Mengatasi Stres Dengan Terapi Warna

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Akhir-akhir ini, buku mewarnai sedang disukai oleh semua usia sebagai cara paling asyik untuk mengatasi kondisi yang terkait dengan stress, seperti insomnia, depresi, gelisah, asma, kelainan perilaku, dan lain-lain. Anda dapat memilih warna favorit Anda untuk mewarnai pola atau gambar tertentu dan menciptakan gambar yang menarik.

Tapi tahukah Anda bahwa warna memang sudah lama digunakan sebagai terapi untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan?

Pengaruh warna pada tubuh dan pikiran manusia

  • Warna adalah salah satu bahasa jiwa. Penelitian menunjukkan bahwa warna mendorong interaksi yang tidak dimiliki bahasa.
  • Warna mempengaruhi persepsi jarak (warna terang membuat tempat terlihat besar, plafon tinggi terlihat berkurang tingginya apabila diberi warna gelap, dan lain-lain).
  • Tidak semua orang dan budaya memiliki pemahaman yang sama tentang suatu warna.
  • Warna mempengaruhi energi pada tubuh. Jika Anda melewati sistem pemeriksaan tubuh di bandara, layar menunjukkan warna chakra Anda. Warna tersebut juga terkait dengan ketertarikan biologis.

Jadi, apakah warna favorit Anda? Pertanyaan seperti ini sering ditanyakan psikiater untuk mengerti dan menentukan karakter seseorang berdasarkan warna kesukaan. Jawaban dapat bervariasi tergantung masing-masing individu dan terkait dengan kesehatan serta kesejahteraan.

Jika Anda sedang mengalami beberapa gangguan fisik dan emosi, serta perlu menyeimbangkan sistem chakra atau pusat energi alami tubuh, chromotherapy atau terapi warna dapat menjadi salah satu metode penyembuh. Warna mempengaruhi mood, karena warna memiliki panjang gelombang dan energi tertentu.

Bagaimana cara kerja terapi warna?

Ribuan tahun lalu, budaya kuno di Mesir, China dan India, membangun ruangan besar di mana pasien dimandikan dengan cahaya yang disaring melalui beberapa panel atau jendela kaca yang berwarna. Hal tersebut dipercaya dapat memulihkan tubuh yang lelah dan memiliki penyakit. Sekarang, metode tersebut masih ada untuk menyembuhkan orang dewasa serta anak-anak dengan kesulitan membaca.

Dokter mempercayai bahwa warna membantu menyesuaikan emosi, fisik, dan mental. Ahli terapi warna modern sering mengombinasikan metode ini dengan teknik lainnya, seperti aromaterapi, kristal, pijat, yoga, dan lain-lain.

Klasifikasi warna yang dapat meringankan stress dan penyakit

  1. Merah. Merah adalah simbol dari api, kemarahan, dan cinta. Merah menstimulasi akar chakra, pada dasar tulang belakang. Warna merah menyebabkan hemoglobin bertambah, baik untuk penderita anemia serta kondisi yang berhubungan dengan darah. Jangan mengatasi kanker dengan warna merah karena warna ini dapat menstimulasi pertumbuhan sel.
  1. Jingga. Warna jingga menstimulasi chakra sakral, merupakan simbol keberuntungan. Jingga menstimulasi kreativitas dan antusiasme. Jingga mempengaruhi sistem pencernaan, meningkatkan aktivitas tiroid, dan meringankan kram serta kejang otot.
  1. Kuning. Warna kuning memperkuat saraf dan pikiran. Kuning bekerja pada kondisi lambung, hati, diabetes, dan membantu memperbaiki jaringan luka.
  1. Hijau. Dikenal sebagai warna alam. Warna hijau menstimulasi chakra jantung, dan juga digunakan untuk menyembuhkan kondisi seperti demam, flu, maag, meningkatkan visualisasi, memperkuat sistem imun serta membentuk otot, tulang dan sel.
  1. Biru. Terkait dengan chakra tenggorokan. Merupakan simbol sejuk dan menenangkan. Warna biru dapat membantu mengatasi demam, sakit kepala, tekanan darah tinggi, asma, serta meredakan peradangan (anti gatal, anti stress).
  1. Indigo. Warna ini membantu mengatasi gangguan mental, serta menstimulasi brow chakra yang mengatur persepsi fisik dan spiritual.
  1. Ungu. Warna meditasi, memperlambat jantung yang overaktif, menstimulasi imunitas, menyembuhkan insomnia, dan membantu detoksifikasi.

Bagaimana buku mewarnai dapat mengatasi stress?

Buku mewarnai adalah metode terapi warna yang terkait dengan terapi seni. Banyak terapis merasakan peningkatan signifikan pada pasien melalui terapi seni. Penelitian menunjukkan bahwa terapi seni membantu wanita dengan penyakit kanker mengurangi gejala stres emosional. Selain batu permata, kristal, dan medium terapi warna lainnya, buku mewarnai adalah salah satu medium favorit untuk terapi warna dan seni.

Buku mewarnai dapat membantu Anda fokus dan membantu pikiran relaks serta melepaskan pikiran negatif melalui warna dan bentuk. Selain itu, penelitian oleh neuropsikolog Dr. Stand Rodski yang juga pengarang buku mewarnai, menyebutkan bahwa hal yang luar biasa terjadi pada detak jantung dan gelombang otak saat mewarnai. Hal ini merupakan pertanda yang baik di mana terapi dapat membantu mendapatkan manfaat seperti pada meditasi.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Eksim adalah kondisi peradangan kulit yang membuat kulit gatal, memerah, dan pecah-pecah. Lantas, apa bedanya eksim kering dan eksim basah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

Mengetahui anak Anda melakukan masturbasi mungkin akan menimbulkan rasa kaget pada orang tua. Lalu bagaimana sebaiknya orang tua menyikapi hal tersebut?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Parenting, Tips Parenting 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Gerakan Dasar Senam Otak untuk Tingkatkan Fokus dan Kreativitas

Senam tak hanya untuk tubuh, senam otak yang dapat mengasah pikiran Anda dan membuat Anda lebih fokus. Bagaimana gerakan dasar senam otak dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Penyebab Telinga Gatal dan Cara Mengobatinya

Jika telinga Anda gatal, jangan digaruk atau dicungkil dengan jari. Ketahui dulu, penyebab telinga gatal, baru Anda akan tahu bagaimana cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
bahaya cyber bullying

Benarkah Bahaya Cyber Bullying Bisa Memicu Bunuh Diri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
apa itu intuisi

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
bra kawat

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit