Mengatasi Stres Dengan Terapi Warna

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017
Bagikan sekarang

Akhir-akhir ini, buku mewarnai sedang disukai oleh semua usia sebagai cara paling asyik untuk mengatasi kondisi yang terkait dengan stress, seperti insomnia, depresi, gelisah, asma, kelainan perilaku, dan lain-lain. Anda dapat memilih warna favorit Anda untuk mewarnai pola atau gambar tertentu dan menciptakan gambar yang menarik.

Tapi tahukah Anda bahwa warna memang sudah lama digunakan sebagai terapi untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan?

Pengaruh warna pada tubuh dan pikiran manusia

  • Warna adalah salah satu bahasa jiwa. Penelitian menunjukkan bahwa warna mendorong interaksi yang tidak dimiliki bahasa.
  • Warna mempengaruhi persepsi jarak (warna terang membuat tempat terlihat besar, plafon tinggi terlihat berkurang tingginya apabila diberi warna gelap, dan lain-lain).
  • Tidak semua orang dan budaya memiliki pemahaman yang sama tentang suatu warna.
  • Warna mempengaruhi energi pada tubuh. Jika Anda melewati sistem pemeriksaan tubuh di bandara, layar menunjukkan warna chakra Anda. Warna tersebut juga terkait dengan ketertarikan biologis.

Jadi, apakah warna favorit Anda? Pertanyaan seperti ini sering ditanyakan psikiater untuk mengerti dan menentukan karakter seseorang berdasarkan warna kesukaan. Jawaban dapat bervariasi tergantung masing-masing individu dan terkait dengan kesehatan serta kesejahteraan.

Jika Anda sedang mengalami beberapa gangguan fisik dan emosi, serta perlu menyeimbangkan sistem chakra atau pusat energi alami tubuh, chromotherapy atau terapi warna dapat menjadi salah satu metode penyembuh. Warna mempengaruhi mood, karena warna memiliki panjang gelombang dan energi tertentu.

Bagaimana cara kerja terapi warna?

Ribuan tahun lalu, budaya kuno di Mesir, China dan India, membangun ruangan besar di mana pasien dimandikan dengan cahaya yang disaring melalui beberapa panel atau jendela kaca yang berwarna. Hal tersebut dipercaya dapat memulihkan tubuh yang lelah dan memiliki penyakit. Sekarang, metode tersebut masih ada untuk menyembuhkan orang dewasa serta anak-anak dengan kesulitan membaca.

Dokter mempercayai bahwa warna membantu menyesuaikan emosi, fisik, dan mental. Ahli terapi warna modern sering mengombinasikan metode ini dengan teknik lainnya, seperti aromaterapi, kristal, pijat, yoga, dan lain-lain.

Klasifikasi warna yang dapat meringankan stress dan penyakit

  1. Merah. Merah adalah simbol dari api, kemarahan, dan cinta. Merah menstimulasi akar chakra, pada dasar tulang belakang. Warna merah menyebabkan hemoglobin bertambah, baik untuk penderita anemia serta kondisi yang berhubungan dengan darah. Jangan mengatasi kanker dengan warna merah karena warna ini dapat menstimulasi pertumbuhan sel.
  1. Jingga. Warna jingga menstimulasi chakra sakral, merupakan simbol keberuntungan. Jingga menstimulasi kreativitas dan antusiasme. Jingga mempengaruhi sistem pencernaan, meningkatkan aktivitas tiroid, dan meringankan kram serta kejang otot.
  1. Kuning. Warna kuning memperkuat saraf dan pikiran. Kuning bekerja pada kondisi lambung, hati, diabetes, dan membantu memperbaiki jaringan luka.
  1. Hijau. Dikenal sebagai warna alam. Warna hijau menstimulasi chakra jantung, dan juga digunakan untuk menyembuhkan kondisi seperti demam, flu, maag, meningkatkan visualisasi, memperkuat sistem imun serta membentuk otot, tulang dan sel.
  1. Biru. Terkait dengan chakra tenggorokan. Merupakan simbol sejuk dan menenangkan. Warna biru dapat membantu mengatasi demam, sakit kepala, tekanan darah tinggi, asma, serta meredakan peradangan (anti gatal, anti stress).
  1. Indigo. Warna ini membantu mengatasi gangguan mental, serta menstimulasi brow chakra yang mengatur persepsi fisik dan spiritual.
  1. Ungu. Warna meditasi, memperlambat jantung yang overaktif, menstimulasi imunitas, menyembuhkan insomnia, dan membantu detoksifikasi.

Bagaimana buku mewarnai dapat mengatasi stress?

Buku mewarnai adalah metode terapi warna yang terkait dengan terapi seni. Banyak terapis merasakan peningkatan signifikan pada pasien melalui terapi seni. Penelitian menunjukkan bahwa terapi seni membantu wanita dengan penyakit kanker mengurangi gejala stres emosional. Selain batu permata, kristal, dan medium terapi warna lainnya, buku mewarnai adalah salah satu medium favorit untuk terapi warna dan seni.

Buku mewarnai dapat membantu Anda fokus dan membantu pikiran relaks serta melepaskan pikiran negatif melalui warna dan bentuk. Selain itu, penelitian oleh neuropsikolog Dr. Stand Rodski yang juga pengarang buku mewarnai, menyebutkan bahwa hal yang luar biasa terjadi pada detak jantung dan gelombang otak saat mewarnai. Hal ini merupakan pertanda yang baik di mana terapi dapat membantu mendapatkan manfaat seperti pada meditasi.

BACA JUGA:

You are already subscribed to notifications.
Sumber

About Color Therapy and Your Auric Field http://healing.about.com/od/crystaltherapy/a/crystaltherapy.htm

What is Colour Therapy http://www.colourtherapyhealing.com/colour-therapy/what-colour-therapy

Color therapy – Chromotherapy http://www.deeptrancenow.com/colortherapy.htm

The therapeutic Science of Adult Coloring Books: How this Childhood Pastime helps Adults relieve stress http://www.medicaldaily.com/therapeutic-science-adult-coloring-books-how-childhood-pastime-helps-adults-356280

 

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Waktu kecil Anda mungkin sering diingatkan bahwa gerimis bikin sakit. Namun, benarkah lebih aman main hujan-hujanan daripada kena gerimis? Cek di sini, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Pedofilia dan Kekerasan Seksual pada Anak, Apa Bedanya?

Ternyata, perilaku pedofilia beda dengan kekerasan seksual pada anak. Cari tahu perbedaan keduanya sekaligus cara pencegahannya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Psikologi 30/05/2020

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Sebagian dari Anda mungkin lebih suka tidur dalam keadaan terang. Namun riset menunjukkan matikan lampu saat tidur itu lebih baik. Kenapa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Direkomendasikan untuk Anda

Bagaimana Stres Memicu dan Memperparah Gejala IBS?

Bagaimana Stres Memicu dan Memperparah Gejala IBS?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020
Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
Terlalu Lama Kerja di Rumah Bikin Stres? Ini Cara Mengatasinya

Terlalu Lama Kerja di Rumah Bikin Stres? Ini Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 03/06/2020
Delusi dan Halusinasi, Apa Bedanya?

Delusi dan Halusinasi, Apa Bedanya?

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020