  • Mengalami disorientasi atau linglung
  • Kulit dan mata menguning
  • Napas memburu sampai sulit bernapas
  • Detak jantung lebih cepat dari biasanya
  • Napas berbau kecut atau asam yang menandakan ketoasidosis (bagian dari komplikasi serius diabetes)

perut mual setelah makan

Penyebab pH tubuh asam

Kondisi pH tubuh asam bisa disebabkan oleh beberapa hal. Di antaranya adalah:

  • Penyakit jantung. Kondisi seperti henti jantung dan gagal jantung kongestif dapat mengurangi aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh sehingga meningkatkan kadar asam laktat dalam tubuh.
  • Infeksi berat (sepsis). Setiap jenis infeksi virus atau bakteri yang parah dapat menyebabkan sepsis dan biasanya meningkatkan kadar asam laktat di dalam tubuh.
  • Obat HIV. Terapi antiretroviral yang digunakan pada orang dengan HIV dapat meningkatkan kadar asam laktat karena menyebabkan kerusakan hati yang membuat tubuh lebih sulit memproses serta mencerna zat yang satu ini.
  • Kanker. Sel-sel kanker bisa menyebabkan peningkatkan asam laktat akibat seseorang kehilangan berat badan yang cukup drastis.
  • Obat acetaminophen. Acetaminophen (paracetamol) termasuk obat pereda nyeri dan demam yang bisa menyebabkan asidosis laktat, bahkan ketika dikonsumsi dalam dosis yang tepat. Obat ini bisa menyebabkan penumpukan asam pyroglutamic dalam darah.
  • Minum alkohol berlebihan. Kebiasan minum alkohol secara berlebihan dapat meningkatkan kadar fosfat yang akan berdampak negatif pada ginjal. Akibatnya, pH tubuh menjadi lebih asam.
  • Aktivitas fisik yang berat. Penumpukan asam laktat sementara bisa disebabkan oleh olahraga terlalu keras sehingga tubuh kekurangan oksigen untuk memecah glukosa dalam darah.
  • Diabetes. Metformin, salah satu obat minum untuk diabetes dapat menyebabkan penumpukan asam laktat di dalam tubuh.

Pilihan pengobatan untuk asidosis laktik

Cara terbaik untuk menyeimbangkan pH tubuh asam alias asidosis laktik adalah dengan mengobati penyebab utamanya. Adapun pilihan pengobatannya meliputi:

  • Cairan intravena (infus) untuk meningkatkan sirkulasi tubuh sehingga dapat mengurangi tingkat asam laktat.
  • Terapi oksigen.
  • Terapi vitamin.
  • Proses pencucian darah dengan bikarbonat.

Penting juga untuk tetap menjaga keseimbangan cairan tubuh dan tidur yang cukup jika Anda mengalami penumpukan asam laktat. Apalagi setelah Anda berolahraga terlalu keras. Mendapatkan pengobatan yang tepat melalui diagnosis yang akurat menjadi salah satu kunci keberhasilan pengobatan asidosis laktik. Selain itu, cegah asidosis laktik dengan mengelola berbagai penyebabnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Sakit pinggang adalah keluhan yang umum dengan banyak kemungkinan penyebab. Cari tahu gejala, pengobatan, dan cara mengatasi nyeri pinggang di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Apakah Benar Otak Lebih Besar Artinya Lebih Pintar?

Meskipun terdapat beragam pendapat, tapi ada satu hal yang disepakati para ilmuwan: ukuran otak tidak bisa dijadikan indikator kecerdasan seseorang.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Makanan pedas sering kali diandalkan untuk mengatasi rasa sakit kepala atau migrain. Tapi benarkah makanan itu dapat menyembuhkan sakit kepala Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Warna dahak yang normal adalah bening. Jika Anda mengeluarkan dahak yang berwarna, maka hal itu adalah tanda dari kondisi medis. Apa arti dari warna dahak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Batuk, Kesehatan Pernapasan 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mitos tentang tidur

Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
manfaat menangis

3 Manfaat Menangis Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat efek musik pada otak

5 Efek Musik Terhadap Kinerja Otak Manusia

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
proses inflamasi

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit